Apa Itu Obat Cefotaxime? Ketahui Lebih Lanjut

Cefotaxime adalah sebuah antibiotik sefalosporin yang bekerja dengan cara melawan bakteri yang ada di dalam tubuh. Obat ini digunakan untuk merawat berbagai jenis infeksi bakteri, termasuk infeksi yang parah dan mengancam nyawa. Cefotaxime juga digunakan untuk mencegah infeksi pada mereka yang akan mendapatkan tindakan medis operasi. Anda tidak boleh menggunakan obat ini apabila Anda memiliki alergi terhadap cefotaxime atau antibiotik serupa, misalnya cefdinir, cefprozil, cefuroxime, cephalexin, dan lain-lain. 

Untuk memastikan cefotaxime aman digunakan oleh Anda, beritahu dokter apabila Anda memiliki alergi terhadap penggunaan penicillin, penyakit ginjal, penyakit hati, gangguan lambung atau usus yang disebut colitis, diabetes, gangguan ritme jantung, dan apabila Anda menggunakan furosemide. Selain itu, beritahu dokter apabila Anda hamil atau berencana untuk hamil. Karena cefotaxime dapat ikut tercampur pada ASI dan dapat membahayakan bayi yang sedang menyusui, beritahu dokter apabila Anda sedang dalam masa menyusui. 

Bagaimana menggunakan cefotaxime?

Dalam menggunakan cefotaxime, ikuti semua petunjuk yang ada pada label resep. Jangan menggunakan obat ini dalam dosis yang lebih besar ataupun lebih kecil dari yang direkomendasikan. Cefotaxime disuntikkan ke dalam otot atau pembuluh darah melalui IV. Jangan menggunakan obat ini apabila Anda tidak tahu bagaimana menggunakannya dengan tepat. Cefotaxime harus dicampur dengan cairan pengencer (diluent) sebelum menggunakannya. Apabila Anda menggunakannya sendiri di rumah, pastikan Anda memahami bagaimana mencampur obat dengan takaran yang tepat serta bagaimana menyimpannya. 

Gunakan cefotaxime dalam waktu yang direkomendasikan dalam resep obat. Gejala yang Anda alami dapat membaik sebelum infeksi benar-benar dibersihkan dari dalam tubuh. Melewatkan dosis harian juga dapat meningkatkan risiko Anda dalam menderita infeksi yang resisten terhadap antibiotik di kemudian hari. Perlu diingat bahwa cefotaxime tidak akan merawat infeksi virus seperti flu dan demam. 

Obat yang dapat memengaruhi cefotaxime dan efek samping

Cefotaxime dapat membahayakan ginjal. Efek ini meningkat ketika Anda menggunakan obat-obatan tertentu, termasuk antivirus, chemotherapy, antibiotik suntik, obat untuk gangguan pencernaan, obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ, obat osteoporosis yang dapat disuntikkan, dan beberapa obat artritis untuk meredakan nyeri (aspirin). Obat-obatan lain juga dapat berinteraksi dengan cefotaxime, termasuk obat resep dan obat OTC, vitamin, dan produk-produk herbal. Beritahu dokter tentang semua obat-obatan yang sedang Anda gunakan. 

Sama halnya dengan obat-obatan lain pada umumnya, cefotaxime juga dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping yang akan disebutkan berikut ini akan terjadi, apabila gejala timbul hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan medis secepatnya. Adapun beberapa efek samping tersebut di antaranya adalah kram di perut, kotoran yang berwarna hitam, perut kembung, sakit dada, menggigil, diare, kesulitan bernapas, kesulitan menelan, pusing, detak jantung yang cepat, demam, gatal-gatal dan ruam kulit, meningkatnya rasa haus, pembengkakan di wajah dan bagian tubuh lainnya, mual atau muntah, rasa sakit atau kesulitan buang air kecil, radang tenggorokan, kelenjar yang membengkak, dada terasa sesak, dan turunnya berat badan yang tidak normal. 

Beberapa efek samping cefotaxime dapat terjadi tanpa membutuhkan perawatan medis apapun. Efek samping seperti ruam dan pembengkakan/nyeri di daerah suntikan akan hilang saat masa perawatan karena tubuh mulai menyesuaikan dengan obat tersebut. Dokter juga akan memberitahu Anda hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah sekaligus mengatasi gejala efek samping yang timbul.