Setelah Katakan “I Do”, Ini Tes Kesehatan Pra Nikah yang Harus Dilakukan

tes kesehatan pra nikah

Menikah adalah suatu momen yang sangat istimewa bagi siapa pun. Ketika Anda sudah memutuskan untuk menikah dengan seseorang, dan bersedia untuk menghabiskan sisa hidup Anda dengan seseorang tersebut, penting untuk mengetahui pasangan dari A sampai Z, termasuk status kesehatan pasangan Anda.

Oleh karena itu, sebelum resmi menikah Anda dan pasangan disarankan untuk melakukan tes kesehatan pra nikah untuk membantu mempersiapkan diri dengan baik. Nah, berikut beberapa jenis tes yang perlu Anda dan pasangan lakukan sebelum menikah.

Beberapa tes kesehatan pra nikah

  1. Tes golongan darah

Tidak semua orang dapat mendonorkan darahnya kepada semua orang. Oleh karena itu penting untuk mengetahui golongan darah satu sama lain. Karena golongan darah tertentu tidak compatible satu sama lain dan dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan. Atau biasa terjadi ketidakcocokan rhesus.

Golongan darah Anda bisa A, B, O, atau AB, tetapi ada komponens lain yang disebut sebagai faktor rhesus. Faktor rhesus bisa positif atau negatif. Jadi, jika seorang wanita dengan rhesus negatif menikah dengan suami dengan rhesus positif, ada kemungkinan 50% bayinya akan menjadi positif rhesus. Dalam kasus ini, jika tindakan pencegahan tidak dilakukan selama kehamilan, ini dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.

  1. Tes kesuburan

Sebagian besar pasangan ingin langsung  memiliki bayi setelah menikah. Oleh karena itu ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apakah tubuh Anda subur dan layak untuk bereproduksi. Anda dan pasangan harus melakukan tes ini, karena pria bertanggung jawab atas setengah dari semua kasus infertilitas. Tes kesuburan meliputi analisis mani, uji hormonal, scan USG panggul untuk memastikan keadaan organ reproduksi internal dan sebagainya.

  1. Riwayat kesehatan genetik

Baik itu diabetes atau penyakit jantung, ada baiknya untuk mengetahui riwayat keluarga satu sama lain karena hal itu dapat mempengaruhi anak Anda dan kesehatan masa depan Anda.

  1. HIV dan PMS

Hal pertama yang Anda lakukan tes kesehatan pra nikah adalah memeriksa kemungkinan adanya infeksi seumur hidup seperti HIV, hepatitis B dan C serta herpes, serta yang dapat disembuhkan seperti gonore, sifilis, vaginosis bakterial, infeksi jamur, Chlamydia, dan lainnya. Statistik menunjukkan bahwa 50% anak muda akan terkena infeksi menular seksual atau IMS dan tidak menyadarinya.

  1. Tes talasemia

Thalassemia dapat menyebabkan bayi lahir cacat pada masa depan. Oleh karena itu, Anda harus menjalani tes ini sebelum menikah.

  1. Status kesehatan mental

Kesehatan mental yang baik dari kedua pasangan penting untuk pernikahan yang bahagia. Beberapa kondisi kesehatan mental dapat diturunkan kepada keturunan, oleh karena itu penting bagi Anda dan pasangan untuk mengetahui hal ini terlebih dahulu.

  1. Tes penyakit kronis

Semua penyakit kronis yang ada dapat mempengaruhi hasil akhir kehamilan. Pasangan yang akan menikah harus mengetahui status hipertensi dan diabetes mereka.

  1. Tes genotype

Penting untuk melakukan tes kesehatan pranikah jenis genotype untuk menghindari memiliki anak dengan penyakit sel sabit. Penyakit sel sabit dikaitkan dengan cacat pada sel darah merah dan seumur hidup, seringkali mengakibatkan penyakit serius.

Jika Anda dari genotip AA, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tetapi Anda AS, Anda adalah pembawa gen sel sabit dan perhatian harus diberikan untuk mengetahui apakah pasangan Anda juga bukan AS. Jika ya, ada kemungkinan 50% Anda akan memiliki anak dari genotipe SS.

Karena begitu pentingnya melakukan tes kesehatan pra nikah, maka Anda dan pasangan sangat disarankan untuk melakukan beberapa tes tersebut. Hal ini untuk menghindari beberapa kemungkinan penyakit bawaan atau pun penyakit yang bisa muncul karena faktor kesehatan tertentu. Dengan tes ini diharapkan kemungkinan tersebut dapat diminimalisir dan diatasi sebelum terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *