Mengenal Penyakit Demensia, Gejala dan Tahap Penyakit

Penyakit demensia merupakan sebuah kondisi penurunan fungsi kognitif. Sesungguhnya demensia bukanlah sebuah “penyakit”, melakukan sekumpulan gejala perubahan perilaku dan hilangnya kemampuan mental. Penurunan tersebut, termasuk hilangnya ingatan dan kesulitan berpikir dan berbicara/berbahasa, dapat bersifat parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit atau cidera. Beberapa demensia dapat bersifat progresif, dalam arti kondisi ini dapat berubah menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Beberapa demensia dapat dirawat dan bahkan reversible. Artikel ini akan membahas penyakit demensia dengan lebih mendetail.

Gejala demensia yang patut diwaspadai

Pada tahap awal perkembangan, penyakit demensia dapat menyebabkan beberapa gejala umum seperti:

  • Tidak mudah menerima perubahan. Anda memiliki kesulitan dalam menerima perubahan pada jadwal dan lingkungan yang ada di sekitar.
  • Perubahan dalam pembuatan memori atau ingatan jangka pendek. Anda atau orang yang Anda sayangi dapat mengingat kejadian 15 tahun lalu layaknya hal tersebut baru saja terjadi kemarin. Namun, mereka tidak dapat mengingat kejadian baru-baru ini.
  • Mencari kata-kata yang tepat. Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat atau hubungan antar kata.
  • Sering mengulang. Anda dapat bertanya pertanyaan yang sama, melakukan tugas yang sama, atau menceritakan cerita yang sama berulang kali.
  • Bingung. Tempat yang tadinya Anda kenal sebelumnya sekarang menjadi asing. Anda lupa orang-orang yang Anda kenal sebelumnya.
  • Perubahan suasana hati. Depresi, frustasi, dan mudah marah sering dijumpai pada orang-orang yang menderita penyakit demensia.

Gangguan ingatan tidak selamanya menjadi tanda penyakit demensia. Tanda-tanda tersebut di atas juga dapat mengindikasikan bahwa Anda mengalami penurunan ingatan dan kemampuan mental.

Tahap penyakit demensia

Dalam kebanyakan kasus, penyakit demensia bersifat progresif, dalam arti akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Demensia berkembang secara berbeda pada masing-masing orang, namun kebanyakan orang mengalai tahapan penyakit demensia berikut ini:

  • Gangguan kognitif ringan

Orang yang lebih tua dapat menderita gangguan kognitif ringan namun tidak akan mengembangkan penyakit demensia atau gangguan mental lain. Mereka dengan gangguan kognitif ringan akan mudah lupa, kesulitan menemukan kata yang tepat, dan memiliki masalah ingatan jangka pendek.

  • Demensia ringan

Pada tahap ini, orang dengan penyakit demensia dapat berfungsi secara mandiri. Beberapa gejala yang dialami pada tahap ini adalah penyimpangan ingatan jangka pendek, perubahan kepribadian seperti mudah marah dan depresi, mudah lupa, kesulitan melakukan tugas kompleks dan pemecahan masalah, dan kesulitan mengekspresikan emosi atau ide.

  • Demensia sedang

Pada tahap ini, penderita demensia membutuhkan bantuan dari keluarga atau penyedia layanan kesehatan. Ini dikarenakan demensia dapat mengganggu tugas atau aktivitas sehari-hari. Gejala yang dialami di antaranya adalah mudah bingung dan frustasi, hilangnya ingatan, membutuhkan bantuan untuk memakai baju atau mandi, dan perubahan kepribadian yang signifikan.

  • Demensia parah

Pada tahap akhir demensia, gejala fisik dan mental dari kondisi ini terus menurun. Gejala yang dialami di antaranya adalah ketidakmampuan untuk menjaga fungsi tubuh, seperti berjalan, buang air, dan bahkan menelan, kesulitan dalam berkomunikasi, membutuhkan perawatan penuh, dan meningkatnya risiko infeksi.

Orang-orang dengan penyakit demensia akan terus berkembang melewati tahapan penyakit ini dalam waktu yang berbeda-beda. Memahami tanda-tanda dan tahapan demensia dapat membantu Anda mempersiapkan diri untuk kemudian hari. Sulit bagi dokter dan penyedia layanan kesehatan untuk tahu harapan hidup orang-orang dengan penyakit demensia. Namun, demensia tahap akhir dianggap merupakan tahap terminal.