Viagra Bisa Membahayakan, Kenali Efek Sampingnya

Untuk memperbesar penis, beberapa orang memilih mengonsumsi obat kuat berupa viagra. Kandungan di dalam viagra akan bekerja menghambat produksi enzim phosphodiesterase type 5 (PDE5). Dengan mengonsumsi viagra, maka ereksi akan bertahan lebih lama sebab aliran darah meningkat ke penis. Sayangnya, viagra dapat berbahaya dan menimbulkan efek samping tertentu jika penggunaannya tidak tepat. Berikut beberapa efek samping viagra yang muncul saat menggunakan viagra. 

  1. Ereksi terlalu lama

Viagra awalnya digunakan sebagai obat khusus untuk mengatasi disfungsi ereksi. Pengguna viagra menginginkan ereksi yang dialami bisa lebih lama untuk kepentingan berhubungan seksual. Sayangnya, ereksi yang terjadi bisa terlalu lama dan malah berbahaya. Normalnya, viagra akan membuat ereksi maksimal 4 jam saja. Jika lebih dari 4 jam, maka ereksi sudah dianggap terlalu lama dan akan menimbulkan rasa nyeri. 

  1. Tekanan darah menjadi tidak stabil 

Efek samping lain menggunakan viagra adalah menurunnya tekanan darah. Oleh karena itu, bagi Anda yang menderita hipotensi sebaiknya lebih berhati-hati. Tekanan darah yang terlalu rendah dapat membahayakan tubuh terutama organ jantung. 

  1. Pencernaan bermasalah 

Mengonsumsi viagra juga memberi efek samping untuk pencernaan. Beberapa efek samping pada pencernaan ditandai dengan mual, muntah, nyeri pada bagian perut, dan gangguan pencernaan. Viagra yang dikonsumsi akan dikeluarkan oleh tubuh melalui feses sebanyak 80% dan sisanya terbuang bersama urine. 

  1. Gangguan penglihatan 

Viagra juga menimbulkan efek samping pada bagian penglihatan. Anda perlu melakukan pencegahan penggunaan viagra jika memang sudah memiliki masalah penglihatan yang berhubungan dengan aliran darah ke saraf optik mata. Mengapa demikian? Viagra dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil yang berhubungan dengan saraf mata. 

  1. Sakit kepala

Meski cukup langka, efek samping viagra berupa sakit kepala, hidung berair, hingga mimisan mungkin terjadi. Bahkan ketika mengonsumsi viagra, nyeri otot punggung mungkin muncul. Pada kasus parah, viagra bisa menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri atau pingsan. 

  1. Reaksi alergi

Reaksi berupa alergi juga mungkin terjadi ketika Anda mengonsumsi viagra. Efek samping ini dapat terjadi jika tubuh Anda tidak cocok dengan viagra yang digunakan. Beberapa gejala alergi yang biasanya muncul yaitu rasa gatal, ruam, dan kulit berwarna kemerahan. Jika alergi parah, beberapa gejala tambahan akan muncul seperti pembengkakan tangan, kaki, mata, lidah, dan pernapasan menjadi terganggu. 

  1. Serangan jantung dan stroke

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit jantung maka perlu lebih waspada dengan efek samping yang mungkin muncul karena penggunaan viagra. Apabila Anda merasa nyeri pada bagian dada setelah mengonsumsi viagra, segera hentikan pemakaian. Efek samping berupa serangan jantung, detak jantung kacau, dan stroke menjadi lebih berisiko terjadi pada orang dengan riwayat penyakit jantung. 

Jika efek samping yang muncul ringan saja, maka Anda tidak perlu terlalu khawatir sebab nantinya akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, efek samping tertentu membutuhkan bantuan medis untuk mengatasinya. Jika terjadi nyeri dada, kehilangan pendengaran maupun penglihatan, serta ereksi tidak reda lebih dari 4 jam, maka segera cari bantuan dokter. Pastikan pula untuk menghindari mengonsumsi alkohol sebab dapat memperburuk efek samping yang terjadi. Untuk mencegah munculnya efek samping berlebihan, sebaiknya Anda sesuaikan dosis viagra dengan usia serta lakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu. Berkonsultasi dengan dokter pun sangat disarankan agar penggunaan viagra lebih tepat dan sesuai.

Efek Samping Asam Folat Jika Kadarnya Berlebihan

Asam folat adalah bentuk vitamin B kompleks yang larut dalam air. Zat ini diperlukan dalam pembangunan tubuh karena bersifat multifungsi, mulai dari membantu proses produksi DNA hingga pembentukan sel darah merah. Vitamin ini memainkan peran penting bagi tubuh dan sangat disarankan selama kehamilan. Beberapa orang pun mungkin mengonsumsi suplemen asam folat demi mencukupkan kebutuhannya. Sayangnya, kelebihan asam folat dapat menimbulkan efek samping dan bahaya tertentu. Ketahui efek samping asam folat yang berisiko terjadi akibat konsumsi suplemen. Dapat membahayakan tubuh, efek samping asam folat akibat kelebihan pemakaian suplemen ini harus Anda cermati:

  1. Menyembunyikan gejala kekurangan vitamin B12

Vitamin B12 diperlukan tubuh dalam memproduksi sel darah merah serta pemeliharaan fungsi jantung, otak, dan sistem saraf. Defisiensi atau kekurangan vitamin B12 yang tidak ditangani dapat mengurangi kemampuan otak dan berisiko memicu kerusakan saraf permanen. Salah satu efek samping asam folat adalah “menyembunyikan” gejala defisiensi vitamin B12 – yang pada akhirnya juga memicu kasus defisiensi vitamin B12 yang gagal terdiagnosis. Karena risiko defisiensi vitamin B12 yang amat fatal, konsumsi suplemen asam folat perlu diperhatikan dosisnya.

  1. Memicu penurunan kondisi mental terkait usia

Efek samping asam folat lainnya adalah risiko percepatan penurunan mental terkait usia – terutama pada orang yang memiliki kadar vitamin B12 rendah. Kadar asam folat yang tinggi bukan dari sumber alaminya dikaitkan dengan penurunan kondisi mental pada orang dengan kadar vitamin B12 yang rendah. Beberapa riset lain juga mengindikasikan temuan yang serupa, walau studi lebih lanjut memang masih diperlukan. 

  1. Memperlambat perkembangan otak anak

Seperti yang mungkin Anda tahu, folat atau asam folat menjadi nutrisi yang krusial selama kehamilan. Pasalnya, vitamin ini penting untuk mencegah terjadinya cacat pada janin. Namun, penggunaan suplemen asam folat berlebih dapat memicu risiko efek samping pada anak, seperti resistensi insulin serta perkembangan otak anak yang terlambat. Walau riset lebih lanjut memang diperlukan, Anda tetap dianjurkan mengonsumsi suplemen asam folat sesuai rekomendasi dosisnya selama kehamilan, yakni 600 mikrogram. Apabila Anda mengonsumsinya di atas dosis tersebut, Anda harus mendiskusikannya dengan dokter untuk hindari efek samping asam folat pada anak.

  1. Meningkatkan risiko kanker kembali menyerang

Keterkaitan asam folat dengan kanker bak pisau bermata dua. Di satu sisi, kadar asam folat yang cukup membantu mencegah munculnya sel kanker. Namun, di sisi lain, paparan asam folat terhadap sel kanker berisiko membuatnya menyebar dan berkembang. Ada pula laporan yang mengindikasikan bahwa asam folat dalam kadar tinggi meningkatkan risiko kekambuhan kanker prostat dan kolorektal. 

Riset terkait efek samping asam folat dengan kanker masih diperlukan lebih lanjut. Namun, dalam kasus konsumsi folat dari makanan sehat, Anda tak perlu khawatir. Risiko kanker malah berpotensi turun dengan mencukupkan folat dari makanan sehat.

  1. Menimbulkan gejala fisik dan psikologis tertentu

Efek samping asam folat juga dapat berupa gangguan pada psikologis dan masalah fisik tertentu. Efek samping asam folat tersebut, termasuk:

  • Mual
  • Hilangnya nafsu makan
  • Perut kembung dan bergas
  • Rasa pahit atau tidak enak di mulut
  • Masalah tidur
  • Depresi
  • Merasa bersemangat atau malah mudah tersinggung

Konsumsi suplemen asam folat sebaiknya berdasarkan rekomendasi dokter. Hal ini untuk memastikan dosis vitamin B yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Anda.