Pentingnya Membuat Resolusi untuk Kesehatan Mental Anda

Di akhir tahun, Anda mungkin sering melihat orang-orang mulai membuat resolusi untuk tahun baru. Bahkan, Anda mungkin menjadi salah satu orang yang rutin membuat resolusi itu. 

Banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya memiliki resolusi. Bukan hanya berdampak bagi kehidupan sehari-hari Anda, resolusi juga sebenarnya bisa membawa pengaruh positif bagi kesehatan mental Anda. 

Mengapa resolusi penting untuk kesehatan mental?

Ada beberapa hal yang membuat resolusi menjadi hal yang baik untuk kesehatan mental Anda. Berikut ini beberapa alasannya:

  • Memberikan motivasi

Resolusi yang Anda buat tentu sesuatu yang belum Anda miliki atau Anda jalani di tahun sebelumnya. Dengan membuat daftar resolusi, Anda bisa lebih termotivasi untuk berusaha dalam mengejar resolusi tersebut.

Motivasi ini bisa memberikan semangat baru bagi Anda. Anda pun bisa menjalani keseharian dengan lebih optimis dan positif. Sehingga, Anda akan terhindar dari stres dan depresi, membuat kesehatan mental Anda menjadi lebih terjaga. 

  • Memberikan tujuan hidup

Orang-orang yang mengalami depresi atau masalah kesehatan mental lainnya biasanya sulit menemukan tujuan dari hidup yang mereka jalani. Segala sesuatu terasa sia-sia, itulah yang membuat mereka menjadi lebih mudah depresi. 

Hal ini bisa dihindari ketika Anda membuat resolusi. Dari daftar resolusi, Anda akan memiliki tujuan hidup yang baru. 

  • Refleksi diri

Refleksi diri merupakan salah satu cara yang baik untuk mengendalikan kondisi kesehatan mental Anda. Hal ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk memikirkan kembali tentang hidup yang Anda jalani selama ini, dan merencanakan perubahan untuk masa depan.

Oleh sebab itu, adanya kesempatan untuk melakukan refleksi diri menjadi salah satu manfaat membuat resolusi bagi kesehatan mental Anda. 

Membuat resolusi tentang kesehatan mental

Agar kondisi kesehatan mental Anda semakin terjaga, Anda bisa membuat resolusi baru yang secara spesifik menargetkan kondisi mental. Berikut ini beberapa contohnya:

  • Meningkatkan kualitas tidur

Apabila Anda adalah tipe orang yang sulit tidur di malam hari, maka jadikanlah tidur cukup sebagai resolusi di tahun baru. Percaya atau tidak, kualitas tidur yang baik akan memberikan pengaruh besar bagi kesehatan mental. 

Orang-orang dengan kualitas tidur buruk lebih rentan mengalami depresi serta gangguan kecemasan. Jangan jadikan kurang tidur sebagai gaya hidup Anda. 

  • Berolahraga

Masukkanlah olahraga ke dalam daftar resolusi Anda di tahun baru. Bukan hanya baik untuk kesehatan fisik, olahraga juga baik untuk kesehatan mental Anda. 

Penelitian telah membuktikan bahwa orang yang berolahraga lebih jarang merasakan gejala kesehatan mental. Olahraga bisa bekerja dengan cara yang sama ampuhnya seperti obat antidepresan. 

  • Mengurangi penggunaan internet

Di era digital seperti sekarang ini, penggunaan internet memang tidak terelakkan. Akan tetapi, jangan sampai Anda menjadi bergantung pada internet. Kurangi pemakaian internet dan jadikanlah hal ini sebagai resolusi Anda.

Internet seringkali menjadi pemicu kemunculan gejala kesehatan mental. Berita-berita negatif yang Anda baca setiap harinya berpotensi menimbulkan rasa cemas. Ditambah lagi, aktivitas teman-teman di media sosial membuat Anda menjadi tidak percaya diri dan stres. 

  • Mulai meditasi

Meditasi adalah cara yang baik untuk mengendalikan stres. Selain itu, melalui meditasi, Anda bisa menjadi lebih produktif. Biarkanlah meditasi menjadi salah satu resolusi di tahun baru demi kesehatan mental yang lebih baik.

Itulah beberapa resolusi yang bisa Anda masukkan ke dalam daftar resolusi di tahun baru. Perlu diingat, kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jadi, rawatlah kondisi mental Anda sebaik mungkin.

Apa Itu Kecerdasan Emosional dan Bagaimana Mengaplikasikannya?

orang dengan kecerdasan emosional yang baik dapat berkomunikasi yang baik dengan orang lain

Mungkin Anda sudah akrab dengan kecerdasan umum, yaitu sebuah kemampuan untuk belajar, menerapkan pengetahuan, dan menyelesaikan masalah. Namun, ini bukanlah satu-satunya jenis kecerdasan yang manusia miliki. Beberapa orang juga memiliki kecerdasan emosional, yaitu kemampuan seseorang dalam mengidentifikasi dan mengatur emosi diri sendiri dan orang lain. Kecerdasan emosional umumnya melibatkan sedikitnya 3 keterampilan, yaitu kesadaran emosional, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi emosi seseorang; kemampuan untuk memanfaatkan emosi tersebut dan menggunakannya untuk berpikir atau memecahkan masalah; dan kemampuan dalam mengelola emosi, yang terdiri dari mengatur emosi diri sendiri dan membantu orang lain menghadapi hal yang serupa. 

Komponen-komponen kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional adalah istilah atau konsep yang dipopulerkan oleh peneliti pada tahun 1990. Konsep ini berbeda dengan kecerdasan umum. Singkatnya, kecerdasan emosional adalah kemampuan dalam memahami dan mengatur emosi Anda sendiri. Mereka yang memiliki kecerdasan emosional juga memiliki keterampilan dalam mengerti dan memengaruhi emosi serta perilaku orang lain. Dengan pemahaman tersebut, bukan menjadi hal yang mengherankan apabila mereka yang memiliki kecerdasan emosional memiliki kesuksesan yang lebih dalam hidup. Ada 5 elemen dalam kecerdasan emosional, yaitu:

  • Kesadaran diri. Ini berarti Anda sadar terhadap perasaan dan motif diri sendiri. Orang-orang dengan kesadaran emosional sering menunjukkan kesadaran diri dalam level yang tinggi. Anda tahu bagaimana emosi Anda memengurahi diri sendiri dan orang lain, dan Anda tidak akan membiarkan emosi tersebut mengatur diri Anda. 
  • Regulasi diri. Orang-orang dengan kemampuan untuk melakukan regulasi diri tidak akan membuat keputusan-keputusan yang impulsif. Mereka akan berhenti sejenak dan berpikir tentang konsekuensi dari tindakan apa yang bisa didapatkan sebelum melakukan sesuatu. 
  • Motivasi. Orang-orang dengan kecerdasan emosional lebih produktif dan memiliki motivasi kuat. Mereka akan memikirkan hasil yang lebih besar, dan menilai bagaimana tindakan mereka dapat berkontribusi terhadap sukses jangka panjang. 
  • Empati. Orang-orang dengan kecerdasan emosional jarang yang memikirkan diri sendiri. Mereka akan berempati terhadap situasi diri sendiri dan orang lain. Mereka juga merupakan seorang pendengar yang baik, tidak mudah menghakimi, dan mengerti kebutuhan dan keinginan orang lain. Oleh karena alasan ini, orang-orang dengan kecerdasan emosional sering dipandang sebagai pribadi yang setia dan teman yang penyayang. 
  • Keterampilan sosial. Apabila Anda memiliki kecerdasan emosional, Anda akan lebih berkolaborasi dan bekerja dalam suatu kelompok. Anda dapat menjadi pemimpin yang baik karena kemampuan komunikasi yang kuat dan kemampuan dalam mengatur hubungan. 

Kecerdasan emosional memiliki banyak manfaat dalam hidup, namun yang paling penting adalah manfaat penerapannya dalam ruang lingkup pekerjaan. Faktanya, memiliki kecerdasan emosional dapat mengembangkan karir profesional yang dimiliki. Kemampuan dalam menerima kritik membangun tanpa mempersalahkan orang lain dapat membantu Anda tumbuh sebagai seorang karyawan dan berkembang di bidang yang sedang Anda jalani. Kecerdasan emosional juga bermanfaat di lingkungan kerja karena Anda jarang membuat keputusan buruk dan impulsif yang dapat memengaruhi kinerja Anda. Anda akan menggunakan logika dan pemikiran untuk mempertimbangkan konsekuensi dari sebuah keputusan sebelum memberikan reaksi. Kecerdasan emosional merupakan hal paling dasar dari kesuksesan sebuah pekerjaan. Orang-orang dengan kecerdasan emosional memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatasi stres, memecahkan masalah yang kompleks, dan bekerjasama dengan orang lain. Beberapa orang terlahir dengan kecerdasan emosional ini. Namun, kecerdasan ini dapat dipelajari. Kemampuan untuk mengerti diri sendiri dan memahami emosi orang lain dapat memberikan dampak yang positif terhadap hubungan Anda, dan membantu Anda untuk sukses di lingkungan kerja.