Hati-hati, Ini Gejala Hirschsprung pada Anak

Hati-hati, Ini Gejala Hirschsprung pada Anak

Istilah hirschsprung memang belum terlalu populer. Maklum saja penyakit ini termasuk jarang terjadi dan gejalanya kerap diabaikan. Namun, ada baiknya Anda memahami mengenai jenis penyakit pencernaan yang satu ini karena jika dibiarkan, hirschsprung dapat berdampak pada kondisi infeksi usus tingkat akut. 

Hirschsprung sendiri merupakan kondisi saat fungsi saraf di usus terganggu sehingga usus tidak mampu mendorong kotoran untuk keluar. Akibat dari kondisi ini adalah penyumbatan kotoran akan terjadi di usus dan berpotensi menimbulkan infeksi yang parah. Umumnya, masalah pencernaan ini menyerang bayi dan anak. 

Tidak sulit sebenarnya mengetahui kondisi anak atau bayi Anda terkena hirschsprung atau tidak. Pasalnya, gejala masalah pencernaan ini akan langsung terlihat sebelum 48 jam setelah bayi dilahirkan. Bayi yang terkena hirschprung tidak dapat untuk buang air besar dalam periode tersebut. Selain itu, gejala-gejala lain yang bisa menjadi penanda hirschsprung adalah sebagai berikut. 

  • Perut Bengkak 

Kondisi perut dapat menjadi penanda utama anak Anda terkena hirschsprung atau tidak. Pasien-pasien yang mengalami masalah dalam fungsi saraf di usus umumnya memiliki perut yang bengkak secara berlebihan. Pembengkakan di perut ini bisa diamati sedari anak masih bayi. 

  • Sembelit 

Usus pada penderita hirschsprung tidak mampu relaks dan mendorong kotoran untuk keluar lewat anus. Inilah yang membuat penumpukan kotoran akhirnya terjadi di usus. Ketidakmampuan usus mendorong kotoran juga membuat gejala sembelit bagi anak Anda. Sembelit merupakan situasi di mana seseorang tidak dapat membuang air besar secara maksimal. Penderita sembelit umumnya hanya mampu buang air besar dengan frekuensi kurang dari tiga kali dalam sehari. 

  • Diare 

Penumpukan kotoran di usus tidak melulu membuat kondisi sembelit pada penderitanya. Tidak jarang dijumpai gejala pasien hirschsprung mengalami diare. Gejala ini biasa dialami oleh pasien yang masih bayi. 

  • Nyeri Perut 

Gejala ini umumnya sulit diterka ketika terjadi pada anak, apalagi pada bayi. Padahal, nyeri di perut dapat menjadi gejala paling kuat yang menandakan adanya masalah pencernaan, tidak terkecuali di usus, pada diri anak Anda. Namun umumnya, ketika anak atau bayi mengalami nyeri perut, dia mendadak akan menjadi cengeng tanpa penyebab yang jelas. Cobalah pegang perutnya, apabila tangisannya semakin kuat, bisa jadi ia sedang menahan nyeri perut. 

  • Muntah 

Muntah yang menjadi penanda anak Anda terkena hirschsprung tidaklah sembarangan. Anda tidak perlu khawatir apabila anak atau bayi Anda mengalami muntah putih yang berasal dari susu. Tapi, Anda patut berhati-hati apabila muntah Anda sudah berwarna hijau bahkan cokelat. Artinya, ada masalah di usus anak Anda dan bisa jadi masalah tersebut adalah penumpukan kotoran yang sudah berlebihan. 

  • Berat Badan Turun 

hirschsprung tidak hanya membuat anak Anda tidak mampu mengeluarkan kotoran dari ususnya. Lebih daripada itu, penumpukan kotoran di usus membuat tubuh menjadi kurang mampu menyerap nutrisi dan lemak. Ujung-ujungnya, anak Anda akan sulit bertambah berat badannya. Bahkan tidak jarang dijumpai, penderita hirschsprung cenderung mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. 

  • Gangguan Pertumbuhan

Jika anak atau bayi Anda cenderung lamban dalam bertumbuh, baik dalam soal berat badan ataupun tinggi badan, Anda patut curiga. Kondisi ini bisa menjadi gejala hirschsprung yang mesti cepat ditangani. Gangguan pertumbuhan rentan dialami oleh para penderita hirschsprung karena tidak kurangnya penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. 

*** 

Jangan sepelekan gejala-gejala hirschsprung. Segera bawa anak atau bayi Anda ke dokter untuk diperiksa guna menghindari kondisi penumpukan kotoran yang lebih parah sehingga menimbulkan risiko infeksi yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *