Dokter Gigi di Jakarta Timur untuk Kunjungan Anda

Anda tinggal di Jakarta Timur atau sekitarnya dan membutuhkan dokter gigi? Tidak perlu khawatir, karena kami memiliki daftar dokter gigi di Jakarta Timur yang mungkin cocok untuk Anda. 

Dokter gigi adalah dokter spesialis yang bertugas mendiagnosis, merawat, dan mencegah masalah kesehatan mulut Anda. Jika dokter Anda adalah seorang dokter gigi anak, hal ini berarti dia mengkhususkan diri dalam merawat anak-anak sejak bayi hingga remaja. Seorang dokter gigi anak telah menerima pendidikan dan pelatihan yang tepat yang dibutuhkan untuk bekerja dengan anak-anak. Spesialisasi lainnya meliputi:

  • Endodontik (saluran akar)
  • Mulut dan maksilofasial (termasuk patologi, radiologi, dan pembedahan)
  • Ortodontik dan ortopedi dentofasial
  • Periodontik (penyakit gusi)
  • Prostodontik (implan)

Apa alasan Anda mengunjungi dokter gigi? Sebenarnya pemeriksaan gigi secara teratur sangat penting untuk dilakukan karena dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi Anda. Anda harus melakukan kunjungan gigi rutin setidaknya setiap 6 bulan atau seperti yang direkomendasikan oleh ahli gigi Anda.

Ada 2 bagian dalam kunjungan dokter gigi rutin yaitu pemeriksaan dan pembersihan, atau profilaksis oral.

Saat pemeriksaan gigi, dokter gigi Anda akan memeriksa gigi berlubang. Sinar-X mungkin diambil untuk mendeteksi rongga di antara gigi Anda. Pemeriksaan juga akan mencakup pemeriksaan plak dan karang gigi pada gigi Anda. Plak adalah lapisan bakteri yang bening dan lengket. Jika tidak dilepas, plak bisa mengeras dan menjadi karang gigi. Anda tidak dapat menghilangkan karang gigi dengan menyikat dan membersihkan gigi dengan benang. Plak dan karang gigi yang menumpuk di gigi, dapat menyebabkan penyakit mulut.

Selanjutnya, gusi Anda akan diperiksa. Hal ini akan dilakukan dengan alat khusus untuk mengukur kedalaman celah antara gigi dan gusi Anda. Dengan gusi yang sehat, ruangnya dangkal. Saat orang mengidap penyakit gusi, celah mungkin menjadi lebih dalam.

Pemeriksaan juga harus mencakup pemeriksaan yang cermat pada lidah, tenggorokan, wajah, kepala, dan leher Anda. Hal ini dilakukan untuk mencari tanda-tanda masalah seperti bengkak, kemerahan, atau kemungkinan tanda-tanda kanker.

Gigi Anda juga akan dibersihkan saat Anda berkunjung. Menyikat dan flossing membantu membersihkan plak dari gigi Anda, tetapi Anda tidak dapat menghilangkan karang gigi di rumah. Selama pembersihan, dokter gigi Anda akan menggunakan alat khusus untuk menghilangkan karang gigi. Hal ini disebut scaling, scaling dapat menghilangkan plak dan karang gigi

Gigi Anda mungkin terasa baik-baik saja, tetapi tetap penting untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur karena masalah dapat muncul tanpa Anda sadari. Penampilan senyum Anda penting, dan dokter gigi Anda dapat membantu menjaga senyum Anda tetap sehat dan terlihat cantik. Dengan begitu banyak kemajuan dalam kedokteran gigi, Anda tidak lagi harus puas dengan gigi yang ternoda, terkelupas, hilang, atau cacat. Untuk mengetahui daftar dokter gigi di Jakarta Timur beserta jam dan tempat praktek, Anda bisa melihatnya melalui SehatQ.

Jangan Asal, Berikut Aturan Konsumsi Antibiotik Gusi Bengkak

Gusi bengkak memang dikeluhkan oleh mereka yang mengalami gangguan pada rongga mulutnya, seperti gigi berlubang, abses gigi, karang gigi, tidak menjaga kebersihan mulut, hingga terhambatnya pertumbuhan gigi bungsu. Penggunaan antibiotik gusi bengkak memang diperlukan, namun bergantung pada penyebabnya.

Jenis-jenis Antibiotik untuk Gusi Bengkak

Perlu diketahui bahwa tidak semua masalah sakit gigi harus diobati dengan antibiotik. Berikut beberapa kriteria yang mengharuskan seseorang konsumsi antibiotik, yaitu:

  • Saat infeksinya sudah cukup parah
  • Ketika infeksi yang dialami sudah mulai menyebar
  • Pasien memiliki masalah sistem imun

Untuk mencegah terjadinya infeksi dan menyebar ke bagian lain, maka ada beberaoa jenis antibiotik yang diberikan untuk gusi bengkak, yaitu berupa amoxicillin, azithromycin, cefoxitin, clindamycin, metronidazole, dan penicillin.

Tentu, jenis antiobiotik yang akan dikonsumsi bergantun gpada jenis banteri yang menginfeksi gigi dan gusi.

Jenis antibiotik yang paling sering diresepkan dokter untuk mengatasi infeksi gigi adalah jenis penicillin. Jika infeksi sudah terlalu berat, biasanya obat yang diresepkan adalah metronidazole. Atau bisa juga kombinasi keduanya jika infeksi sudah meluas dan bakterinya beragam.

Tidak hanya antibiotik, ada juga cara lain untuk meredakan nyeri yang dialami penderita infeksi gigi, yaitu:

  • Mengunyah di sisi mulut yang tidak mengalami nyeri
  • Berkumur dengan air hangat dan garam
  • Mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi gula
  • Menggunakan sikat gigi lembut
  • Sebisa mungkin hindari konsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin
  • Lakukan kompres es batu pada gusi yang bengkak
  • Hilangkan nyeri dengan konsumsi paracetamol
  • Hindari makan makanan keras seperti gorengan dan lengket

Pentingnya Antibiotik untuk Mengobati Infeksi

Infeksi atau abses gigi akan menyebabkan munculnya kantong berisi nanah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh karena gigi berlubang, prosedur medis pada gigi dan mulut, atau juga karena terjadinya cedera.

Saat infeksi ini, akan terasa nyeri yang dahsyat. Gigi dan gusi pun jadi lebih sensitif. Area yang mengalami infeksi juga akan membengkak.

Anda harus mencegah agar infeksi tidak meluas penyebarannya. Sebab, infeksi yang terjadi di mulut bisa menyebar ke jaringan sekitarnya seperti rongga sinus, area mata, atau bahkan bisa mencapai otak.

Begitu pula mereka yang mengalami masalah imunitas tubuh akan akan berisiko lebih mengalami abses otak. Ketika terjadi infeksi, maka akan membuat otak membengkak dan muncul sel mati dan juga nanah. Bakteri tidak hanya masuk dari luka yang terjadi di kepala, tetapi juga berasal dari infeksi bagian tubuh, salah satunya mulut.

Itulah kenapa, infeksi yang terjadi pada gigi maupun gusi harus diketahui penyebabnya agar mendapatkan pengobatan yang efektif. Jika disebabkan oleh bakteri, maka diperlukan antibiotik. Namun juga tidak boleh sembarangan, harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Salah memilih jenis antibiotik, maka dapat menimbulkan resistensi antibiotik. Berharap gusi sembuh, justru akan tetap bengkak. Namun, pastikan Anda menggunakan antibiotik sesuai dengan yang diresepkan dokter setelah menjalani pemeriksaan.

Antibiotik Gusi Bengkak Harus Dikonsumsi Sampai Habis

Anda tetap harus mengonsumsi antibiotik hingga habis meskipun gusi yang bengkak sudah membaik. Sebab, jika antibiotik dihentikan terlalu cepat, dikhawatirkan infeksi yang terjadi pada gusi atau gigi belum benar-benar sembuh dan membuatnya kebal terhadap antibiotik. Sehingga akan membuat gusi kembali bengkak dan akan semakin sulit untuk diobati.

Oleh karena itu, untuk menghindari risiko bakteri kebal antibiotik, disarankan untuk tidak sembarangan menggunakan antibiotik atau tidak menghentikan konsumsi antibiotik tanpa sepengetahuan dokter.

Anda juga bisa menghindari terjadinya gusi bengkak dengan rajin menyikat gigi 2 kali sehari, kemudian gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit terjangkau.

Periksakan juga kondisi gigi dan gusi Anda ke dokter secara berkala untuk memastikan kesehatan gigi dan area mulut terjaga. Jika ada masalah infeksi, pastikan untuk menghubungi dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan antibiotik gusi bengkak agar tidak salah.