Alasan Kepribadian Introvert pada Anak Bukan Hal Negatif

Kepribadian yang introvert seringkali diidentikkan dengan sifat yang pendiam dan pemalu. Padahal, introvert bukan hanya terbatas pada ciri khas tersebut. Ada banyak hal yang perlu Anda pahami mengenai kepribadian introvert, khususnya introvert pada anak. 

Anak dengan kepribadian introvert tidak selalu diam sepanjang hidupnya. Dalam situasi tertentu, mereka juga bisa menjadi periang dan ramah seperti extrovert. Perbedaan antara introvert dan extrovert sebenarnya terletak pada cara mereka dalam mengembalikan energi setelah melakukan pekerjaan dalam waktu yang lama. 

Miskonsepsi tentang kepribadian introvert pada anak

Banyak orang tua mengharapkan anak mereka bisa menjadi pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Melihat anak yang lebih sering menghabiskan waktu sendirian dan menjadi pendiam seringkali memicu kekhawatiran orang tua. 

Padahal, menurut ilmu psikologi, setiap anak pada dasarnya memiliki kepribadian yang introvert. Kepribadian ini bukanlah suatu kepribadian yang bisa dipilih sendiri, melainkan kepribadian dasar yang telah terbentuk sejak masih kecil.

Salah satu miskonsepsi paling umum mengenai kepribadian introvert pada anak adalah pandangan bahwa anak yang introvert lebih sering kesepian. Ada juga yang beranggapan bahwa anak introvert adalah anak yang pemalu dan asosial.

Akan tetapi, introvert justru memiliki beberapa aspek positif yang tidak dimiliki oleh anak-anak yang extrovert. Salah satunya adalah sensitivitas terhadap isu-isu dan makna sosial dari hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

Dibandingkan dengan anak yang extrovert, anak-anak dengan kepribadian introvert lebih bisa berempati dengan orang lain. Mereka memang tidak bisa mendapatkan banyak teman dalam waktu singkat, tetapi hubungan pertemanan dijalin dengan lebih dalam dan bertumbuh seiring berjalannya waktu. 

Ciri khas kepribadian introvert pada anak

Selain pendiam dan memiliki rasa empati tinggi, ada beberapa ciri khas lain dari anak yang memiliki kepribadian introvert. Ciri khas tersebut antara lain: 

  • Lebih perasa

Anak dengan kepribadian introvert cenderung lebih perasa dan sensitif. Karena sensitivitas ini, mereka menjadi lebih peka pada orang lain. 

Akan tetapi, di satu sisi, kepedulian terhadap orang lain itu membuat mereka juga mudah merasakan kesedihan atau kesulitan yang dirasakan orang lain, sehingga mereka lebih mudah merasa tertekan. 

  • Lelah dengan interaksi sosial

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap anak yang introvert memiliki sisi ekstrovert di dalam diri mereka. Sisi ekstrovert itu akan muncul ketika mereka bermain dengan anak-anak lain dan bersosialisasi.

Perbedaan signifikan antara extrovert dengan introvert adalah cara mereka mengembalikan energi. Meskipun anak introvert tetap bisa bersosialisasi dengan teman lain, mereka akan mudah merasa lelah setelah melakukan interaksi sosial. 

  • Kelompok pertemanan yang kecil dan erat

Dibandingkan dengan anak ekstrovert, anak-anak yang introvert mungkin memiliki lingkaran pertemanan yang lebih sempit. Akan tetapi, seluruh orang dalam lingkaran pertemanan itu benar-benar dianggap sebagai teman. Anak Anda akan memiliki hubungan yang sangat dekat dan dalam dengan mereka. 

Memiliki lingkaran pertemanan yang kecil bukan berarti anak Anda kesepian. Sebaliknya, kelompok pertemanan yang kecil itu justru sangat berharga bagi anak Anda dan anak Anda akan merasa lebih bahagia menghabiskan waktu bersama mereka, dibandingkan dengan teman-teman lain di luar kelompok tersebut. 

Masing-masing kepribadian memiliki sisi positif dan negatif. Sebagai orang tua, Anda tidak perlu khawatir mengenai kepribadian introvert pada anak. Seiring berjalannya waktu, bisa saja kepribadian anak Anda berubah dan berkembang secara bertahap.