Mengapa Indonesia Cuma Terima Bahan Baku Vaksin Covid-19?

Pertanyaan tersebut mungkin muncul sejurus salah satu rekanan Indonesia dalam menjalankan program vaksinasi covid-19, Sinovac, hanya mengirim bulk atau bahan baku vaksin covid-19. 15 juta dosis bahan baku dari Tiongkok itu tiba sekira dua pekan yang lalu.

Perlu diketahui, bahwa ini adalah gelombang pengiriman yang ketiga. Sebelumnya, pada akhir Desember 2020, Indonesia telah menerima 3 juta dosis produk jadi vaksin covid-19. Jawaban dari pertanyaan, “Mengapa Indonesia cuma terima bahan baku vaksin covid-19” yakni dalam rangka menjaga kualitas sekaligus sebagai bentuk kerja sama alih teknologi dari Sinovac ke Bio Farma. 

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto dalam jumpa pers setelah menerima bulk tersebut. “Untuk memastikan bahan baku yang dikirim dari Sinovac ini masih terjaga kualitasnya dan sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga bisa diteruskan menjadi produk jadi.”

Bio Farma adalah perusahaan di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang farmasi. Lebih lanjut, kerjasama alih teknologi ini dijalankan dalam teknis fill and finish product dan quality control. Artinya, Bio Farma akan mengolah sedemikian rupa bahan baku vaksin covid-19 itu hingga menjadi produk jadi siap pakai.

Jutaan bulk itu dikirim dari Tiongkok dengan menggunakan sembilan envirotainer atau semacam peti kemas khusus. Nantinya, bahan baku vaksin covid-19 yang diolah menjadi produk jadi oleh Bio Farma ini akan tersedia dalam kemasan multi dose 10 dosis per vial untuk penggunaan 10 penerima vaksin.

Sebelum bahan baku ini diolah, bahan baku ini tetap akan dilakukan serangkaian quality control, baik yang dilakukan oleh Bio Farma sendiri, maupun oleh Badan POM. Sehingga nantinya produk vaksin covid-19 ini dipastikan aman dan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia, termasuk dari unsur kehalalan produk.

Lantas, apa saja bahan baku vaksin covid-19 produksi Sinovac yang diterima Indonesia tersebut? Menurut Dr. Neni Nurainy, selaku Project Integration Manager Divisi Riset dan Pengembangan Bio Farma, bahan baku vaksin covid-19 Sinovac menggunakan teknologi inactivated virus, sehingga pengembangannya bisa lebih cepat.

Inactivated virus (virus yang sudah tidak aktif atau yang sudah mati) didapat dari sampel virus corona dari pasien yang terinfeksi. Kemudian, virus tersebut dinonaktifkan atau dibunuh dengan menggunakan panas, bahan kimia, atau radiasi.

Virus yang sudah tidak aktif ini selanjutnya akan dicampurkan dengan beberapa senyawa yang bisa meningkatkan respons terhadap vaksin. Kelak, saat disuntikkan, vaksin dari bahan baku ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi terhadap virus sehingga mampu membendung serangan virus yang masih hidup. 

Rata-rata pengembang vaksin dari Tiongkok menggunakan bahan baku ini. Selain Sinovac, beberapa pengembang vaksin Covid-19 lain yang menggunakan bahan baku virus yang tidak aktif adalah Sinopharm, Sinopharm-Wuhan, dan Bharat Biotech.

Lebih lanjut, Neni mengatakan Sinovac menggunakan teknologi inactivated ini karena meski merupakan teknologi lama, masih dapat digunakan dan efektif. Kelebihan dari teknologi ini adalah pembuatannya mudah, sudah banyak lisensi vaksin dengan teknologi serupa, serta sudah ada fasilitas yang existing.

Kendati demikian, Neni mengakui jumlah virus dengan kuantitas tinggi, entigritas epitop harus diuji terkait proses inaktivasi. Selain itu setiap perubahan komponen sekecil apa pun, seperti perbedaan bahan baku vaksin covid-19 yang digunakan maka akan berdampak pada efektivitas dan harus ada izin dari WHO dan BPOM. 

Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam produksi vaksin covid-19. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan vaksin saat pandemi. Dari banyak unsur yang harus diperhatikan, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan yakni kecepatan, biaya yang besar, skala yang besar, dan akses pemberian vaksin. Oleh karenanya, pemilihan bahan baku vaksin covid-19 harus diperhitungkan dengan matang.