Kenali Ciri Klimakterium, Fase Menopause pada Wanita

Semua wanita akan mengalami fase klimakterium, yakni sebuah proses peralihan dari masa reproduksi ke masa tua (senium) atau bisa juga disebut menopause. Dalam fase klimakterium, biasanya akan disertai dengan perubahan-perubahan baik secara fisik maupun psikis. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, bisa menimbulkan penurunan kesehatan. 

klimakterium

Masa klimakterium pada wanita terbagi menjadi tiga fase, yakni pra menopause, menopause hingga pasca menopause. Dalam setiap fase, terdapat perubahan yang berbeda-beda disertai dengan munculnya kesehatan dan penyakit. Untuk itu, penting bagi wanita untuk mengetahui fase klimakterium agar bisa mempersiapkan momen ini sehingga terhindar dari beberapa penyakit yang mungkin bisa muncul.

Apa itu klimakterium?

Klimakterium adalah proses berhentinya menstruasi karena fungsi ovarium mulai menghilang yakni sudah berhenti menghasilkan sel telur. Pada masa ini, pembentukan hormon wanita seperti estrogen dan progesteron juga akan berkurang. 

Terjadinya menopause pada wanita tidak bisa dipastikan waktunya, karena setiap wanita mengalami perubahan yang berbeda-beda. Ada yang secara tiba-tiba berhenti, ada juga yang prosesnya secara bertahap. Proses ini biasanya memakan waktu selama 2-3 tahun hingga akhirnya menstruasi benar-benar berhenti. 

Fase klimakterium

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, klimakterium sendiri terbagi menjadi beberapa tahapan, yakni pra menopause, menopause, dan pasca menopause.

  • Pra menopause

Tahapan ini akan berlangsung selama 4-5 tahun, ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur. Umumnya, wanita akan mengalami tahapan ini di usia 47 tahun, namun bisa saja lebih awal atau lambat. Meskipun menstruasi sudah tidak teratur, di tahapan ini masih ada kemungkinan untuk hamil.

  • Menopause

Di tahapan ini, proses menstruasi sudah berhenti secara permanen. Biasanya wanita akan menyadari setelah satu tahun dari haid terakhir.

  • Pasca menopause

Tahap[ ini biasanya terjadi satu tahun setelah mengalami menstruasi terakhir dan tidak mungkin untuk bisa hamil. 

Penyebab menopause

Menopause terjadi ketika ovarium sudah mulai berkurang fungsinya dan tidak lagi tanggap terhadap rangsangan hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisa. Hal ini membuat ovarium hanya melepaskan sedikit estrogen dan progesteron hingga akhirnya pelepasan sel telur berhenti sepenuhnya. 

Jika mengalami menopause dini, yakni sebelum usia 40 tahun, bisa saja disebabkan karena faktor, seperti:

  • Stres
  • Usia melahirkan
  • Keturunan
  • Penggunaan alat kontrasepsi
  • Kebiasaan merokok
  • Asupan gizi

Ciri-ciri alami klimakterium 

Saat berada di fase klimakterium, wanita akan mengalami perubahan baik secara fisik maupun psikisnya. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kondisi ini tentunya akan membuat kesehatan makin menurun. 

Ciri fisik

  • Mengalami hot flushes, yakni rasa panas di bagian leher, dada hingga wajah yang dirasakan selama beberapa menit. Biasanya, hal ini juga akan disertai dengan gejala kepala pusing, tubuh lemah, detak jantung cepat dan sering berkeringat saat malam hari.
  • Sering buang air kecil karena saluran kemih sudah tidak elastis lagi
  • Kulit menjadi lebih kering
  • Rambut mudah rontok
  • Vagina akan lebih kering dan akan menimbulkan rasa kurang nyaman saat berhubungan intim. Hal ini karena terjadi penipisan jaringan pada dinding vagina.
  • Libido jadi menurun
  • Mudah lelah
  • Sering mengalami kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar)
  • Kulit tidak elastis lagi karena jaringan kolagen yang makin berkurang

Ciri psikologis

  • Cepat tersinggung dengan hal-hal kecil
  • Mengalami depresi
  • Ada perasaan risau dan cemas
  • Sering lupa akan sesuatu dan sulit berkonsentrasi

Itu dia beberapa ciri fisik dan psikis seorang wanita sedang berada pada fase klimakterium. Sebaiknya bicarakan masalah ini pada pasangan agar perubahan-perubahan yang terjadi bisa dilalui dengan baik dan terhindar dari penyakit.