Kenali 8 Jenis Makanan Pahit yang Baik Bagi Kesehatan

Kenali 8 Jenis Makanan Pahit yang Baik Bagi Kesehatan

Banyak orang yang menghindari konsumsi makanan pahit karena rasanya yang tidak enak. Tahukah Anda, bahwa ternyata makanan yang tidak disukai ini justru mengandung nutrisi dan vitamin penting bagi tubuh?

Beberapa jenis makanan pahit dapat mencegah tubuh dari berbagai penyakit seperti kolesterol, hipertensi, hingga diabetes. Sebaiknya mulai sekarang biasakan diri untuk makan makanan pahit demi kesehatan tubuh Anda.

Jenis-jenis Makanan Pahit yang Baik Bagi Kesehatan

Makanan pahit mulai dari sayuran hingga buah yang memberikan manfaat positif bagi kesehatan tubuh. Berikut sejumlah makanan pahit yang bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, yaitu:

  1. Pare

Pare disebut dapat menghambat pertumbuhan jenis kanker karena adanya kandungan fitokimia berupa polifenol, triterpenoid, serta flavonoid di dalamnya. 

Selain itu, pare juga bermanfaat menurunkan kadar gula darah yang bagus untuk penderita diabetes. Makanan pahit juga mengandung antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel karena radikal bebas dan menghindari Anda dari risiko terkena penyakit jantung.

  1. Dandelion

Makanan pahit yang satu ini seringnya dipakai untuk hiasan. Ternyata bunga dandelion mengandung vitamin dan mineral yang kaya seperti mangan, kalsium, zat besi, hingga vitamin A, C, dan vitamin K. 

Dandelion juga mengandung karotenoid lutein dan zeaxanthin yang bisa melindungi mata dari katarak dan juga degenerasi makula. Ada juga manfaat lain dandelion yaitu untuk mendorong tumbuhnya bakteri baik di usus melalui kandungan prebiotik inulin dan oligofruktosa. 

  1. Sayuran Cruciferous

Sayuran-sayuran cruciferous seperti kubis, brokoli, dan juga lobak mengandung glukosinolat yang bisa memperlambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker hewan. Akan tetapi masih perlu penelitian lebih lanjut manfaat yang sama bagi manusia.

Menurut datanya, orang yang mengonsumsi banyak sayuran cruciferous berisiko rendah terkena kanker dibanding yang tidak mengkonsumsi jenis sayuran ini. Tapi, penemuan ini perlu dibuktikan lebih lanjut.

  1. Kulit Jeurk

Kulit jeruk sudah tentu sangat pahit rasanya. Namun di balik itu, terdapat kandungan flavanoid yang bisa mengurangi peradangan, sebagai detoks, serta memperlambat pertumbuhan maupun penyebaran sel kanker. Hanya saja, efek tersebut baru diujikan pada hewan saja, belum diuji pada manusia. 

Agar bisa mengonsumsi makanan pahit berupa kulit jeruk ini, bisa dengan menambahkan parutan daun jeruk dalam makanan yang akan dimakan, atau menjadi bumbu campuran untuk manisan.

  1. Teh Hijau

Teh hijau mengandung berbagai macam polifenol yang bermanfaat sebagai antioksidan dan antiradang. Kandungan ini akan mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas, menurunkan risiko terkena penyakit jantung, dan peradangan yang terjadi. 

Meminum secangkir teh hijau setiap hari bisa menurunkan risiko seseorang terkena serangan jantung hingga 20 persen. Selain itu rutin minum teh hijau juga menurunkan risiko terkena kanker jenis-jenis tertentu.

  1. Dark Cokelat

Kakao mengandung polifenol dan antioksidan yang memperlebar pembuluh darah, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi peradangan. Bahan utama pembuatan cokelat ini dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit jantung jika dikonsumsi 5 kali dalam seminggu.

  1. Kranberi

Buah kranberi memang memiliki rasa pahit sehingga sering dihindari. Namun, Anda dapat menikmati buah ini dengan cara dicampurkan ke dalam masakan, dibuat jus, atau bisa juga dikonsumsi secara langsung. 

Meskipun rasanya pahit, kranberi ini mengandung polifenol proanthocyanidins tipe A yang bisa mencegah bakteri menempel pada permukaan jaringan tubuh. Manfaat ini akan bagus sekali untuk mengurangi kerusakan gigi karena bakteri, menurunkan risiko infeksi akibat E. coli di saluran kemih dan usus.

Ada juga kandungan antioksidan dalam kranberi yang dapat meningkatkan kesehatan jantung orang yang rajin mengkonsumsinya.

  1. Kopi

Kopi memang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan karena mengandung polifenol asam klorogenat di dalamnya. Kopi yang dikonsumsi tanpa gula bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung, diabetes, hingga mengurangi kerusakan oksidatif.

Minum 3-4 cangkir kopi dalam sehari bisa mengurangi risiko kematian hingga 15 persen, risiko terkena kanker 15 persen, dan penyakit jantung 18 persen dibanding orang yang tidak minum kopi. Tapi ingat ya, jangan sampai konsumsi kopi terlalu banyak karena bisa berbahaya bagi kesehatan akibat kafein yang berlebihan.

Jadi, mulailah untuk mengkonsumsi makanan pahit agar tubuh Anda mendapatkan manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *