Ketahui, Pengobatan dan Cara Mencegah Chancroid Terjadi Lagi

Tahukah Anda? Chancroid adalah salah satu penyakit seksual yang menular akibat infeksi bakteri, yaitu Haemophilus ducreyi. Chancroid dapat menyebabkan bisul di area alat kelamin penderitanya. Adanya pembengkakan dan rasa nyeri pada kelenjar getah bening di daerah selangkangan, sering dikaitkan dengan chancroid. Dalam kebanyakan kasus, chancroid dapat disembuhkan dengan pengobatan medis, tetapi dapat berisiko mengalami HIV jika tidak segera diobati.

Bagaimana chancroid terjadi?

Bakteri Haemophilus ducreyi dapat menyebabkan chancroid dengan menyerang jaringan genital dan membentuk luka terbuka. Luka inilah yang terkadang disebut dengan chancroid atau ulkus.

Ulkus bisa berdarah atau menghasilkan cairan yang mengandung bakteri, sehingga dapat menularkan penyakit selama berhubungan seksual, baik itu secara oral, anal, ataupun vagina. Chancroid juga dapat menular melalui kontak skin-to-skin dengan orang yang terinfeksi.

Hingga saat ini, belum ada informasi ilmiah yang dilaporkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang mengalami chancroid dapat mengalami chancroid pula atau dapat menularkan chancroid secara resesif ketika dewasa.

Apa saja tanda atau gejala chancroid?

Gejala chancroid dapat bervariasi pada pria dan wanita dan biasanya, gejala mulai muncul empat hingga tujuh hari setelah terpapar.

Pria.

Pada pria, mungkin akan muncul benjolan kecil berwarna merah di area alat kelamin yang dapat berubah menjadi luka terbuka dalam 1 – 2 hari. Ulkus yang bisa terbentuk di organ reproduksi manapun, seringkali menyebabkan rasa nyeri.

Wanita.

Gejala chancroid pada wanita dapat mengembangkan empat atau lebih benjolan merah di labia, antara labia dan anus, atau di bagian paha. Setelah benjolan menjadi borok, perempuan mungkin mengalami sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil atau buang air besar.

Adapun gejala tambahan pada pria dan wanita, diantaranya:

  • Ukuran ulkus dapat bervariasi, biasanya berukuran 1/8 hingga 2 inci.
  • Ulkus lunak dengan tepi yang tajam dan berwarna abu-abu kekuningan.
  • Borok mudah berdarah jika disentuh.
  • Nyeri selama berhubungan seksual atau saat buang air kecil.
  • Pembengkakan di bagian selangkangan, tempat pertemuan perut bagian bawah dan paha.
  • Kelenjar getah bening membengkak bisa menembus kulit dan menyebabkan abses besar atau bernanah.

Pengobatan chancroid

Pengobatan chancroid biasanya dengan obat antibiotik sesuai dengan resep dokter untuk menyembuhkan infeksi dan mencegah penularan penyakit kepada orang lain. Umumnya, obat antibiotik yang diberikan, meliputi:

  • Azitromisin 1 g per oral.
  • Ceftriaxone 250 mg intramuskular (IM).
  • Ciprofloxacin 500 mg per oral.
  • Erythromycin 500 mg per oral.

Waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan total bergantung pada ukuran tukak. Jika tukak atau bisul besar, mungkin membutuhkan waktu lebih dari dua minggu. Selain itu, penyembuhan biasanya akan lebih lambat pada beberapa pria yang tidak disunat dan bisul muncul di bawah kulup. 

Cara mencegah chancroid

Adapun beberapa langkah pencegahan chancroid adalah berhubungan seks hanya dengan satu pasangan dan pastikan, tidak terinfeksi. Selain itu, Anda dapat menggunakan kondom lateks untuk seks vaginal, oral, dan anal. Penggunaan kondom dapat melindungi penis atau vagina dari infeksi. 

Namun ingat, kondom tidak melindungi area lainnya, seperti area skrotum atau anus. Lesi chancroid dapat terjadi di area genital yang ditutupi atau dilindungi oleh kondom lateks, tetapi dapat pula terjadi di area yang tidak tertutup atau dilindungi oleh kondom. Oleh sebab itu, penggunaan kondom lateks secara konsisten dan benar dapat mengurangi risiko chancroid, herpes genital, sifilis, dan kutil kelamin, hanya pada area yang terinfeksi tertutup atau dilindungi oleh kondom.

Hal penting yang juga harus dilakukan adalah hindari kontak dengan area tubuh yang terinfeksi jika Anda terkena chancroid. Hal ini untuk mencegah kemungkinan penyebaran infeksi ke bagian lain dari tubuh.

Mengenal Penyakit Demensia, Gejala dan Tahap Penyakit

Penyakit demensia merupakan sebuah kondisi penurunan fungsi kognitif. Sesungguhnya demensia bukanlah sebuah “penyakit”, melakukan sekumpulan gejala perubahan perilaku dan hilangnya kemampuan mental. Penurunan tersebut, termasuk hilangnya ingatan dan kesulitan berpikir dan berbicara/berbahasa, dapat bersifat parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit atau cidera. Beberapa demensia dapat bersifat progresif, dalam arti kondisi ini dapat berubah menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Beberapa demensia dapat dirawat dan bahkan reversible. Artikel ini akan membahas penyakit demensia dengan lebih mendetail.

Gejala demensia yang patut diwaspadai

Pada tahap awal perkembangan, penyakit demensia dapat menyebabkan beberapa gejala umum seperti:

  • Tidak mudah menerima perubahan. Anda memiliki kesulitan dalam menerima perubahan pada jadwal dan lingkungan yang ada di sekitar.
  • Perubahan dalam pembuatan memori atau ingatan jangka pendek. Anda atau orang yang Anda sayangi dapat mengingat kejadian 15 tahun lalu layaknya hal tersebut baru saja terjadi kemarin. Namun, mereka tidak dapat mengingat kejadian baru-baru ini.
  • Mencari kata-kata yang tepat. Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat atau hubungan antar kata.
  • Sering mengulang. Anda dapat bertanya pertanyaan yang sama, melakukan tugas yang sama, atau menceritakan cerita yang sama berulang kali.
  • Bingung. Tempat yang tadinya Anda kenal sebelumnya sekarang menjadi asing. Anda lupa orang-orang yang Anda kenal sebelumnya.
  • Perubahan suasana hati. Depresi, frustasi, dan mudah marah sering dijumpai pada orang-orang yang menderita penyakit demensia.

Gangguan ingatan tidak selamanya menjadi tanda penyakit demensia. Tanda-tanda tersebut di atas juga dapat mengindikasikan bahwa Anda mengalami penurunan ingatan dan kemampuan mental.

Tahap penyakit demensia

Dalam kebanyakan kasus, penyakit demensia bersifat progresif, dalam arti akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Demensia berkembang secara berbeda pada masing-masing orang, namun kebanyakan orang mengalai tahapan penyakit demensia berikut ini:

  • Gangguan kognitif ringan

Orang yang lebih tua dapat menderita gangguan kognitif ringan namun tidak akan mengembangkan penyakit demensia atau gangguan mental lain. Mereka dengan gangguan kognitif ringan akan mudah lupa, kesulitan menemukan kata yang tepat, dan memiliki masalah ingatan jangka pendek.

  • Demensia ringan

Pada tahap ini, orang dengan penyakit demensia dapat berfungsi secara mandiri. Beberapa gejala yang dialami pada tahap ini adalah penyimpangan ingatan jangka pendek, perubahan kepribadian seperti mudah marah dan depresi, mudah lupa, kesulitan melakukan tugas kompleks dan pemecahan masalah, dan kesulitan mengekspresikan emosi atau ide.

  • Demensia sedang

Pada tahap ini, penderita demensia membutuhkan bantuan dari keluarga atau penyedia layanan kesehatan. Ini dikarenakan demensia dapat mengganggu tugas atau aktivitas sehari-hari. Gejala yang dialami di antaranya adalah mudah bingung dan frustasi, hilangnya ingatan, membutuhkan bantuan untuk memakai baju atau mandi, dan perubahan kepribadian yang signifikan.

  • Demensia parah

Pada tahap akhir demensia, gejala fisik dan mental dari kondisi ini terus menurun. Gejala yang dialami di antaranya adalah ketidakmampuan untuk menjaga fungsi tubuh, seperti berjalan, buang air, dan bahkan menelan, kesulitan dalam berkomunikasi, membutuhkan perawatan penuh, dan meningkatnya risiko infeksi.

Orang-orang dengan penyakit demensia akan terus berkembang melewati tahapan penyakit ini dalam waktu yang berbeda-beda. Memahami tanda-tanda dan tahapan demensia dapat membantu Anda mempersiapkan diri untuk kemudian hari. Sulit bagi dokter dan penyedia layanan kesehatan untuk tahu harapan hidup orang-orang dengan penyakit demensia. Namun, demensia tahap akhir dianggap merupakan tahap terminal.

Termasuk Penyakit Autoimun, Ini Gejala Sindrom Sjogren

Penyakit autoimun merupakan kondisi saat sistem kekebalan tubuh mengalami kekeliruan dan menyerang jaringan-jaringan tubuh yang sehat. Ada banyak kondisi yang tergolong ke dalam penyakit autoimun, salah satunya sindrom sjogren.

Sjogren mempengaruhi bagian tubuh yang menghasilkan cairan, seperti mata dan mulut. Biasanya, kondisi ini lebih sering menyerang wanita, khususnya wanita yang berada dalam rentang usia 40 hingga 60 tahun.

Selayaknya kondisi autoimun lainnya, sjogren merupakan penyakit jangka panjang yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Akan tetapi, pengobatan bisa membantu untuk meringankan gejala dari penyakit ini.

Mengenal gejala-gejala sindrom sjogren

Gejala yang paling umum dirasakan oleh penderita sindrom sjogren adalah ketidakmampuan bagian tubuh untuk menghasilkan kelembaban pada area mata dan mulut. Akibatnya, penderita mudah mengalami kekeringan mata dan mulut, serta diikuti dengan nyeri sendi.

Saat mulut mengalami kekeringan, Anda memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami gigi berlubang. Selain itu, Anda mungkin akan mengalami kesulitan bicara dan menelan, baik menelan makanan maupun minuman.

Sementara, ketika kekeringan dirasakan pada mata, Anda akan merasakan perih pada area mata yang terasa menusuk dengan sensasi terbakar. Mata yang kering akan membuat Anda merasa seolah-olah ada suatu benda asing yang masuk ke dalam mata Anda.

Selain itu, Anda mungkin akan mengalami gejala lain pada mata ketika menderita sjogren, yaitu:

  • Mata terasa lelah dan berat
  • Mata gatal
  • Keluar lendir dari mata
  • Penglihatan kabur
  • Kelopak mata bengkak dan iritasi
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Mata yang terasa perih seperti terbakar
  • Sensasi pasir atau kerikil pada mata
  • Mata kering terus menerus

Sementara, pada mulut, gejala yang dirasakan biasanya meliputi:

  • Kerusakan gigi hingga kehilangan gigi
  • Batuk kering terus menerus
  • Sariawan berulang kali, disebabkan oleh infeksi jamur pada mulut
  • Kesulitan bicara
  • Suara parau saat berbicara
  • Sulit mengunyah dan menelan
  • Mulut kering terus menerus
  • Pembengkakkan kelenjar ludah

Dalam beberapa kasus, penderita sjogren mungkin juga akan mengalami gejala pada area tubuh lain selain mata dan mulut. Hal ini bisa terjadi karena sjogren merupakan kondisi autoimun yang disebabkan oleh gangguan pada fungsi sistem kekebalan tubuh.

Beberapa gejala umum lainnya yang bisa Anda rasakan ketika menderita sjogren adalah:

  • Nyeri otot
  • Sendi yang terasa kaku dan meradang
  • Tangan terasa nyeri, dingin, dan mati rasa
  • Vaskulitis atau peradangan di pembuluh darah
  • Neuropati perifer atau gangguan yang disebabkan oleh kerusakan pada sistem saraf tepi, memicu nyeri dan mati rasa di lengan dan tungkai

Komplikasi sindrom sjogren

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang berhasil menemukan pengobatan pasti untuk penderita penyakit autoimun. Jika Anda mengalami sindrom sjogren, Anda akan terus merasakan gejalanya seumur hidup. Pengobatan hanya akan membantu meringankan gejala, bukan menyembuhkannya.

Apabila Anda tidak segera menjalani pengobatan, sjogren bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan. Komplikasi yang paling umum terjadi dari kondisi ini adalah limfoma, yaitu kanker pada sistem limfatik yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Jika kondisi sjogren yang Anda derita telah menimbulkan limfoma, Anda mungkin akan merasakan beberapa gejala awalnya, seperti berkeringat saat malam hari, demam, kelelahan, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Apabila Anda merasakan hal ini, segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk menghindari resiko terkena limfoma, segera konsultasikan gejala sindrom sjogren yang Anda derita dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab Anak Panas yang Perlu Diketahui

Pengukuran dengan termometer penting untuk memantau kondisi anak panas 39 derajat Celcius.

Pada umumnya seorang anak yang mengalami demam tinggi membuat para orang tua khawatir, meski demikian dalam kondisi ini para orang tua sebenarnya tidak perlu panik. Tujuannya adalah agar bisa mengatasi anak panas dengan lebih baik. Suhu normal anak adalah 36,5 sampai 37,5 derajat celcius, dianggap demam ketika suhunya meningkat lebih dari 38 derajat celcius.

Kondisi ini disebabkan adanya perbedaan suhu tubuh dan daya tahan antara orang dewasa dengan bayi atau anak-anak. Anak yang mengalami demam justru baik karena ini merupakan pertanda bahwa tubuh si anak sedang melawan infeksi, meski demikian kondisi ini juga bisa diakibatkan oleh penyakit tertentu.

Penyebab Anak Panas

Demam yang biasanya lekat dengan kondisi di mana anak mengalami panas tinggi merupakan mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Demam juga sekaligus tanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja memerangi flu atau juga infeksi lain yang menyerang tubuh anak tersebut.

Kondisi ini terjadi ketika otak memberi perintah untuk meningkatkan suhu tubuh, hal tersebut diperlukan untuk mengarahkan sel-sel darah putih yang bertugas melawan virus serta bakteri yang berusaha mengganggu tubuh. Berikut ini beberapa penyebab yang membuat anak mengalami demam dengan panas tinggi.

  • Infeksi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, demam merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak sedang melawan infeksi. Penyebab yang sering membuat anak menderita demam tinggi, misalnya seperti infeksi bakteri dan virus. Infeksi penyakit ini bisa menyebabkan demam tinggi pada anak, misalnya flu, roseola, radang amandel dan lain sebagainya.

  • Pakaian dan Suhu Lingkungan

Demam juga bisa menyerang jika anak terlalu lama beraktivitas di luar ruangan ditambah dengan cuaca panas. Hal ini diakibatkan baju yang digunakan misalnya karena terlalu tebal, kondisi ini biasanya dialami oleh bayi, terutama bayi yang baru lahir. Dianjurkan para orang tua untuk mengenakan pakaian tebal pada bayi jika suhu udara memang dingin.

  • Efek Imunisasi

Tak sedikit anak atau bayi yang mengalami demam setelah melakukan imunisasi, yang sering terjadi adalah demam ringan. Kondisi ini bisa ditanyakan kepada dokter yang memberi imunisasi, terutama dalam hal langkah penanganan yang dibutuhkan orang tua ketika anak mengalami demam setelah imunisasi dilakukan.

Cara Mengatasi Anak yang Terkena Panas

Cairan tubuh pada anak akan lebih cepat menguap ketika muncul demam, sebagai akibat yang dimunculkan adalah meningkatnya risiko dehidrasi. Hal penting pertama yang harus dilakukan oleh para orang tua dalam mengatasi demam ini adalah mencukupi kebutuhan cairannya. Usahakan agar anak mengonsumsi air putih dengan cukup.

Hal tersebut dilakukan supaya tubuhnya tetap terhidrasi, sementara itu untuk bayi bisa dengan mencukupi asupan cairan dengan memberinya lebih banyak air susu ibu (ASI) atau juga susu formula. Namun, apabila merasa ragu orang tua bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapat rekomendasi yang benar.

Selain mencukupi kebutuhan cairan, terdapat beberapa cara lain yang harus dilakukan untuk mengatasi demam tinggi pada anak. Cara ini bahkan dapat dilakukan di rumah secara mandiri, seperti misalnya memastikan suhu ruangan tetap sejuk guna membuat anak nyaman dan menyelimuti anak dengan kain tipis.

Pastikan sirkulasi udara lebih lancar dan suhu ruangan terasa lebih sejuk, lalu bisa letakkan handuk kecil yang dibasahi air hangat sebagai kompres ketika anak panas. Dan yang paling penting adalah memperbanyak istirahat serta jangan pergi dahulu keluar rumah.

Mengenal Gangguan Kepribadian Paranoid dan Gejalanya

Gangguan kepribadian paranoid adalah jenis gangguan mental jenis eksentrik, yaitu tipe yang khas dengan perilaku penderita yang aneh. Pada penyakit ini, sikap eksentrik pengidapnya berupa sikap tidak percaya dan sering curiga tanpa alasan yang jelas. Gangguan mental ini umumnya muncul sejak anak-anak atau usia remaja, dan lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita.

Gejala gangguan kepribadian paranoid yang utama adalah kepercayaan bahwa orang lain selalu berupaya merendahkan, menyakiti dan mengancam dirinya. Kondisi ini membuat penderita sulit menjalani hubungan yang dekat dengan orang lain.

Oleh karena itu, kebanyakan penderita beranggapan bahwa perilaku mereka normal, karena mereka menganggap sikap selalu curiga pada orang lain merupakan hal yang wajar untuk melindungi dirinya. Namun, orang di sekitarnya merasa bahwa kecurigaan tersebut tidak berdasarkan dan sangat mengganggu.

Gejala-gejala gangguan kepribadian paranoid

  • Yakin bahwa orang lain berusaha memperalat dirinya
  • Meragukan komitmen dan kesetiaan orang lain
  • Tidak mau bercerita atau mengungkapkan informasi pribadi ke orang lain karena khawatir informasi ini digunakan untuk melawan mereka.
  • Sulit untuk memaafkan orang lain atau pendendam
  • Terlalu sensiti dan sulit menerima kritikan
  • Menangkap makna tersembunyi dari pernyataan sederhana atau pandangan biasa dari orang lain.
  • Sering merasa marah karena penderita beranggapan bahwa orang lain menyerang dirinya.
  • Dalam interaksi sosial, mereka terkesan dingin
  • Mudah merasa cemburu dan suka mengatur
  • Merasa dirinya selalu benar
  • Sulit untuk relaks
  • Tidak bersahabat dengan orang lain
  • Suka mendebat orang lain
  • Keras kepala

Penyebab gangguan kepribadian paranoid

Penyebab gangguan kepribadian paranoid belum diketahui secara pasti sampai sekarang. Penyakit ini diduga dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

  • Faktor keturunan dan gangguan mental

Penyakit ini diduga memiliki hubungan genetik dengan skizofrenia dan gangguan delusi. Pasalnya, anggota keluarga penderita skizofrenia atau gangguan delusi seringkali memiliki gangguan kepribadian paranoid.

  • Faktor emosional

Pengalaman traumatis masa kecil, baik secara fisik atau emosional, juga diyakini berkaitan dengan gangguan kepribadian paranoid.

Selain itu, dokter spesialis kejiwaan atau psikolog akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis gangguan kepribadian paranoid.

Tinea Kapitis

Do You Have an Itchy Scalp? 5 Common Problems and Fixes – Health ...

Tinea kapitis merupakan penyakit kurap berupa infeksi jamur di bagian kulit kepala atau batang rambut. Tinea kapitis umumnya ditandai dengan pitak atau kebotakan di bagian kepala tertentu, kulit bersisik, dan kulit kepala yang gatal. Tinea kapitis dapat menular orang lain melalui sisir, handuk, topi, dan bantal. Setiap orang bisa mengalami tinea kapitis, namun anak-anak lebih berpotensi mengalami risiko seperti ini.

Gejala

Seseorang yang terkena tinea kapitis bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Sakit kulit kepala.
  • Rambut rapuh.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Demam.

Penyebab

Tinea kapitis bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Manusia

Seseorang yang terkena tinea kapitis bisa menular ke orang lain melalui kontak kulit.

  • Hewan

Kucing dan anjing merupakan penyebab utama yang berasal dari hewan yang dapat membuat manusia mengalami tinea kapitis melalui kontak fisik. 

  • Benda

Benda yang disentuh oleh manusia atau hewan yang terinfeksi tinea kapitis bisa menjadi faktor lain seseorang mengalami tinea kapitis.

Diagnosis

Jika Anda mengalami tinea kapitis, Anda dapat periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik pada bagian kulit kepala. Dokter juga akan menggunakan lampu khusus untuk melihat secara menyeluruh di bagian kepala Anda untuk mengetahui tanda-tanda infeksi jamur yang muncul.

Dokter juga dapat mengambil sampel rambut Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut meliputi mikroskop untuk mengetahui keberadaan jamur. Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu.

Pengobatan

Jika ingin mengobati tinea kapitis, Anda dapat menggunakan obat anti jamur berupa obat-obatan topikal (krim atau gel), semprotan, atau sampo khusus. Meskipun obat anti jamur efektif untuk mengatasi tinea kapitis, obat tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk mendapatkan hasil yang sepadan. Selain itu, obat tersebut perlu digunakan secara total untuk mencegah infeksi secara permanen.

Risiko Jika Tidak Diobati

Pada sebagian kasus, tinea kapitis atau infeksi jamur pada kulit kepala dapat menimbulkan peradangan yang parah. Pembengkakan yang terjadi di bagian kepala berisi nanah yang disertai dengan kulit berkerak. Hal tersebut juga dapat membuat rambut rontok.

Pencegahan

Meskipun tinea kapitis dapat menyebar, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan jika Anda ingin mencegah risiko tinea kapitis:

  • Ketahui dan pelajari mengenai informasi bagaimana jamur dapat menyebar ke tubuh.
  • Keramas secara rutin untuk menjaga kondisi rambut.
  • Menjaga kebersihan dengan rajin mandi, termasuk cuci tangan.
  • Hindari kontak fisik dengan hewan yang terinfeksi jamur tinea kapitis.
  • Jangan berbagi peralatan seperti sikat gigi dan sisir dengan orang lain.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas. Sebelum Anda bertemu dengan dokter, Anda sebaiknya persiapkan diri dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat riwayat medis (jika ada).
  • Mencatat obat-obat yang dikonsumsi.
  • Mencatat aktivitas yang Anda lakukan yang bisa berpotensi membuat Anda mengalami tinea kapitis.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter juga akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah gejala yang dialami membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda melakukan kontak fisik dengan orang lain atau hewan?
  • Apakah Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu?

Kesimpulan

Tinea kapitis merupakan gangguan yang serius pada tubuh manusia. Oleh karena itu, Anda perlu waspada terhadap kondisi seperti ini dan jika ingin mengatasi gangguan tersebut, maka Anda perlu melakukan hal-hal yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan masalah ini ke dokter.

Ingin Berkonsultasi dengan Dokter Mengenai Penyebab Jantung Berdebar? Jangan Lupa Persiapkan Hal Ini

Rasanya hampir semua orang pernah merasakan jantungnya berdebar. Kondisi ini terjadi ketika terasa denyutan terasa begitu kencang dan diikuti dengan pola tidak teratur. Jika situasi seperti ini terjadi secara berulang kali, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa terdapat masalah serius pada kesehatan Anda. Ada pun beberapa penyebab jantung berdebar, yaitu:

  • Stres
  • Cemas
  • Demam
  • Jumlah oksigen dalam darah yang rendah
  • Penyakit jantung
  • Olahraga
  • Konsumsi kafein, nikotin, atau obat diet
  • Katup jantung tidak normal
  • Tiroid terlalu aktif
  • Rendahnya kadar kalium

Jika Anda sering mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, maka segera berkonsultasilah dengan dokter. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan diagnosis dan cara penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Persiapan ketika berkonsultasi dengan dokter

Jika Anda mengalami kondisi jantung berdebar hanya sesekali dan terjadi dalam intensitas ringan, Anda tidak perlu untuk berkonsultasi pada dokter, karena umumnya kondisi tersebut bukanlah kondisi yang serius. Namun, jika kondisi jantung berdebar yang Anda alami semakin memburuk dan terjadi secara terus menerus, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Sebelum Anda menemui dokter, tentu Anda perlu membuat janji pertemuan terlebih dahulu. Anda juga dapat bertanya perihal persiapan yang perlu dilakukan terkait gejala yang Anda alami, seperti tidak merokok terlebih dulu. Anda juga dapat mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk memaksimalkan sesi konsultasi agar berjalan secara efektif. Beberapa pertanyaan yang dapat Anda ajukan, yaitu:

  • Apa penyebab jantung berdebar untuk kasus yang saya alami?
  • Tes apa yang perlu saya lakukan?
  • Apakah saya perlu mengonsumsi obat tertentu?
  • Haruskah saya berkonsultasi juga dengan dokter spesialis?
  • Apakah makanan atau minuman tertentu yang harus saya hindari?
  • Jika kondisi jantung berdebar tersebut kembali lagi, apa yang harus saya lakukan?

Tidak hanya Anda yang dapat mengajukan pertanyaan, namun dokter juga akan bertanya seputar kondisi terkini yang Anda rasakan. Beberapa pertanyaan yang mungkin dokter akan tanyakan pada Anda, di antaranya:

  • Kapan pertama kali Anda merasakan gejala tersebut?
  • Hal apa yang Anda pikir dapat memperburuk dan mengatasi gejala yang dialami?
  • Apakah kondisi jantung berdebar yang Anda alami terjadi secara tiba-tiba?

Penting bagi Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut secara detail dan rinci, sehingga dokter dapat memberikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat bagi kasus Anda.

Bagaimana Kembar Siam Terbentuk

Kembaran siam adalah salah satu malformasi manusia yang paling menakjubkan dan juga telah dilaporkan pada hewan lain seperti mamalia, ikan, burung, reptil, dan amfibi. Kembar siam adalah dua bayi yang lahir yang secara fisik terhubung oleh satu sama lain.

Kembar siam berkembang ketika embrio awal hanya terpisah sebagian untuk membentuk dua individu. Meskipun dua janin akan berkembang dari embrio ini, mereka akan tetap terhubung secara fisik dan paling sering di dada, perut atau panggul. Kembar siam juga dapat berbagi satu atau lebih organ internal. Jenis utama kembar siam dijelaskan pada 1573 oleh ahli bedah renaisans Perancis Ambroise Pare. Sekitar 75% dari kembar siam adalah perempuan, dan 70% menyatu di thorax (thoracopagus) atau perut (omphalopagus).

Meskipun banyak kasus kembar siam yang tidak hidup ketika dilahirkan (lahir mati) atau mati tak lama setelah lahir, kemajuan dalam operasi dan teknologi telah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Beberapa kembar siam yang masih hidup dapat dipisahkan secara operasi, namun keberhasilan operasi tergantung pada di bagian mana si kembar bergabung dan berapa banyak dan organ mana yang dibagikan, serta pengalaman dan keterampilan tim bedah.

Sebenarnya, tidak ada tanda atau gejala khusus yang menunjukkan kehamilan kembar siam. Seperti dengan kehamilan kembar lainnya, rahim dapat tumbuh lebih cepat daripada dengan janin tunggal, dan mungkin akan merasakan lebih banyak kelelahan, mual dan muntah di awal kehamilan. Kembar siam dapat didiagnosis pada awal kehamilan menggunakan USG standar.

Kembar siam biasanya diklasifikasikan menurut tempat mereka bergabung, biasanya di situs yang cocok, dan kadang-kadang di lebih dari satu situs. Mereka terkadang berbagi organ atau bagian lain dari tubuh mereka. Anatomi spesifik dari setiap pasangan kembar siam adalah unik. Kembar siam dapat bergabung di salah satu situs berikut:

  • Dada. Kembar Thoracopagus bergabung dengan satu sama lain di bagian dada. Mereka sering memiliki hati yang sama dan mungkin juga berbagi satu hati dan usus bagian atas. Ini adalah salah satu situs paling umum dari kembar siam.
  • Perut Kembar Omphalopagus bergabung di dekat pusar. Banyak kembar omphalopagus berbagi hati, dan beberapa berbagi bagian bawah usus kecil (ileum) dan usus besar. Mereka umumnya tidak berbagi hati.
  • Pangkal tulang belakang. Kembar pygopagus umumnya bergabung kembali ke belakang di pangkal tulang belakang dan bokong. Beberapa kembar pygopagus berbagi saluran pencernaan bagian bawah, dan beberapa berbagi organ genital dan kemih.
  • Panjang tulang belakang. Rachipagus, juga disebut rachiopagus, kembar siam yang bergabung kembali ke belakang sepanjang tulang belakang, namun tipe ini sangat jarang.
  • Panggul. Kembar Ischiopagus bergabung di panggul, baik tatap muka atau ujung ke ujung. Banyak kembar ischiopagus berbagi saluran pencernaan bagian bawah, serta hati dan organ genital dan saluran kemih. Setiap kembar mungkin memiliki dua kaki atau, lebih jarang, si kembar berbagi dua atau tiga kaki.
  • Badan. Kembar parapagus bergabung bersebelahan di panggul dan sebagian atau seluruh perut dan dada, tetapi dengan kepala terpisah. Si kembar dapat memiliki dua, tiga atau empat lengan dan dua atau tiga kaki.
  • Kepala. Kembar Craniopagus bergabung di bagian belakang, atas atau samping kepala, tetapi tidak pada wajah. Kembar Craniopagus berbagi sebagian dari tengkorak. Tetapi otak mereka biasanya terpisah, meskipun mereka mungkin berbagi beberapa jaringan otak.
  • Kepala dan dada. Cephalopagus kembar bergabung di wajah dan tubuh bagian atas. Wajah-wajah itu berada di sisi yang berlawanan dari satu kepala bersama, dan mereka berbagi otak. Namun kembar siam ini jarang bertahan hidup.

Dalam kasus yang jarang terjadi, kembar dapat disatukan dengan satu kembar lebih kecil dan kurang terbentuk sepenuhnya dari yang lain (kembar siam asimetris). Dalam kasus yang sangat jarang, satu kembar dapat ditemukan sebagian berkembang di dalam kembar lainnya (janin dalam janin).

Kembar identik atau kembar monozigot terjadi ketika satu sel telur yang dibuahi terbelah dan berkembang menjadi dua individu. Delapan hingga 12 hari setelah pembuahan, lapisan embrionik yang akan membelah untuk membentuk kembar monozigot mulai berkembang menjadi organ dan struktur tertentu.

Dipercayai bahwa ketika embrio membelah lebih dari ini, biasanya antara 13 dan 15 hari setelah pembuahan, pemisahan berhenti sebelum proses selesai, dan si kembar yang dihasilkan bergabung. Sebuah teori alternatif menunjukkan bahwa dua embrio yang terpisah entah bagaimana dapat bergabung bersama dalam perkembangan awal. Namun apa yang mungkin menyebabkan salah satu skenario terjadi, tidak diketahui.

Kembar siam dapat didiagnosis menggunakan USG standar pada awal trimester pertama. Ultrasonografi dan ekokardiogram yang lebih rinci dapat digunakan sekitar pertengahan kehamilan untuk lebih menentukan tingkat koneksi si kembar dan fungsi organ-organ mereka.

Jika USG mendeteksi kembar siam, pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) dapat dilakukan. MRI dapat memberikan perincian yang lebih besar tentang di mana kembar siam terhubung dan organ mana yang mereka bagikan. MRI janin dan ekokardiografi janin membantu merencanakan perawatan selama dan setelah kehamilan.

Serupa dengan Osteoporosis, Penyakit Paget Sebabkan Kerapuhan pada Tulang

Dikatakan bahwa penyakit Paget memang lebih banyak dialami oleh orang-orang Eropa jika dibanding dengan orang-orang di Asia. Maka dari itu, tidak heran jika masyarakat Indonesia tidak begitu familiar dengan penyakit Paget, jika dibanding dengan penyakit tulang lainnya, seperti osteoporosis.

Faktor penyebab penyakit Paget

Penyakit Paget mulanya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun, penyakit ini akan terus berkembang seiring berjalannya waktu hingga penderita penyakit Paget mengeluhkan rasa nyeri pada tulang dan rasa sakit serta kaki pada bagian persendian.

Umumnya, penyakit Paget menyerang bagian tulang belakang, tulang panggul, tulang paha, dan juga tulang tengkorak. Gejala yang mungkin muncul dapat berbeda-beda, tergantung pada area tulang mana yang mengalami gangguan serta tingkat keseriusan penyakit itu sendiri. Sebagai contoh, jika penyakit Paget menyerang bagian persendian, maka penderita akan merasakan kesakitan, rasa kaku, dan bengkak. Jika penyakit ini menyerang bagian tulang tengkorak, maka akan timbul sakit kepala dan juga berkurangnya kemampuan penglihatan atau pendengaran.

Tulang yang terkena penyakit ini akan mengalami kerapuhan dan akan menyebabkan perubahan bentuk serta fraktur atau patah tulang. Perubahan tulang tersebut dapat menghimpit saraf-saraf di area sekitar tulang, sehingga akan menyebabkan rasa kesemutan bahkan mati rasa.

Penyakit Paget terjadi akibat adanya kelainan siklus regenerasi tulang. Sel tulang penderita penyakit Paget biasanya berukuran lebih besar dan bekerja lebih aktif, sehingga proses pergantian jaringan tulang lama oleh tulang baru berlangsung lebih intensif dibanding pada orang normal. Akibatnya, jaringan tulang baru justru tumbuh dalam kondisi yang rapuh dan berbentuk abnormal.

Walaupun begitu, alasan utama terjadinya kelainan pada siklus regenerasi tulang ini belum diketahui secara jelas. Terdapat beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab, yaitu faktor genetik atau keturunan dan lingkungan, hingga dugaan adanya virus tertentu.

Efek samping penyakit Paget

Seseorang yang terkena penyakit Paget tetap dapat beraktivitas seperti biasanya, terlebih jika ia tidak mengalami perubahan bentuk tulang. Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, perkembangan penyakit ini akan bertambah parah dan berlangsung dalam waktu yang cepat.

Penyakit Paget memang tidak akan menyebar ke bagian tulang lainnya, sehingga ia tidak mengganggu kesehatan penderitanya secara umum. Singkatnya, penderita penyakit Paget tidak akan mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan.

Penyakit Pada Kuku Bisa Menandakan Penyakit Lain

Penyakit pada kuku dan perubahan warna kuku bisa jadi merupakan tanda adanya penyakit lain. Warna normal kuku pada umumnya adalah merah muda dengan adanya bentuk bulan separuh berwarna putih pada pangkal kuku. Namun, kondisi ini dapat berubah jika Anda menderita beberapa penyakit tertentu. Oleh karena itu, dengan memperhatikan kondisi kuku Anda dapat membuat Anda menjadi lebih peka terhadap perubahan yang terjadi pada diri Anda.

Dokter spesialis kulit di Amerika memberikan daftar perubahan warna pada kuku disertai dengan kondisi penyakit pada kuku yang mungkin menandakan kondisi medis tertentu pada seseorang.

  1. Kuku kebiruan

Kondisi kuku yang kebiruan biasanya menandakan kurangnya oksigen pada aliran darah Anda. Penyakit jantung, paru, dan pembuluh darah dapat menyebabkan kondisi ini.

  • Kuku putih

Kuku putih pucat bisa menandakan adanya gangguan pada hati atau penyakit kencing manis (diabete) pada diri Anda. Biasanya, pada gangguan hati, tepi kuku berwarna gelap dan warna kulit menjadi kekuningan.

  • Kuku pucat

Warna kuku yang cenderung pucat seringkali menandakan kondisi anemia, di mana terjadi kekurangan sel darah merah pada diri Anda. Kondisi malnutrisi, gangguan jantung, dan hati juga bisa membuat kuku pucat.

  • Kuku separuh merah muda, separuh putih

Warna kuku yang seperti ini dapat menandakan Anda memiliki gangguan ginjal.

  • Kuku kuning

Kuku yang warnanya kuning biasanya menandakan adanya infeksi di daerah kuku Anda. Selain itu, penyakit pada paru juga bisa menyebabkan perubahan warna inin .

  • Bagian bulan separuh yang kemerahan

Pada kondisi seperti penyakit lupus, jantung, kebotakan, dan peradangan sendi dapat membuat perubahan warna pada bagian bulan separuh di kuku menjadi warnanya kemerahan.

  • Bagian bulan separuh kebiruan

Pada bagian bulan separuh yang kebiruan biasanya menandakan seseorang sedang mengalami keracunan.

Tentunya perubahan warna atau penyakit pada kuku Anda tidak selalu menandakan adanya kondisi medis tertentu. Namun, tidak ada salahnya Anda selalu memperhatikan keadaan kuku setiap hari. perubahan warna pada kuku ternyata dapat menandakan adanya perubahan pada tubuh Anda.