Begini Terapi Saraf Terjepit yang Perlu Diketahui

Dampak yang bisa ditimbulkan dari saraf terjepit adalah munculnya rasa sakit yang tak tertahankan, sehingga kadang seseorang memerlukan obat untuk meredakan kondisi ini. Terdapat beragam obat saraf kejepit dengan cara kerja yang berbeda menjadi salah satu solusi meredakan kondisi ini, tetapi tak jarang orang lebih memilih untuk melakukan terapi saraf terjepit.

Tak jarang saraf terjepit dikaitkan dengan saraf tulang belakang, kondisi ini juga muncul pada sejumlah sara lain. Seperti saraf median di pergelangan tangan (carpal tunnel syndrome), saraf ulnaris pada siku, saraf peroneal pada tungkai dan lutut dan saraf lateral femoral cutaneous yang terdapat pada paha.

Pengobatan Terapi Saraf Terjepit

Saraf terjepit memiliki istilah medis lain, yakni penyakit hernia nukleus pulposus (HNP), penyakit ini terjadi saat bantalan ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang. Apabila seseorang mengalami kondisi ini maka akan mengalami sejumlah gejala, seperti nyeri pinggang, sakit punggung atau nyeri leher, berikut cara pencegahannya.

  • Fisioterapi

Beberapa jenis terapi saraf terjepit bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini, seperti transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) yakni terapi dengan menggunakan energi listrik untuk merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit guna menghilangkan nyeri.

Terapi untuk saraf terjepit yang kedua adalah traksi, yakni terapi dengan menggunakan benda berat khusus yang fungsinya untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot area yang terserang saraf terjepit.

  • Operasi

Tindakan medis ini dilakukan untuk mengurangi penekanan pada saraf dengan indikasi berupa tidak ada perubahan setelah enam minggu pemberian terapi obat dan fisioterapi. Lalu muncul gejala berupa kelemahan bagian tubuh tertentu, gangguan sensorik, kesulitan bergerak hingga tidak bisa mengontrol buang air kecil dan buang air besar.

  • Konsumsi Obat-obatan

Obat antinyeri, apabila kondisi gejala masih ringan dan obatnya pun dijual secara bebas, obat opioid yang digunakan apabila derajat nyeri termasuk berat. Namun, obat efek opioid bisa menimbulkan beberapa efek seperti mual, muntah dan konstipasi, obat ini hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter.

Pereda nyeri saraf, obat ini menjadi yang kedua yang harus rutin dikonsumsi bagi penderita saraf terjepit. Kemudian muscle relaxant, obat yang diberikan untuk mengurangi ketegangan atau kaku otot dan obat yang terakhir adalah suntik steroid, obat ini disuntikkan pada bagian saraf yang terkena sebagai obat antiradang.

Gejala Saraf Terjepit

Gejala yang sering terjadi adalah nyeri, kasus saraf terjepit yang ringan sering kali tidak menimbulkan gejala. Meski demikian dalam beberapa kasus gejala yang muncul mulai dari nyeri ringan hingga nyeri yang hebat bisa diatasi dengan terapi saraf terjepit. Berikut ini beberapa gejala yang muncul.

  • Nyeri

Gejala ini akan muncul pada tempat terjadinya saraf terjepit, misalnya pada punggung yang kemudian menjalar ke bokong sampai ke paha, betis dan kaki. Bisa juga di leher, nyeri yang muncul bisa menjalar ke bahu atau lengan disertai dengan batuk, bersin hingga perubahan posisi.

  • Kesemutan

Kesemutan ini biasanya muncul pada semua bagian tubuh dan menjadi salah satu gejala yang paling sering muncul. Disarankan penderita untuk tidak terlalu lama ketika menekuk lengan tangan dan kaki, serta sering berolahraga akan mencegah kondisi tersebut.

  • Kelemahan

Otot pada bagian saraf yang terjepit biasanya akan melemah, akibatnya penderita semakin lama akan merasa kesulitan dalam beraktivitas. Terutama saat mengangkat beban, atau hanya ketika menggenggam.