Sulit Makan? Konsumsi 6 Vitamin Nafsu Makan Dewasa Ini

Ada berbagai faktor yang membuat orang dewasa bisa kehilangan nafsu makannya. Biasanya diatasi dengan mengonsumsi vitamin nafsu makan dewasa. Apakah efektif?

Nafsu makan yang berkurang selama beberapa waktu sebenarnya harus diwaspadai. Sebab, kondisi ini bisa membuat Anda mengalami malnutrisi maupun penurunan berat badan. Selain itu, dikhawatirkan pula adanya penyakit di dalam tubuh sehingga membuat Anda kehilangan nafsu makan.

Berbagai penyebab hilangnya nafsu makan bisa karena adanya penyakit mental dan fisik, misalnya. Sehingga orang-orang yang ingin menambah berat badan justru jadi stres karena nafsu makan menurun. 

Apakah Mengonsumsi Vitamin Nafsu Makan Dewasa Perlu Dikonsumsi?

Sebagian orang memang menganggap naiknya nafsu makan sebagai momok besar. Namun, bagi mereka yang mengalami penyakit tertentu atau penuaan, nafsu makan yang tinggi sangat diperlukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menaikkan nafsu makan seseorang. Salah satunya bisa dengan mengonsumsi vitamin nafsu makan dewasa maupun suplemen.

Vitamin dan Mineral Baik untuk Meningkatkan Nafsu Makan

Berikut beberapa vitamin nafsu makan dewasa yang bisa dikonsumsi.

  1. Asam Folat atau Vitamin B9

Vitamin B9 atau asam folat ini penting dalam pembentukan DNA, RNA, dan sel-sel baru di tubuh. Asam folat ini juga sama seperti vitamin B lainnya, yang berfungsi memecah karbohidrat dan lemak menjadi energi. Caranya dengan mengaktifkan enzim tertentu sehingga membuat proses metabolisme tubuh meningkat.

Metabolisme tubuh yang baik akan bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan. Tubuh yang kekurangan asam folat bisa menjadi pemicu turunnya nafsu makan seseorang. Itulah kenapa asam folat perlu dicukupi untuk meningkatkan nafsu makan seseorang.

  1. Vitamin B1 atau Thiamin

Thiamin atau vitamin B1 adalah vitamin yang berguna dalam proses metabolisme yang mengubah karbohidrat menjadi energi. Saat tubuh kekurangan thiamin atau vitamin B1 ini, maka tubuh akan sulit menghasilkan energi. Akibatnya, akan muncul rasa lelah dan berkurangnya nafsu makan. Oleh sebab itu, penting sekali mencukupi kebutuhan harian vitamin B1 ini karena bisa membantu meningkatkan nafsu makan Anda.

  1. Zinc

Zinc atau seng yang kurang di dalam tubuh bisa membuat seseorang kehilangan nafsu makan. Kurangnya senyawa zinc juga bisa membuat kekebalan tubuh menurun drastis. Selain itu, juga bisa membuat seseorang mengalami rambut rontok, proses penyembuhan yang lambat, hingga seseorang bisa memahami rasa dengan cara yang berbeda. Oleh karena itulah, penting sekali untuk mencukupi kebutuhan zinc tubuh agar nafsu makan bisa terjaga dan meningkat.

  1. Asam Lemak mega-3

Asam lemak omega-3 yang bersumber dari laut disebut efektif untuk meningkatkan nafsu makan seseorang. Seperti misalnya minyak ikan salmon yang sangat baik untuk tubuh. Bagi vegetarian, Anda bisa mendapatkan asam lemak omega-3 dari alga.

  1. Ekstrak Temulawak

Temulawak memang sudah terkenal untuk pengobatan tradisional. Selain itu, temulawak juga bisa menjadi herbal untuk meningkatkan nafsu makan dan menjaga sistem pencernaan. 

  1. Echinacea

Echinacea juga merupakan bahan herbal yang bisa menjadi solusi untuk menambah nafsu makan karena mengandung senyawa alkil amina. Selain itu, echinacea ini juga bisa meningkatkan imunitas tubuh dan membantu menjaga tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit yang bisa menyerang.

Saat Anda merasa nafsu makan berkurang, lakukanlah berbagai tips agar selera makan Anda kembali normal atau malah meningkat. Anda juga bisa mengonsumsi vitamin nafsu makan dewasa serta berolahraga dan konsumsi makanan yang bergizi lainnya.

Mengapa Seseorang Amat Disarankan Makan Setelah Olahraga?

Merasa lapar setelah berolahraga merupakan hal yang wajar. Hal ini disebabkan karena energi di dalam tubuh telah habis terbuang selama melakukan serangkaian aktivitas olahraga. Seseorang disarankan makan setelah olahraga, meski ada beberapa acuan yang harus dipatuhi dalam situasi ini.

Masih banyak yang kurang paham mengenai jarak waktu ideal bagi seseorang untuk makan setelah olahraga. Padahal, hal ini penting untuk diketahui karena akan berdampak pada performa dan efektivitas olahraga yang dilakukan. 

Selain itu, masih banyak juga kelompok orang yang bingung mengenai kondisi perutnya sesaat setelah olahraga. Ada yang harus menahan rasa lapar untuk menjaga berat badan, ini berkaitan karena menurut mereka, dengan makan setelah berolahraga, aktivitas mereka menjadi sia-sia. Namun, ada pula orang-orang yang tidak ambil pusing dan langsung menuruti hasrat ingin makan yang mereka rasakan. 

Sebenarnya, makan setelah olahraga boleh-boleh saja, justru banyak disarankan. Akan tetapi perlu diingat bahwa ini akan bermanfaat hanya jika dilakukan dengan baik dan benar. Jika seseorang ingin makan setelah olahraga, setidaknya berikan jeda sekitar 15-30 menit sebelum menyantap sesuatu. Selain itu, seseorang juga perlu untuk memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi agar aktivitas olahraga yang baru dilakukan tak menjadi sia-sia.

Ketika seseorang makan setelah olahraga dengan cara yang baik, termasuk bahan makanan yang dikonsumsi tepat, dia akan mendapatkan manfaat bagi tubuhnya. Sebab, makan setelah olahraga akan membantu tubuh mengembalikan kondisi terbaiknya. Selain itu, berikut alasan mengapa makan setelah olahraga begitu disarankan:

  • Gula Darah Menurun

Makan setelah olahraga dapat mengembalikan glikogen yang telah terbuang selama berolahraga. Glikogen adalah cadangan energi yang berfungsi untuk menjaga kestabilan gula darah dan baru akan terisi kembali saat seseorang mendapat asupan makan. Seseorang yang tidak mengembalikan glikogen yang terbuang, dia berpotensi mengalami keringat dingin, gemetar, badan lemas, dan pusing.

  • Kram Otot

Saat tubuh kehilangan glikogen, tubuh akan mencari sumber energi lain seperti lemak atau otot. Jika tubuh mencari glikogen pada otot, tubuh akan berpotensi kehilangan massa otot sehingga membuat otot menjadi lemah. Kondisi inilah yang dapat membuat otot tidak terbentuk, bahkan memicu kram otot. Atas kondisi itu, menjadi penting untuk makan setelah olahraga agar tubuh kembali mendapat sumber energi baru tanpa harus “mengorbankan” massa otot.

  • Dehidrasi

Tujuan makan setelah olahraga tak lain untuk mengganti energi yang keluar, mengembalikan cairan tubuh, dan mempercepat pemulihan otot. Jika tidak, tubuh akan mengalami dehidrasi yang akan berdampak pada kelelahan, penurunan performa, kejang otot, heat stroke, bahkan pingsan. Agar tetap terhidrasi, seseorang juga perlu mengonsumsi air sebelum, saat, dan setelah berolahraga.

Makanan yang Dianjurkan Setelah Olahraga

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, makan setelah olahraga akan berdampak baik hanya jika makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Salah memilih makanan, justru akan menjadikan olahraga yang baru dilakukan menjadi sia-sia.

Kelompok makanan pertama yang bisa Anda makan setelah olahraga adalah karbohidrat. Senyawa ini dibutuhkan untuk mengganti glikogen dalam tubuh. Ada banyak sekali sumber karbohidrat, tetapi sebaiknya hindari nasi. Anda bisa mendapatkan karbohidrat dari ubi, kentang, oatmeal. Kemudian seseorang juga butuh sayuran hijau dan protein untuk membantu tubuh membangun kembali massa otot. Seseorang bisa makan telur, susu, keju, yogurt, daging ayam, dan ikan setelah berolahraga. 

Perlu diingat bahwa makan setelah olahraga ternyata boleh-boleh saja, selama makanan yang dikonsumsi bukanlah makanan berat. Jika ingin makan setelah olahraga, utamakan makan makanan yang banyak mengandung air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama berolahraga. 

Ketika seseorang memperhatikan keseluruhan zat gizi yang dimakan sebelum berolahraga dan bahan makanan untuk makan setelah olahraga, pembakaran kalori dan lemak dalam tubuh akan maksimal sehingga mereka dapat merasakan manfaat dari aktivitas olahraga yang dijalankannya tersebut.