Yang Perlu Diketahui Seputar Cara Melihat Keperawanan Wanita

Pemeriksaan cara melihat keperawanan wanita atau pemeriksaan vagina adalah sebuah tindakan inspeksi alat kelamin wanita untuk mencari tahu dan menentukan apakah seorang wanita pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Seperti yang pernah ditunjukkan dalam tinjauan sistematis seputar pemeriksaan keperawanan, pemeriksaan ini tidak berdasarkan indikasi klinis ataupun nilai-nilai ilmiah karena tampilan hymen atau selaput dara bukanlah sebuah indikasi yang dapat diandalkan bahwa seseorang pernah melakukan hubungan seksual atau tidak, dan hingga saat ini tidak ada pemeriksaan medis yang dapat membuktikan riwayat hubungan seksual lewat vagina. 

Budaya dan keperawanan

Selain itu, praktek cara melihat keperawanan wanita dianggap sebagai suatu tindakan yang menentang hak asasi manusia, yang dapat memiliki konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang bagi kesehatan psikologis maupun sosial wanita. Di dalam beberapa budaya, keperawanan dianggap sebagai normal sosial penting yang menghubungkan antara kemurnian seksual dengan rasa hormat seorang wanita, keluarganya, dan komunitas atau lingkungan tempat tinggal seorang wanita berada. Keperawanan dianggap sebagai sebuah nilai berharga yang harus terus dijaga hingga seorang wanita masuk ke jenjang perkawinan.  Di beberapa kesempatan di Indonesia, metode cara melihat keperawanan wanita telah dilakukan dengan paksa sebagai salah satu syarat administratif untuk masuk suatu universitas ataupun lembaga tertentu. Tes keperawanan ini tidak hanya eksklusif ditemukan di Indonesia saja, tetapi di negara lain seperti Afghanistan, Mesir, dan bahkan Amerika Serikat. Pada tahun 2016, seorang anggota dewan di Mesir meminta tes keperawanan sebagai syarat untuk masuk universitas guna mengurangi dan mencegah hubungan seksual di luar nikah. Selain itu, meskipun secara resmi dilarang di Afghanistan, praktek cara melihat keperawanan wanita tetap dilakukan di banyak daerah, dan dilandasi karena desakan atau keinginan dari anggota keluarga. 

Kaidah etika

Keperawanan bukanlah sebuah kondisi medis yang membutuhkan diagnosa dan perawatan. Praktek cara melihat keperawanan wanita tidak menyediakan manfaat klinis apapun bagi pasien, dan bahkan memiliki dampak buruk bagi wanita, seperti risiko rasa tidak nyaman atau nyeri, terutama apabila pemeriksaan dua jari sebagai cara melihat keperawanan wanita dilakukan. Evaluasi atau pemeriksaan ini juga dapat menyebabkan kecemasan, depresi, gangguan stres pasca trauma, terutama apabila dilakukan tanpa persetujuan atau kemauan seorang wanita. Dalam beberapa kasus, seseorang dapat dirugikan karena pemeriksaan selaput dara secara klinis menentukan bahwa selaput dara robek, atau tidak memiliki pemeriksaan selaput dara untuk mendokumentasikan bahwa dirinya masih perawan. Kedua situasi tersebut dapat mengakibatkan kerugian sosial, dengan seorang wanita menjadi tidak layak untuk dinikahi karena dianggap sudah tidak perawan atau karena tidak dapat menunjukkan sertifikat dirinya tidak perawan. Dalam situasi tersebut, orangtua dan keluarga dapat menghakimi wanita tersebut, dan bahkan dalam kasus yang lebih ekstrim, seorang wanita dapat kehilangan nyawanya akibat bunuh diri atau dibunuh oleh keluarga atas nama “honour killing” atau pembunuh demi kehormatan. 

Selain itu, melakukan cara melihat keperawanan wanita lewat tes keperawanan tanpa persetujuan atau kemauan seseorang merupakan tindakan kekerasan seksual. Pada banyak kasus, meskipun diminta oleh pasien, tes keperawanan tidak bersifat sukarela, dan lebih bersifat tuntutan sosial. Seorang wanita tidak membutuhkan tes keperawanan untuk membuktikan dirinya masih perawan atau tidak. Namun, seorang wanita membutuhkan tes keperawanan guna meyakinkan orang lain bahwa dia masih perawan. Tes keperawanan ini, dalam banyak kasus, hanya bermanfaat untuk orang lain, dan bukan untuk wanita tersebut sendiri. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *