Hindari Penyebab Fibrosis Paru agar Tidak Semakin Parah

  • January 3, 2020

Sudah pernah dengar fibrosis paru? Penyakit yang menyerang paru-paru ini dapat menyebabkan sesak napas hingga gagal napas pada penderitanya. Fibrosis paru terjadi karena adanya jaringan parut yang tumbuh pada paru-paru, yang mana ia tidak dapat dihilangkan atau disembuhkan.

Penyebab pasti fibrosis paru ini juga tidak diketahui. Walaupun begitu, para peneliti percaya bahwa paparan bahan kimia, merokok, infeksi, faktor genetik, dan aktivitas kekebalan tubuh seseorang, dapat menjadi pemicu fibrosis paru. Ada kalanya di mana sebagian besar kasus, penyebab penyakit ini tidak diketahui. Kondisi ini dikenal dengan fibrosis paru idiopatik.

Penyebab fibrosis paru

Faktor-faktor berikut dipercaya dapat memicu fibrosis paru:

  • Infeksi

Adanya infeksi pada paru yang disebabkan oleh bakteri atau virus, seperti hepatitis C, herpes, dan adenovirus.

  • Obat-obatan

Jika seseorang sedang dalam proses pemulihan dan mengonsumsi beberapa jenis obat tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko terjangkit fibrosis paru. Obat-obatan yang diduga dapat menimbulkan reaksi ini, antara lain obat kemoterapi (siklofosfamid), antibiotik (nitrofurantoin dan sulfasalazine), obat jantung (amiodarone), dan obat biologis (adalimumab atau etanercept).

  • Faktor genetic

Faktor genetic juga berperan sebagai penyebab fibrosis paru. Setidaknya 10-15% orang yang memiliki riwayat fibrosis paru dalam keluarganya, dapat juga terjangkit fibrosis paru. Kondisi ini disebut dengan fibrosis paru keluarga (familial pulmonary fibrosis) atau pneumonia interstisial keluarga (familial interstitial pneumonia).

  • Idiopatik

Apabila seseorang menderita fibrosis paru, namun tidak diketahui secara tepat penyebabnya, maka dapat dipastikan, bahwa orang tersebut memiliki kondisi fibrosis paru idiopatik atau Idiopathic Pulmonary Fibrosis (IPF).

  • Penyakit autoimun

Penyakit autoimun adalah sebuah kondisi, yang mana sistem kekebalan tubuh malah berbalik menyerang diri sendiri. Kondisi autoimun yang dapat memicu fibrosis paru, antara lain lupus, polimiositis, dermatomiositis, vaskulitis, rheumatoid arthritis, dan skleroderma.

  • Lingkungan

Lingkungan sekitar tempat beraktivitas dan bekerja ternyata juga dapat memicu fibrosis paru. Jika seseorang terkena paparan bahan kimia atau asap rokok secara intensif dan dalam jangka waktu yang panjang, maka ia berisiko terkena fibrosis paru. Paparan lain, seperti serat asbes, butiran debu, gas tertentu, radiasi, dan debu silika, juga perlu diwaspadai.

Siapa saja yang dapat terjangkit fibrosis paru?

Pada umumnya, siapa saja dapat terkena fibrosis paru. Namun, faktor-faktor di bawah ini, perlu diwaspadai karena memiliki risiko terjangkit fibrosis yang lebih tinggi:

  • laki-laki
  • seseorang yang berusia 40-70 tahun
  • memiliki kebiasaan atau riwayat merokok
  • memiliki riwayat fibrosis paru dalam keluarga
  • mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • dalam proses pengobatan kanker, khususnya radiasi pada daerah dada
  • bekerja di lingkungan yang berisiko, seperti konstruksi, pertanian, dan tambang
  • memiliki gangguan autoimun.

Bagaimana mengatasi fibrosis paru?

Sampai sekarang, belum tersedia pengobatan fibrosis paru yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara efektif. Namun, dokter umumnya akan menyarankan pasien untuk melakukan rehabilitasi paru-paru. Dengan cara pengobatan ini, pasien akan belajar bagaimana mengatur napas lebih mudah.

Dalam kasus tertentu, dokter juga akan merekomendasikan pasien untuk melakukan transplantasi paru-paru bagi pasien yang berusia di bawah 65 tahun dan memiliki indikasi penyakit lain.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*