Sering Terjadi Pada Anak, Ini Gejala Henoch-Schonlein Purpura

Henoch-Schnolein Purpura merupakan penyakit yang menyebabkan pembuluh darah kecil meradang dan mengeluarkan darah. Salah satu tanda utama dari penyakit ini adalah munculnya ruam berwarna keunguan pada kulit, khususnya kulit area atas kaki dan bokong.

Sebenarnya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia. Akan tetapi, berdasarkan penelitian, Henoch-Schonlein Purpura paling sering terjadi pada anak-anak, khususnya anak dalam rentang usia 2 hingga 11 tahun. 

Tanda-tanda anak menderita Henoch-Schonlein Purpura

Gejala utama dari kondisi ini adalah ruam yang muncul pada area kulit, dengan warna keunguan. Bintik-bintik pada ruam tersebut akan terlihat seperti memar. Saat Anda menekan ruam, kulit pada area tersebut akan tetap berwarna ungu, bukannya malah menjadi putih seperti dalam kondisi normal.

Ada empat karakteristik utama yang menjadi gejala dari Henoch-Schonlein Purpura, yaitu: 

  • Pembengkakan sendi

Pembengkakan sendi atau arthritis sering terjadi pada anak yang mengalami penyakit ini. Mereka mungkin akan mengalami nyeri dan bengkak di sekitar persendian, terutama di lutut dan pergelangan kaki.

Nyeri sendi terkadang mendahului gejala ruam, sekitar satu sampai dua minggu lebih awal. Seiring dengan sembuhnya penyakit, gejala ini pun juga akan mereda, sehingga tidak meninggalkan kerusakan yang signifikan. 

  • Masalah ginjal

Henoch-Schonlein Purpura juga bisa menimbulkan komplikasi berupa masalah pada kerusakan ginjal. Dalam kebanyakan kasus, masalah ginjal terjadi dalam bentuk kemunculan protein atau darah dalam urin.

Anda bahkan mungkin tidak menyadari adanya kehadiran protein. Kondisi ini umumnya baru dapat dikenali setelah melakukan tes urin. Masalah ginjal ini bisa saja hilang setelah penyakit diobati, tetapi bisa juga berkembang menjadi penyakit baru dalam tubuh anak Anda. 

  • Ruam

Ruam disebut juga dengan purpura. Bentuknya berupa bercak ungu kemerahan yang tampak seperti memar. Ruam ini sebenarnya bisa tumbuh di mana saja, namun paling sering ditemukan pada area bokong, tungkai, dan kaki.

Terkadang, ruam juga bisa muncul di area tubuh lainnya seperti wajah, lengan, dan tubuh. Pada area yang mengalami tekanan, ruam ini mungkin menjadi jauh lebih parah, seperti pada area garis kaus kaki dan pinggang. 

  • Gangguan saluran pencernaan

Tanda lainnya dari kondisi ini adalah gejala berupa gangguan saluran pencernaan. Sebagian besar anak-anak yang menderita Henoch-Schonlein Purpura juga mengalami gejala berupa sakit perut, mual, muntah, dan tinja berdarah.

Terkadang, gejala-gejala saluran pencernaan ini bisa saja muncul terlebih dahulu sebelum gejala berupa ruam. 

Cara menyembuhkan Henoch-Schonlein Purpura

Seringkali, gejala Henoch-Schonlein Purpura tidak perlu diobati. Gejalanya bisa menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu bila didukung dengan istirahat yang cukup serta konsumsi obat pereda nyeri.

Tapi, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat pereda nyeri yang akan diberikan pada anak. Karena, tidak semua obat pereda nyeri bekerja dengan cara yang sama dan baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Dalam kondisi yang cukup parah, dokter mungkin akan memberikan resep obat steroid jangka pendek untuk anak Anda. Obat ini akan bekerja dengan menurunkan kadar peradangan di dalam tubuh.

Karena steroid bisa menimbulkan efek samping yang signifikan, Anda harus mengikuti anjuran dari dokter dengan ketat. 

Selain itu, jika anak Anda mengalami gejala berupa masalah pada ginjal, dokter juga akan memberikan obat yang menekan sistem kekebalan. Obat jenis ini bisa mengobati cedera ginjal akibat kondisi Henoch-Schonlein Purpura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *