Ingin Cegah Kehamilan? Ketahui Manfaat Menggunakan KB Spiral

Dalam mengendalikan kehamilan, ada banyak metode kontrasepsi yang bisa Anda gunakan. Umumnya, perempuan Indonesia lebih banyak memilih menggunakan pil KB atau KB suntik untuk mengontrol kehamilan. Akan tetapi, tahukah Anda mengenai upaya kontrasepsi dengan KB spiral?

Meski tidak sepopuler pil KB dan KB suntik, pemakaian KB spiral juga sering dijadikan pilihan untuk menjalankan program keluarga berencana. KB spiral merupakan alat kecil berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim. Biasanya, alat ini terbuat dari bahan plastik atau tembaga dan memiliki tekstur yang fleksibel.  

Perbedaan KB spiral dengan metode kontraspesi lainnya

Terdapat dua jenis KB spiral yang umumnya digunakan, yaitu hormonal dan nonhormonal. Spiral hormonal melepaskan progestin, yaitu hormon progesteron buatan untuk menghambat sperma mencapai sel telur. Sementara, spiral nonhormonal bekerja dengan menebalkan dinding rahim dan melepas ion, sehingga melemahkan pergerakan sperma.

Prosedur pemasangan KB spiral dilakukan oleh dokter di rumah sakit atau klinik bersalin. Dokter akan menggunakan sebuah alat untuk memperlebar lubang vagina Anda lalu memasukkan spiral ke dalam rahim.

Setelah pemasangan, spiral dapat bekerja untuk mencegah kehamilan selama 5-10 tahun. Tidak seperti pil KB atau KB suntik, pemakaian spiral sebagai upaya kontrasepsi bisa menghemat waktu tanpa harus melakukan rutinitas tertentu setiap harinya.

Manfaat KB spiral untuk mencegah kehamilan

Setiap upaya kontrasepsi memiliki kelebihan masing-masing. KB spiral juga membawa manfaat yang berbeda dengan manfaat dari Pil KB serta KB suntik. Beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan adalah:

  • Hemat biaya, karena Anda tidak perlu membeli tablet atau suntik secara berkala
  • Dapat mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang lama
  • Memungkinkan untuk segera hamil kembali setelah spiral diangkat
  • Bisa digunakan di masa menyusui
  • Tidak ada efek samping hormonal, seperti jerawat, sakit kepala, dan lain sebagainya
  • Bisa digunakan oleh sebagian besar wanita

Secara khusus, pemasangan spiral nonhormonal tidak akan mempengaruhi kadar hormon di dalam tubuh Anda. Karena itu, resiko Anda mengalami masalah hormonal juga lebih rendah.

Spiral hormonal juga memiliki kelebihan untuk mengurangi nyeri pada saat menstruasi, namun beresiko menimbulkan masalah hormonal seperti gangguan suasana hati, jerawat, bahkan resiko kanker ovarium.

Kekurangan penggunaan KB spiral

Sama seperti pemakaian pil KB dan KB suntik, pemakaian KB spiral pun juga tidak terlepas dari resiko dan efek samping. Beberapa kekurangan dari metode kontrasepsi ini antara lain:

  • Rasa sakit saat spiral pertama kali dimasukkan
  • Nyeri punggung selama beberapa hari setelah pemasangan
  • Spotting selama 3-6 bulan setelah pemasangan
  • Menstruasi berat yang disertai dengan nyeri
  • Beberapa jenis spiral dapat memperburuk rasa nyeri saat menstruasi
  • Menganggu siklus menstruasi

Dalam beberapa kasus tertentu, alat spiral mungkin saja terlepas sebagian atau terlepas sepenuhnya. Oleh sebab itu, usai menstruasi, Anda perlu memeriksa kondisi spiral menggunakan jari, memastikan alat spiral tidak keluar pada masa menstruasi.

Selain itu, spiral tidak dapat melindungi dari infeksi menular seksual. Oleh sebab itu, pemakaian alat kontrasepsi barrier seperti kondom sebaiknya tetap digunakan.

Resiko pemakain KB spiral berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian orang mungkin rentan mengalami infeksi pinggu selama 20 hari setelah pemakaian. Apabila hal ini terjadi, segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Umumnya, gejala-gejala yang timbul setelah pemasangan KB spiral akan berkurang setelah kurang lebih 3-6 bulan. Anda dianjurkan untuk kembali berkonsultasi dengan dokter apabila gejala masih dirasakan hingga lebih dari 6 bulan.