Pahami Tujuan Pengenalan Air Saat Berenang pada Anak

Berenang bukanlah hal yang mudah jika belum terbiasa. Saat akan mengajarkan anak berenang, Anda perlu terlebih dahulu mengenalkan air pada anak Anda. Hal ini penting, karena ada banyak tujuan pengenalan air ketiak mengajarkan anak berenang. 

Dengan mengenalkan air pada anak, Anda tidak hanya melatih anak untuk berolahraga, tetapi juga mengembangkan kemampuan mereka dalam hal berenang. Dengan begitu, kondisi kesehatan mereka pun akan semakin terjaga nantinya. 

Apa tujuan pengenalan air dalam berenang?

Sebelum anak bisa menguasai berbagai gaya renang, Anda perlu terlebih dahulu melatih mereka agar terbiasa untuk berada di dalam air. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa asing ketika berada di dalam air dan bisa bergerak dengan lebih mudah. 

Inilah yang menjadi salah satu tujuan pengenalan air yang utama. Tanpa mengenalkan air terlebih dahulu, maka anak Anda akan kesulitan untuk mempelajari gaya-gaya renang. 

Mengenalkan air pada anak bisa menjadi langkah untuk mempersiapkan anak dalam belajar olahraga renang. Jika Anda tidak pernah mengenalkan tentang rasanya bergerak di dalam air pada anak Anda, maka mereka akan terus merasa asing ketika masuk ke dalam air. 

Selain itu, tak jarang anak yang belum terbiasa berenang merasa takut dengan air pada kolam. Karena itu, mengenalkan air pada mereka bisa membantu untuk mengatasi rasa takut tersebut. 

Tahap-tahap pengenalan air pada anak

Karena tujuan pengenalan air adalah adaptasi, anak Anda tidak akan langsung dilatih untuk mempelajari gerakan tertentu. Sebaliknya, adaptasi ini bisa dilakukan di kolam yang dangkal terlebih dahulu, untuk membiasakan mereka dengan air. 

Berikut ini beberapa tahap yang termasuk sebagai tahap pengenalan air pada anak: 

  • Membasahi tubuh

Anak Anda mungkin belum terbiasa berada di tempat yang membuat sekujur tubuh mereka basah. Mengenalkan air bisa membantu mereka merasa nyaman dengan tubuh yang basah. Caranya sangat mudah, yaitu dengan masuk ke dalam kolam renang. 

  • Teknik bernapas

Langkah lain yang menjadi bagian dari mengenalkan air pada anak ketika berenang adalah teknik untuk bernapas. Anda tentu tahu bahwa bernapas di dalam air berbeda dengan bernapas biasanya.

Anak Anda pasti belum terbiasa dengan hal ini. Melatih pernapasan untuk mempertahankan oksigen di dalam air bisa menjadi salah satu tujuan pengenalan air bagi anak. 

  • Menyelam

Ketika berenang, anak Anda akan dilatih untuk menyelam. Tapi, hal ini tidak akan bisa dilakukan bila anak Anda belum terbiasa dengan air. 

Di sinilah peran pengenalan air menjadi penting. Di tahap ini, anak Anda akan dilatih untuk menyelam. Menyelam tidak harus dilakukan dengan cara yang kompleks, cukup dengan memasukkan tubuh sepenuhnya ke dalam air selama beberapa detik saja. 

  • Menjaga keseimbangan

Berdiri di dalam air tentu akan terasa berbeda dengan berdiri di daratan. Anak Anda mudah kehilangan keseimbangan. 

Di tahap pengenalan air, anak akan dibiasakan agar mampu menjaga keseimbangan mereka di dalam air. Hal ini akan memberikan keterampilan bagi tubuh anak dalam bermobilitas secara keseluruhan. 

  • Keamanan dalam air

Di tahap pengenalan air, anak juga perlu diinformasikan mengenai bahaya yang bisa terjadi ketika berenang. Misalnya bahaya jika mengalami kram tiba-tiba, atau melakukan teknik pernapasan yang salah. 

Melalui upaya pengenalan air, anak akan menjadi lebih familiar dengan air itu sendiri. Adaptasi menjadi tujuan pengenalan air yang utama ketika melatih anak untuk berenang.

Alasan Kepribadian Introvert pada Anak Bukan Hal Negatif

Kepribadian yang introvert seringkali diidentikkan dengan sifat yang pendiam dan pemalu. Padahal, introvert bukan hanya terbatas pada ciri khas tersebut. Ada banyak hal yang perlu Anda pahami mengenai kepribadian introvert, khususnya introvert pada anak. 

Anak dengan kepribadian introvert tidak selalu diam sepanjang hidupnya. Dalam situasi tertentu, mereka juga bisa menjadi periang dan ramah seperti extrovert. Perbedaan antara introvert dan extrovert sebenarnya terletak pada cara mereka dalam mengembalikan energi setelah melakukan pekerjaan dalam waktu yang lama. 

Miskonsepsi tentang kepribadian introvert pada anak

Banyak orang tua mengharapkan anak mereka bisa menjadi pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Melihat anak yang lebih sering menghabiskan waktu sendirian dan menjadi pendiam seringkali memicu kekhawatiran orang tua. 

Padahal, menurut ilmu psikologi, setiap anak pada dasarnya memiliki kepribadian yang introvert. Kepribadian ini bukanlah suatu kepribadian yang bisa dipilih sendiri, melainkan kepribadian dasar yang telah terbentuk sejak masih kecil.

Salah satu miskonsepsi paling umum mengenai kepribadian introvert pada anak adalah pandangan bahwa anak yang introvert lebih sering kesepian. Ada juga yang beranggapan bahwa anak introvert adalah anak yang pemalu dan asosial.

Akan tetapi, introvert justru memiliki beberapa aspek positif yang tidak dimiliki oleh anak-anak yang extrovert. Salah satunya adalah sensitivitas terhadap isu-isu dan makna sosial dari hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

Dibandingkan dengan anak yang extrovert, anak-anak dengan kepribadian introvert lebih bisa berempati dengan orang lain. Mereka memang tidak bisa mendapatkan banyak teman dalam waktu singkat, tetapi hubungan pertemanan dijalin dengan lebih dalam dan bertumbuh seiring berjalannya waktu. 

Ciri khas kepribadian introvert pada anak

Selain pendiam dan memiliki rasa empati tinggi, ada beberapa ciri khas lain dari anak yang memiliki kepribadian introvert. Ciri khas tersebut antara lain: 

  • Lebih perasa

Anak dengan kepribadian introvert cenderung lebih perasa dan sensitif. Karena sensitivitas ini, mereka menjadi lebih peka pada orang lain. 

Akan tetapi, di satu sisi, kepedulian terhadap orang lain itu membuat mereka juga mudah merasakan kesedihan atau kesulitan yang dirasakan orang lain, sehingga mereka lebih mudah merasa tertekan. 

  • Lelah dengan interaksi sosial

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap anak yang introvert memiliki sisi ekstrovert di dalam diri mereka. Sisi ekstrovert itu akan muncul ketika mereka bermain dengan anak-anak lain dan bersosialisasi.

Perbedaan signifikan antara extrovert dengan introvert adalah cara mereka mengembalikan energi. Meskipun anak introvert tetap bisa bersosialisasi dengan teman lain, mereka akan mudah merasa lelah setelah melakukan interaksi sosial. 

  • Kelompok pertemanan yang kecil dan erat

Dibandingkan dengan anak ekstrovert, anak-anak yang introvert mungkin memiliki lingkaran pertemanan yang lebih sempit. Akan tetapi, seluruh orang dalam lingkaran pertemanan itu benar-benar dianggap sebagai teman. Anak Anda akan memiliki hubungan yang sangat dekat dan dalam dengan mereka. 

Memiliki lingkaran pertemanan yang kecil bukan berarti anak Anda kesepian. Sebaliknya, kelompok pertemanan yang kecil itu justru sangat berharga bagi anak Anda dan anak Anda akan merasa lebih bahagia menghabiskan waktu bersama mereka, dibandingkan dengan teman-teman lain di luar kelompok tersebut. 

Masing-masing kepribadian memiliki sisi positif dan negatif. Sebagai orang tua, Anda tidak perlu khawatir mengenai kepribadian introvert pada anak. Seiring berjalannya waktu, bisa saja kepribadian anak Anda berubah dan berkembang secara bertahap.