Apa Itu Marjoram dan Apa Manfaatnya?

Marjoram adalah sebuah rempah unik yang sangat populer ditambahkan ke dalam makanan khas Mediterania. Selain sebagai bahan makanan, marjoram diambil manfaatnya sebagai obat herbal karena mengandung beberapa senyawa yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi mereka yang mengonsumsinya. Artikel ini akan membahas seputar hal-hal yang perlu Anda ketahui soal marjoram serta manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. 

Apa itu marjoram?

Marjoram, juga dikenal dengan sebutan marjoram manis, merupakan tanaman herbal wangi dari keluarga mint yang telah dibudidayakan di Mediterania, Afrika Utara, dan Asia Barat selama ribuan tahun. Marjoram mirip oregano, namun memiliki rasa yang lebih lembut dan sering digunakan sebagai hiasan salad, sup, dan hidangan daging. Marjoram kering memiliki rasa yang lebih kuat, namun tanaman herbal ini juga dapat digunakan dalam keadaan segar. Selain itu, marjoram juga terbukti memiliki beberapa sifat anti-peradangan dan antibakteri. Marjoram telah digunakan dalam dunia kesehatan untuk membantu merawat beberapa kondisi penyakit, seperti gangguan pencernaan, infeksi, dan menstruasi yang menyakitkan. Daun yang kering ataupun segar dapat digunakan sebagai ekstrak ataupun dibuat menjadi teh untuk diminum. Keduanya dapat ditemukan di toko-toko kesehatan ataupun Anda bisa membelinya online. Penting untuk diingat bahwa ekstrak marjoram memiliki kekuatan dan kemurnian yang bervariasi, tergantung pada produsen dan sumber produk tersebut. Guna memastikan Anda mendapatkan produk berkualitas tinggi, cari informasi lebih dalam mengenai masing-masing produk ataupun sertifikasi setiap produk. 

Potensi manfaat marjoram

Penelitian menunjukkan bahwa marjoram memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti:

  • Sifat antioksidan dan anti-peradangan

Antioksidan membantu mencegah kerusakan sel yang disebabkan karena molekul yang berpotensi membahayakan tubuh yang dikenal dengan nama radikal bebas. Beberapa senyawa yang ditemukan di dalam marjoram, seperti carvacrol, telah terbukti memiliki efek antioksidan. Khususnya, marjoram dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh. Meskipun peradangan merupakan sebuah respon tubuh normal, peradangan kronis dapat meningkatkan risiko beberapa jenis penyakit, seperti diabetes, kanker, dan gangguan autoimun. Sehingga, mengurangi peradangan dapat menurunkan risiko Anda dalam menderita penyakit-penyakit tersebut. 

  • Memiliki aktivitas antibakteri

Marjoram juga telah menunjukkan sifat antibakteri. Penggunaan yang umum dijumpai adalah dengan melarutkan minyak esensial marjoram pada kulit untuk merawat infeksi jamur, serta minum suplemen untuk membantu merawat pertumbuhan berlebih bakteri di usus. Namun, penelitian lanjutan masih dibutuhkan guna memastikan keefektifan klaim kedua penggunaan tersebut. Selain itu, tanaman herbal ini juga digunakan sebagai pestisida alami untuk berbagai tanaman.

  • Membantu mengatasi gangguan pencernaan

Marjoram telah lama digunakan untuk mencegah gangguan pencernaan seperti maag dan beberapa penyakit yang disebabkan karena makanan. Sebuah studi pada 6 rempah menunjukkan bahwa marjoram dapat melawan Clostridium perfringen, patogen yang umum dijumpai menular dalam makanan. Sebagai tambahan, studi pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak marjoram dapat melindungi dari maag. Namun, studi pada manusia masih tetap dibutuhkan. 

  • Membantu mengatur siklus menstruasi dan hormon

Marjoram terbukti dapat meningkatkan aliran menstruasi. Ekstrak atau teh marjoram juga dapat membantu mengatur siklus menstruasi, juga mengembalikan keseimbangan hormon pada wanita yang tidak hamil yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur. 

Manfaat marjoram lain juga kemampuannya dalam membantu mengatasi sindrom ovarium polikistik (PCOS), sebuah gangguan hormon dengan gejala seperti menstruasi tidak teratur dan jerawat. Sebuah studi pada 25 wanita yang menderita PCOS menemukan bahwa teh marjoram dapat meningkatkan profil hormon dan sensitivitas insulin mereka. Untuk menghindari risiko kesehatan apapun, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan suplemen herbal apapun pada saat menstruasi.

Mengenal Triphala, Poliherbal yang Kaya Manfaat

Berasal dari salah satu daerah di India, Triphala adalah salah satu formula poliherbal yang disebut sebagai obat alami untuk berbagai kondisi kesehatan. Triphala memiliki arti “tiga buah” dan sebagaimana artinya tersebut, komposisi triphala terdiri dari tiga tanaman yaitu gooseberry India (Emblica officinalis), black myrobalan (Terminalia chebula), dan belleric myrobalan (Terminalia belerica)

Triphala digunakan sejak dahulu bagi masyarakat Ayurveda, India. Penggunaan poliherbal ini umumnya sebagai pengobatan asam lambung hingga gigi berlubang. Selain itu, triphala juga disebut dapat memperpanjang usia, meningkatkan kekuatan, dan berguna bagi kesehatan secara keseluruhan. 

Komposisi Penyusun Triphala

Seperti yang telah disebutkan, poliherbal ini terdiri dari tiga tanaman yang dipercaya mempunyai banyak khasiat. Komposisi penyusun triphala adalah sebagai berikut:

  1. Gooseberry India (Emblica officinalis)

Gooseberry India yang juga dikenal sebagai amla adalah salah satu buah yang populer sebagai pengobatan di Ayurveda. Gooseberry india memiliki rasa asam yang tajam serta bertekstur serat.

Amla memiliki kandungan yang sangat bergizi, tinggi vitamin C, mineral, dan asam amino. Senyawa lainnya yang terdapat dalam buah ini adalah fenol, phyllembelic acid, rutin, tanin, curcuminoids dan emblicol. Beberapa penyakit yang diyakini dapat diobati oleh amla, seperti sembelit dan pencegahan kanker.

  1. Belleric myrobalan (Terminalia belerica)

Belleric myrobalan atau Bibhitaki adalah tanaman penyusun triphala yang tumbuh di Asia Tenggara dan merupakan tanaman pohon besar. Kandungan senyawa yang dimiliki oleh belleric myrobalan adalah seperti tanin, asam elagat, asam galat, lignan, flavonoid, dan senyawa lainnya yang memiliki khasiat bagi kesehatan.

Buah dari pohon Bibhitaki digunakan dalam beberapa pengobatan tradisional seperti mengatasi infeksi bakteri dan virus. Selain itu, buah dari Bibhitaki juga dipercaya memiliki sifat antiperadangan, mengatasi diabetes, dan mengendalikan kadar gula darah.

  1. Black myrobalan (Terminalia chebula)

Black myrobalan juga dikenal dengan nama haritaki, merupakan komposisi terakhir dari triphala yang tumbuh di Timur Tengah, Cina, India, dan Thailand. Black myrobalan memiliki buah kecil berwarna hijau yang dimanfaatkan sebagai obat. 

Haritaki mempunyai kandungan senyawa terpene, polifenol, antosianin, dan flavonoid yang mana kandungan-kandungan tersebut memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Karena manfaatnya yang banyak, tanaman ini mendapatkan rujukan sebagai “raja obat” dalam pengobatan Ayurveda.

Manfaat Triphala bagi Kesehatan

Sebagai poliherbal, triphala mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat yang diberikan oleh triphala adalah sebagai berikut:

  1. Menangkal aktivitas radikal bebas

Triphala mempunyai kandungan antioksidan yang baik bagi tubuh, termasuk di dalamnya terdapat vitamin C, polifenol, tanin, flavonoid, dan saponin. Zat antioksidan membantu melawan stres oksidatif yang disebabkan dari radikal bebas.

  1. Menurunkan risiko kanker

Pada riset yang dilakukan pada hewan dan uji tabung, triphala disebut dapat menurunkan risiko kanker. Triphala mempunyai kadar antioksidan yang kuat dan berkontribusi terhadap efek antikanker.

Poliherbal ini mempunyai potensi untuk menghambat pertumbuhan kanker lambung, limfoma, dan kanker pankreas pada tikus. Pada uji tabung, triphala dapat menyebabkan kematian pada sel kanker. Namun, untuk efek pada manusia masih diperlukan penelitian lebih dalam.

  1. Mencegah masalah pada gigi

Poliherbal triphala menawarkan manfaat dalam kesehatan gigi, termasuk pengurangan plak, pencegahan penyakit gusi serta gigi berlubang.

Dalam sebuah penelitian Journal of Periodontology di tahun 2016 disebutkan bahwa orang dewasa yang menggunakan triphala sebagai obat kumur memiliki pengurangan plak mulut, bakteri mulut, dan radang gusi.

  1. Membantu menurunkan berat badan

Manfaat berikutnya yang ditawarkan triphala adalah menurunkan berat badan. Bagi Anda yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, Anda dapat mencoba untuk menggunakan poliherbal ini.

Di dalam sebuah studi, disebutkan bahwa 62 orang dewasa dengan obesitas diberikan suplemen bubuk triphala sebanyak 10 gram per hari. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang lebih besar dengan kelompok yang mengkonsumsi plasebo.

  1. Sebagai pencahar alami

Triphala dikenal sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit dan alternatif obat pencahar.

Triphala juga disebutkan dapat memperbaiki kerusakan pada usus, mengurangi rasa sakit perut, dan memperbaiki kualitas dari ritual buang air besar.

  1. Memperlambat perkembangan penyakit mata karena faktor usia

Tanaman yang menjadi komposisi triphala mempunyai kandungan vitamin E, flavonoid, dan polifenol. Kandungan senyawa tersebut merupakan antioksidan yang kuat.

Zat antioksidan dapat menetralkan radikal bebas yang merusak sel pada tingkat molekuler. Antioksidan pada triphala dapat mencegah perkembangan penyakit penuaan tertentu seperti katarak. 

Kemungkinan Efek Samping

Triphala dapat dikatakan cukup aman untuk dikonsumsi, namun triphala juga mempunya beberapa efek samping. Triphala memiliki manfaat sebagai pencahar ringan, sehingga hal ini dapat menyebabkan efek samping seperti efek samping gastrointestinal, termasuk gas, sakit perut, kram, dan diare. Efek samping seperti ini dapat terjadi dengan dosis yang lebih kecil.

Selain itu, salah satu komponen triphala yaitu  gooseberry India dapat meningkat risiko perdarahan dan memar, sehingga bagi Anda yang memiliki gangguan perdarahan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi poliherbal ini.

Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi triphala untuk menghindari efek samping yang dapat terjadi.

Apakah Boleh Menggunakan Minyak Zaitun untuk Pelumas Saat Bercinta?

Bukan hal yang jarang diketahui ketika seseorang menggunakan pelumas dalam sesi bercinta, tujuannya agar hubungan tersebut menjadi lebih nikmat dan lancar. Namun demikian, baik pria dan perempuan tidak boleh sembarangan dalam memilih pelumas. Perlu diketahui manfaat minyak zaitun untuk pria, karena salah satunya diklaim mampu digunakan sebagai pelumas.

Minyak zaitun dikenal memiliki banyak manfaat ketika dikonsumsi manusia, baik secara oral maupun untuk perawatan tubuh lainnya. Mulai dikonsumsi sebagai bahan makanan, perawatan kulit dan rambut dan sebagai pelumas ketika berhubungan badan. Namun, sangat disarankan menggunakan minyak zaitun yang asli dan alami secukupnya serta tidak berlebihan.

Manfaat Minyak Zaitun untuk Pria

Berkaitan dengan hubungan intim, dari sekian banyak jenis pelumas salah satu yang dinilai paling aman bagi kesehatan adalah minyak zaitun. Minyak ini memiliki sifat alami, kemudian dalam penggunaan sebagai pelumas juga bisa memberikan beragam manfaat kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa digunakan sebagai pelumas seks.

  • Minyak zaitun cenderung lebih licin untuk kulit ketimbang produk-produk yang mengandung bahan kimia.
  • Minyak ini diketahui mengandung sifat melembabkan sehingga sangat membantu masalah vagina kering.
  • Beberapa produk yang mengandung minyak zaitun memang ditujukan sebagai bahan masakan bukan untuk kulit, sehingga bisa dijadikan sebagai pelumas seks oral.

Namun demikian, perlu diketahui jika menggunakan produk apa saja termasuk minyak zaitun pada area kewanitaan dapat menimbulkan efek samping. Yang paling sering terjadi dialami perempuan, yakni munculnya infeksi jamur dan infeksi bakteri pada vagina. Minyak zaitun bisa mengganggu keseimbangan koloni bakteri pada vagina.

Diketahui bahwa vagina memang sudah memiliki sistem khusus untuk menjaga kadar bakteri baik tetap lebih banyak dan lebih kuat ketimbang bakteri jahat serta jamur penyebab infeksi. Hal inilah sangat disarankan jika minyak zaitun tidak digunakan sebagai pelumas seks sehari-hari. Khusunya untuk perempuan karena sangat rentan terkena infeksi vagina.

Efek Samping Minyak Zaitun Sebagai Pelumas

  • Merusak Kondom Lateks

Minyak zaitun bisa menyebabkan kerusakan pada lateks, bahan dasar pembuatan kondom dibuktikan dengan fakta bahwa kerusakan bisa terjadi hanya dalam hitungan satu menit.

  • Menyumbat Pori-pori

Perlu diketahui bahwa minyak zaitun tidak mudah terserap ke dalam kulit, penggunaan minyak ini sebagai pelumas saat seks justru malah menyumbat pori-pori yang terdapat di sekitar kemaluan dan berisiko menimbulkan jerawat di area tersebut.

  • Risiko Terkena Infeksi

Bahan dasar minyak dalam pemakaiannya sebagai pelumas seks bisa menjebak bakteri di vagina dan anus. Kondisi rentan memunculkan terjadinya infeksi, meskipun tidak secara spesifik. Dalam sebuah penelitan disebutkan bahwa penggunaan pelumas jenis minyak pada vagina dapat meningkatkan risiko seorang perempyan terkena infeksi jamur.

  • Alergi

Meskipun kemungkinannya sangat kecil, penggunaan minyak zaitun juga dapat menyebabkan alergi. Kebanyakan orang yang mengalami alergi minyak zaitun biasanya juga akan mengalami ruam atau gatal-gatal ketika tubuhnya terpapar.

Sangat dianjurkan untuk melakukan uji tempel dengan mengoleskan sedikit minyak zaitun ke area kulit di lengan sebelum menggunakannya sebagai pelumas seks. Manfaat minyak zaitun untuk pria, tepatnya sebagai pelumas seks dikatakan aman. Dengan catatan digunakan dalam beberapa keadaan, atau keadaan mendesak.

Selain itu, apabila seseorang ingin menggunakan pelumas saat berhubungan intim, akan lebih baik jika sebelumnya dikonsultasikan dengan pasangan. Hal ini dikarenakan perempuan secara otomatis akan memproduksi cairan pelumas alami ketika tubuh menerima rangsangan seksual yang cukup.