Dampak Negatif Rasisme bagi Kesehatan Korban

Rasisme biasanya dialami oleh masyarakat berkulit hitam. Namun secara umum, rasis merupakan paham negatif yang menganggap ras tertentu lebih unggul dibanding ras lainnya.

Rasisme sendiri merupakan isu negatif yang masih sering terjadi di hampir semua negara. Menurut pengertian KBBI, rasisme atau rasialisme adalah prasangka seseorang yang didasarkan pada keturunan bangsanya yang menganggap bahwa ras sendiri paling unggul. Paham ini menyebabkan seseorang berlaku semena-mena dan memperlakukan orang yang berbeda ras dengan tidak adil.

Rasisme Mengganggu Kesehatan

Ternyata, tindakan rasisme ini bisa mengganggu kondisi kesehatan secara fisik atau pun mental korban tindakan rasisme itu sendiri. Mereka yang sering menjadi korban seringkali mengalami stres yang jika berlangsung lama dapat menyebabkan risiko penyakit lain, seperti:

  • Hipertensi

Orang yang menjadi korban rasisme akan berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi alias hipertensi karena mengalami stres akibat mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari kaum mayoritas.

  • Peradangan Internal

Menurut penelitian, para korban rasisme juga lebih rentan mengalami peradangan internal yang berpotensi mengalami penyakit kronis, seperti pengidap penyakit jantung dan gangguan ginjal.

  • Mengalami Penyakit Karena Pola Hidup Tak Sehat

Stres yang dialami oleh korban rasis juga akan membuat mereka menjalani pola hidup tidak sehat, seperti penyalahgunaan narkoba, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan lainnya.

  • Gangguan Tidur

Mereka yang menjadi korban rasisme seringkali bisa menyebabkan mereka mengalami gangguan tidur dan berbagai masalah fungsi psikologis lain, terlebih pada korban yang berusia paruh baya.

Selain masalah secara fisik, korban rasisme juga rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Masalah mental yang dimaksud seperti:

  • Depresi
  • Stres
  • Gangguan kecemasan
  • Keinginan untuk bunuh diri
  • Kondisi emosi yang tidak stabil
  • Mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD)

Bahkan mennurut data dari studi di AS tahun 2016 lalu, disebutkan bahwa ibu yang hamil yang mengalami perundungan ras cenderung melahirkan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata bayi normal. Sehingga bayi tersebut akan rentan terserang penyakit.

Kemudian, anak yang masuk dalam tahap remaja, dan mengalami perundungan ras serupa dengan orang tuanya, biasanya juga akan jatuh ke kebiasaan yang tidak sehat.

Cara mencegah Rasisme

Oleh karena itulah, rasisme ini harus segera diakhiri segera agar tidak menyebabkan kerugian bagi korban, baik dari segi kesehatan maupun kesempatan untuk hidup bahagia.

Biasanya rasisme muncul bertahan di tengah masyarakat karena stereotype yang turun temurun. Sehingga menimbulkan paham di mana kelompok yang merasa eksklusif memusuhi orang diluar kelompoknya.

Berikut beberapa tindakan preventif untuk mencegah berkembangnya isu rasisme ini, yaitu:

  • Bertemanlah tanpa memandang suku, ras, agama, dan golongan
  • Mengajarkan anak sejak dini terkait adanya perbedaan ras di masyarakat dan mengajarkan bagaimana sikapnya terhadap orang-ornag yang berbeda dari dirinya.
  • Tidak hanya diam melihat korban rasisme, tapi berusaha melindungi dan membela korban di depan pelaku perundungan
  • Menjalani aktivitas bersama mereka yang berbeda ras
  • Pilihlah pemimpin bukan karena ras yang dimiliki, melainkan karena kompetensi yang dimiliki.
  • Merancang kurikulum pembelajaran yang dapat menekankan kebersamaan antargolongan atau suku, ras, hingga agama  jika Anda bekerja sebagai guru atau pendidik.

Memang tidak akan mudah mengubah pandangan orang atas ras tertentu yang berbeda dari dirinya. Isu rasisme pun tidak akan dengan sekejap hilang begitu saja. Namun, setidaknya, mengajarkan generasi mendatang untuk memiliki pola pikir yang lebih baik bisa menjadi pilihan. Sehingga rasisme tidak lagi berkembang di masa mendatang.