Ini Macam-macam Tes Darah untuk Pemeriksaan Kesehatan

Saat Anda berkonsultasi pada dokter mengenai suatu gejala penyakit, biasanya dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes guna mendukung proses diagnosa. Salah satu jenis tes yang cukup sering dilakukan adalah tes darah.

Tes darah dilakukan dengan pengambilan sampel darah pasien untuk kemudian diuji di laboratorium. Pada setiap pasien, jenis tes darah yang dilakukan berbeda-beda, tergantung gejala yang dialami dan kondisi sang pasien.

Jenis tes darah yang perlu dilakukan secara rutin

Beberapa jenis tes darah sebaiknya dilakukan secara rutin. Hal ini berguna untuk membantu Anda mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan Anda secara berkala. 

Berikut ini jenis-jenis tes darah yang perlu Anda lakukan:

  • Hitung darah lengkap

Di antara sejumlah tes darah, tes yang satu ini menjadi salah satu tes yang paling umum dilakukan. Tes penghitungan darah lengkap dilakukan dengan mengukur berbagai komponen darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, trombosit, dan hematokrit. 

Tes penghitungan darah lengkap berfungsi untuk membantu dokter dalam mengidentifikasi adanya kelainan atau penyakit darah. Biasanya, hasil tes ini bisa menunjukkan kondisi penyakit anemia, peradangan, pembekuan darah, infeksi, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. 

Sebelum menjalani tes ini, Anda akan diminta untuk berpuasa terlebih dahulu. Setelah hasil tes keluar, dokter akan mempertimbangkan apabila Anda masih perlu menjalani pemeriksaan lanjutan. 

  • Tes gula darah

Tes gula darah merupakan serangkaian tes yang dilakukan untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar gula di dalam darah.

Untuk mengukur kadar gula darah, Anda tidak harus selalu mengunjungi rumah sakit. Saat ini, telah tersedia alat pengukur gula darah yang bisa Anda beli dan digunakan sendiri di rumah. 

Ada beberapa rangkaian tes gula darah yang bisa dilakukan, tergantung pada anjuran dari dokter. Di antaranya adalah tes glukosa puasa, tes toleransi glukosa, dan tes HbA1C. 

  • Tes darah enzim

Sesuai namanya, tes yang satu ini dilakukan untuk mengukur kadar enzim di dalam darah secara spesifik. Pada dasarnya, tubuh manusia memproduksi enzim yang berfungsi untuk mengontrol reaksi kimia di dalam tubuh.

Biasanya, hasil dari tes darah enzim bisa membantu dokter untuk mengidentifikasi berbagai masalah, termasuk serangan jantung. Secara khusus, tes ini akan dilakukan apabila dokter mencurigai Anda terkena serangan jantung.

Tes darah enzim akan memeriksa kadar enzim troponin jantung. Enzim ini adalah enzim yang dikeluarkan oleh jantung ketika jantung mengalami luka atau penyakit. 

  • Tes metabolisme dasar

Tes ini dilakukan guna mengukur kadar bahan kimia berbeda yang ditemukan pada plasma darah. Hasil dari tes ini akan memberikan informasi tentang kondisi kesehatan otot, tulang, dan organ.

Biasanya, pasien akan diminta untuk berpuasa sebelum menjalankan tes ini. Lamanya waktu puasa ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien. 

Tes metabolisme dasar akan mengukur senyawa tertentu dalam darah, seperti kalsium, glukosa, elektrolit, dan lain sebagainya. Hasil tes yang tidak normal umumnya mengindikasikan adanya penyakit ginjal, diabetes, atau ketidakseimbangan hormon. 

  • Tes pembekuan darah

Tes pembekuan darah disebut juga dengan tes koagulasi. Tes ini bekerja dengan mencari protein yang memicu pembekuan darah dan dilakukan pada pasien yang dicurigai menderita kondisi ini.

Terkadang, tes ini juga bisa dilakukan sebagai upaya memantau kondisi darah pasien ketika pasien mengonsumsi obat pengencer darah secara rutin.

Masih ada banyak jenis tes darah lainnya yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai penyakit. Sebaiknya, lakukan tes darah secara rutin guna memantau kondisi kesehatan Anda dengan berkala.