7 Kunci Cara Mempengaruhi Orang Lain Anti Gagal

Cara mempengaruhi orang lain bisa menjadi kunci sukses Anda. Pasalnya ketika Anda sudah mampu membuat orang lain terpengaruh, artinya Anda selangkah lebih maju menjadi pemimpin. Cara mempengaruhi orang lain pun berguna untuk mengajak orang mengikuti apa yang Anda kehendaki, baik positif maupun negatif. 

Masalahnya, tidak semua orang mengetahui kunci cara mempengaruhi orang lain. Kebanyakan orang berusaha membujuk orang untuk mengikuti kemauannya dengan cara manipulatif yang berujung pada ketidakpecayaan orang lain terhadap perkataan Anda. 

Berikut ini adalah beberapa kunci yang perlu Anda lakukan untuk bisa mempengaruhi orang lain. Tentunya tidak ada unsur manipulatif dalam berbagai cara mempengaruhi orang lain di bawah ini. 

  1. Tunjukkan Simpati 

Jangan menganggap lawan bicara Anda sebagai rival, meskipun pandangan Anda dan dia masih berbeda untuk saat ini. Jika ingin memengaruhinya, Anda sebaiknya merangkulnya. Tunjukkan simpati Anda terkait apa yang ia rasakan, alami, dan keluhkan. Simpati dari Anda akan membuat lawan bicara tersebut menganggap Anda sebagai kawan sehingga lebih mudah mempercayai dan terpengaruh dengan apa yang Anda katakan dan lakukan. 

  1. Buat Merasa Berharga 

Anda juga harus membuat lawan bicara yang hendak Anda pengaruhi tersebut merasa berharga dan penting. Cara mempengaruhi orang lain yang satu ini akan sangat efektif. Karena ketika seseorang merasa dihargai, ia akan merespons balik apa yang Anda utarakan. Ia akan menghargai pemikiran Anda dan sangat mungkin mengikuti apa yang Anda inginkan. 

  1. Pendengar dan Pencerita 

Anda mesti menjadi pendengar yang baik jika ingin mempengaruhi orang lain. Pastikan Anda menyimak cerita yang disampaikan lawan bicara Anda. Meskipun demikian, jangan sampai justru Anda yang masuk ke dalam alur cerita orang tersebut. Walaupun mendengarkan dengan baik, Anda tetap harus memimpin perbincangan dengan menjadi pencerita yang baik. Kombinasi sebagai pencerita dan pendengar ini menjadi cara mempengaruhi orang lain yang anti gagal, namun tidak disadari langsung oleh orang yang terpengaruh. 

  1. Gunakan Bahasa Motivasi 

Ketika hendak mempengaruhi orang lain, jangan sampai bahasa yang Anda gunakan terkesan menggurui dan memerintah. Model bahasa yang seperti itu hanya akan membuat orang yang hendak dipengaruhi langsung memasang tameng untuk tidak mengikuti apa yang Anda katakan. Cobalah cara mempengaruhi orang lain dengan menggunakan bahasa-bahasa yang memotivasi. Jadikan diri Anda atau orang lain yang tersohor menjadi contoh yang baik. 

  1. Jadi Diri Sendiri 

Anda ingin mempengaruhi orang lain, tapi masih mengikuti gaya seseorang yang tenar? Bisa dijamin, tujuan Anda mempengaruhi orang lain akan gagal total. Karena daripada harus mengikuti Anda yang meniru orang lain, lebih baik orang yang hedak dipengaruhi tersebut langsung meniru contoh utama yang Anda tiru, bukan? Karena itu, jadilah diri sendiri. Biarkan yang tertampil di hadapan orang adalah diri Anda yang autentik, bukan hasil meniru. 

  1. Hadirkan Kebutuhan 

Pastikan apa yang Anda tawarkan kepada orang lain sesuai kebutuhannya. Karena itu, menjadi sangat penting untuk mengetahui orang-orang yang sesuai dengan tujuan Anda. Penyeleksian orang ini menjadi penting agar Anda bisa menghadirkan kebutuhan dalam pembicaraan sehingga ia akan terpancing mengikuti apa yang Anda katakan. 

  1. Tampil Percaya Diri 

Semua cara mempengaruhi orang lain akan gagal apabila Anda menyampaikannya dengan ragu-ragu. Bayangkan saja, apabila Anda sendiri tidak yakin dengan apa yang Anda ucapkan, bagaimana orang lain bisa memercayai dan mengikutinya? Karena alasan inilah, Anda harus tampil percaya diri ketika berbicara dengan siapapun agar orang-orang tersebut terpengaruh orang karisma Anda dan terpengaruh terhadap apa yang Anda lontarkan. 

*** 

Jika sudah memiliki modal cara mempengaruhi orang lain, Anda akan lebih mudah membujuk orang lain mengikuti apa yang Anda inginkan. Namun tentunya, berikan pengaruh yang baik, ya!

Arti Mimpi Orang Meninggal

Bagaimanapun juga mimpi tentang orang meninggal adalah hal yang meresahkan. Bahkan setelah Anda bangun, mimpi jenis ini mungkin membuat Anda merasa gugup dan tidak nyaman. Mimpi yang berhubungan dengan kematian mungkin terasa seperti pertanda gelap untuk masa depan, tetapi pada kenyataannya, arti mimpi orang meninggal tidak seseram yang Anda impikan.

Mimpi orang meninggal bisa sangat menakutkan, seolah-olah itu adalah pertanda kematian Anda yang akan segera terjadi atau kematian orang yang Anda cintai. Namun, tidak perlu khawatir atau panik. Untuk memahami dengan baik arti mimpi Anda tentang kematian, penting untuk melihat apa yang terjadi dalam kehidupan nyata Anda yang mungkin telah memicu mimpi seperti itu.

Mimpi tentang kematian dan sekarat biasanya bukan jenis mimpi prekognitif yang memprediksi masa depan Anda, kematian biasanya hanya simbol dalam mimpi yang sering kali menandakan perubahan. Dan pada nyatanya, Anda akan selalu menjadi penafsir terbaik untuk mimpi Anda, jadi penting untuk mempelajari cara menganalisis mimpi Anda sendiri. Berikut beberapa arti mimpi orang meninggal:

  • Kematian berarti awal yang baru

Mimpi tentang kematian Anda sendiri melambangkan perubahan batin, transformasi, penemuan diri, dan perkembangan positif yang terjadi di dalam diri Anda atau hidup Anda. Anda sedang menjalani fase transisi dan menjadi lebih tercerahkan atau spiritual. Perubahan besar menanti Anda di mana Anda membuat awal yang baru dan meninggalkan masa lalu. 

  • Kematian berarti sebagian dari diri Anda telah mati

Secara metaforis, kematian dapat dilihat sebagai akhir atau penghentian cara-cara lama Anda, kebiasaan buruk, perilaku merusak atau beberapa aspek lain dari diri Anda. Jadi, sekarat tidak selalu berarti kematian fisik, melainkan akhir dari sesuatu. Dalam mimpi seperti itu, kematian seringkali diwakili oleh orang lain. Jadi jika Anda mimpi orang meninggal, maka itu artinya Anda ingin menekan aspek diri Anda yang diwakili oleh orang tersebut.

  • Kematian berarti panggilan akan sesuatu

Sifat kematian yang menakutkan dan mengkhawatirkan dengan sendirinya bisa menjadi panggilan untuk bangun untuk sesuatu. Ini adalah cara pikiran Anda untuk mencoba menarik perhatian Anda pada sesuatu yang mengerikan dalam kehidupan nyata Anda di mana Anda perlu mengambil tindakan. Pertimbangkan bagaimana perasaan Anda dalam mimpi Anda dan pikirkan tentang situasi dalam kehidupan nyata Anda dimana Anda merasakan hal yang sama.

Bagi sebagian orang, memimpikan kematian Anda sendiri mungkin menjadi peringatan kesehatan. Mungkin Anda telah menunda kunjungan dokter, atau mungkin Anda perlu melakukan beberapa perubahan gaya hidup yang tidak sehat.

  • Kematian berarti karakteristik yang hilang

Mimpi tentang kematian orang yang dicintai menunjukkan bahwa Andada kekurangan aspek atau kualitas tertentu yang diwujudkan orang yang dicintai. Tanyakan pada diri Anda apa yang membuat orang ini istimewa atau apa yang Anda sukai dari dirinya. Kualitas itulah yang kurang Anda dalam hubungan atau keadaan Anda sendiri.

  • Kematian berarti kebencian

Lebih langsung lagi, arti mimpi tentang orang meninggal dapat berarti bahwa Anda menyimpan kebencian yang mendalam terhadap orang ini.

Arti mimpi orang meninggal biasanya tidak dipahami secara harfiah. Lihatlah mimpi kematian sebagai simbol dari sesuatu dalam kehidupan nyata Anda yang berubah atau berakhir. Kematian biasanya merupakan simbol untuk sesuatu, biasanya perasaan Anda tentang seseorang atau sesuatu.

Jika Anda terganggu dengan mimpi yang berhubungan dengan stres, mungkin Anda perlu membicarakan masalah dengan dokter atau terapis yang berkualifikasi.

Dampak Negatif Rasisme bagi Kesehatan Korban

Rasisme biasanya dialami oleh masyarakat berkulit hitam. Namun secara umum, rasis merupakan paham negatif yang menganggap ras tertentu lebih unggul dibanding ras lainnya.

Rasisme sendiri merupakan isu negatif yang masih sering terjadi di hampir semua negara. Menurut pengertian KBBI, rasisme atau rasialisme adalah prasangka seseorang yang didasarkan pada keturunan bangsanya yang menganggap bahwa ras sendiri paling unggul. Paham ini menyebabkan seseorang berlaku semena-mena dan memperlakukan orang yang berbeda ras dengan tidak adil.

Rasisme Mengganggu Kesehatan

Ternyata, tindakan rasisme ini bisa mengganggu kondisi kesehatan secara fisik atau pun mental korban tindakan rasisme itu sendiri. Mereka yang sering menjadi korban seringkali mengalami stres yang jika berlangsung lama dapat menyebabkan risiko penyakit lain, seperti:

  • Hipertensi

Orang yang menjadi korban rasisme akan berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi alias hipertensi karena mengalami stres akibat mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari kaum mayoritas.

  • Peradangan Internal

Menurut penelitian, para korban rasisme juga lebih rentan mengalami peradangan internal yang berpotensi mengalami penyakit kronis, seperti pengidap penyakit jantung dan gangguan ginjal.

  • Mengalami Penyakit Karena Pola Hidup Tak Sehat

Stres yang dialami oleh korban rasis juga akan membuat mereka menjalani pola hidup tidak sehat, seperti penyalahgunaan narkoba, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan lainnya.

  • Gangguan Tidur

Mereka yang menjadi korban rasisme seringkali bisa menyebabkan mereka mengalami gangguan tidur dan berbagai masalah fungsi psikologis lain, terlebih pada korban yang berusia paruh baya.

Selain masalah secara fisik, korban rasisme juga rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Masalah mental yang dimaksud seperti:

  • Depresi
  • Stres
  • Gangguan kecemasan
  • Keinginan untuk bunuh diri
  • Kondisi emosi yang tidak stabil
  • Mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD)

Bahkan mennurut data dari studi di AS tahun 2016 lalu, disebutkan bahwa ibu yang hamil yang mengalami perundungan ras cenderung melahirkan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata bayi normal. Sehingga bayi tersebut akan rentan terserang penyakit.

Kemudian, anak yang masuk dalam tahap remaja, dan mengalami perundungan ras serupa dengan orang tuanya, biasanya juga akan jatuh ke kebiasaan yang tidak sehat.

Cara mencegah Rasisme

Oleh karena itulah, rasisme ini harus segera diakhiri segera agar tidak menyebabkan kerugian bagi korban, baik dari segi kesehatan maupun kesempatan untuk hidup bahagia.

Biasanya rasisme muncul bertahan di tengah masyarakat karena stereotype yang turun temurun. Sehingga menimbulkan paham di mana kelompok yang merasa eksklusif memusuhi orang diluar kelompoknya.

Berikut beberapa tindakan preventif untuk mencegah berkembangnya isu rasisme ini, yaitu:

  • Bertemanlah tanpa memandang suku, ras, agama, dan golongan
  • Mengajarkan anak sejak dini terkait adanya perbedaan ras di masyarakat dan mengajarkan bagaimana sikapnya terhadap orang-ornag yang berbeda dari dirinya.
  • Tidak hanya diam melihat korban rasisme, tapi berusaha melindungi dan membela korban di depan pelaku perundungan
  • Menjalani aktivitas bersama mereka yang berbeda ras
  • Pilihlah pemimpin bukan karena ras yang dimiliki, melainkan karena kompetensi yang dimiliki.
  • Merancang kurikulum pembelajaran yang dapat menekankan kebersamaan antargolongan atau suku, ras, hingga agama  jika Anda bekerja sebagai guru atau pendidik.

Memang tidak akan mudah mengubah pandangan orang atas ras tertentu yang berbeda dari dirinya. Isu rasisme pun tidak akan dengan sekejap hilang begitu saja. Namun, setidaknya, mengajarkan generasi mendatang untuk memiliki pola pikir yang lebih baik bisa menjadi pilihan. Sehingga rasisme tidak lagi berkembang di masa mendatang.

Tips Memperjuangkan Cinta Tidak Direstui Orangtua

Rasa sesak pasti Anda rasakan ketika mendapati cinta tidak direstui oleh orangtua. Padahal, Anda yakin pasangan Anda merupakan pilihan terbaik untuk menemani sisa hidup hingga akhir hayat begitupun sebaliknya. Jika sudah demikian, apakah Anda ingin melanjutkan hubungan Anda atau terpaksa menyerah?

Bagi Anda yang masih ingin berjuang, sebenarnya banyak cara yang dapat ditempuh guna mendapatkan restu dari kedua orang tua. Berpikirlah optimistis bahwa belum direstuinya Anda berdua lebih mengarah kepada belum pahamnya kedua orangtua terkait betapa seriusnya hubungan Anda dan pasangan. 

Berikut ini adala beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mendapat restu orangtua dalam percintaan Anda. Tentunya bukan hanya Anda yang perlu melakukan langkah-langkah di bawah ini, melainkan pasangan Anda pula. Dengan usaha teguh dari kedua belah pihak seperti di bawah ini, hati orangtua mana yang tidak luluh?

  1. Pertemukan Langsung 

Cinta tidak direstui bisa jadi karena Anda masih belum mengenalkan pasangan Anda secara intens kepada orangtua. Tidak ada pengenalan secara langsung sangat mungkin membuat orangtua bertanya-tanya tentang serius tidaknya hubungan Anda. Lamanya pasangan tidak dikenalkan kepada orangtua pun sangat mungkin membuat orangtua menjadi curiga dan menganggap hubungan Anda dan pasangan tidak terlalu baik. Cobalah untuk mempertemukan orangtua dengan pasangan Anda secara langsung agar orangtua dapat mengenal lebih dalam mengenai pasangan dan hubungan Anda. 

  1. Tetap Sopan 

Mungkin restu orangtua dari pasangan dan orangtua sendiri belum Anda raih saat ini. Namun, jangan jadikan itu alasan untuk memberontak. Hal tersebut hanya membuat cinta Anda semakin jauh dari restu. Tetaplah bersikap sopan kepada orangtua agar mereka mengerti bahwa Anda dan pasangan adalah pribadi yang menghormati orang tua dan cocok dijadikan menantu. 

  1. Beranilah Berargumen

Jika ingin berjuang, Anda dan pasangan tentu tidak bisa diam saja. Berani berargumen menjadi landasan yang kuat untuk memperjuangkan cinta tidak direstui. Tanyakan kepada orangtua mengenai alasan mereka tidak merestui hubungan Anda bersama pasangan. Beri bantahan yang sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, yang bisa meyakinkan mereka bahwa alasan mereka tidak cukup kuat untuk menghalangi cinta Anda. 

  1. Perlihatkan Rasa Cinta 

Cinta tidak direstui oleh orangtua bisa jadi karena mereka tidak melihat menggebu-gebunya rasa cinta Anda kepada pasangan. Salah satu penyebabnya mungkin karena Anda jarang memperlihatkan rasa cinta secara langsung kepada orang. Mulai sekarang, jangan segan menunjukkan rasa cinta kepada pasangan Anda di hadapan orang tua sendiri maupun orang tua pasanga. Perlihatkan kepada mereka bahwa cinta kalian berdua sungguh besar dan tidak layak untuk dipisahkan. 

  1. Beberkan Rencana Masa Depan 

Tidak ada salahnya mengungkapkan rencana masa depan Anda dan pasangan. Sebagai contoh, Anda bisa menceritakan kapan Anda dan pasangan hendak menikah, di mana akan tinggal setelah menikah, juga berencana memiliki berapa anak. Adanya rencana tersebut akan membuat orangtua takjub dan menanggap bahwa Anda dan pasangan sudah dewasa dan berhak menentukan sendiri mengenai pilihan cinta Anda. 

  1. Tunjukkan Kestabilan 

Materi menjadi salah satu penyebab terbesar banyak kisah cinta tidak direstui. Sebenarnya hal ini logis karena tiap orangtua pasti menginginkan anaknnya bisa berumahtangga dengan layak dan bahagia. Karena itu, tunjukkan kestabilan materi yang Anda miliki. Perlihatkan kepada orangtua bahwa Anda sanggup membahagiakan pasangan. Selain materi, tunjukkan pula kestabilan emosional agar orangtua merasa yakin Anda dan pasangan merupakan sejoli yang saling melengkapi.

***

Jangan gampang menyerah karena cinta tidak direstui. Upayakan segala cara yang bisa Anda tempuh jika memang restu yang belum diperoleh tersebut tidak memiliki alasan yang kuat dan krusial. 

Alasan Kepribadian Introvert pada Anak Bukan Hal Negatif

Kepribadian yang introvert seringkali diidentikkan dengan sifat yang pendiam dan pemalu. Padahal, introvert bukan hanya terbatas pada ciri khas tersebut. Ada banyak hal yang perlu Anda pahami mengenai kepribadian introvert, khususnya introvert pada anak. 

Anak dengan kepribadian introvert tidak selalu diam sepanjang hidupnya. Dalam situasi tertentu, mereka juga bisa menjadi periang dan ramah seperti extrovert. Perbedaan antara introvert dan extrovert sebenarnya terletak pada cara mereka dalam mengembalikan energi setelah melakukan pekerjaan dalam waktu yang lama. 

Miskonsepsi tentang kepribadian introvert pada anak

Banyak orang tua mengharapkan anak mereka bisa menjadi pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Melihat anak yang lebih sering menghabiskan waktu sendirian dan menjadi pendiam seringkali memicu kekhawatiran orang tua. 

Padahal, menurut ilmu psikologi, setiap anak pada dasarnya memiliki kepribadian yang introvert. Kepribadian ini bukanlah suatu kepribadian yang bisa dipilih sendiri, melainkan kepribadian dasar yang telah terbentuk sejak masih kecil.

Salah satu miskonsepsi paling umum mengenai kepribadian introvert pada anak adalah pandangan bahwa anak yang introvert lebih sering kesepian. Ada juga yang beranggapan bahwa anak introvert adalah anak yang pemalu dan asosial.

Akan tetapi, introvert justru memiliki beberapa aspek positif yang tidak dimiliki oleh anak-anak yang extrovert. Salah satunya adalah sensitivitas terhadap isu-isu dan makna sosial dari hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

Dibandingkan dengan anak yang extrovert, anak-anak dengan kepribadian introvert lebih bisa berempati dengan orang lain. Mereka memang tidak bisa mendapatkan banyak teman dalam waktu singkat, tetapi hubungan pertemanan dijalin dengan lebih dalam dan bertumbuh seiring berjalannya waktu. 

Ciri khas kepribadian introvert pada anak

Selain pendiam dan memiliki rasa empati tinggi, ada beberapa ciri khas lain dari anak yang memiliki kepribadian introvert. Ciri khas tersebut antara lain: 

  • Lebih perasa

Anak dengan kepribadian introvert cenderung lebih perasa dan sensitif. Karena sensitivitas ini, mereka menjadi lebih peka pada orang lain. 

Akan tetapi, di satu sisi, kepedulian terhadap orang lain itu membuat mereka juga mudah merasakan kesedihan atau kesulitan yang dirasakan orang lain, sehingga mereka lebih mudah merasa tertekan. 

  • Lelah dengan interaksi sosial

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap anak yang introvert memiliki sisi ekstrovert di dalam diri mereka. Sisi ekstrovert itu akan muncul ketika mereka bermain dengan anak-anak lain dan bersosialisasi.

Perbedaan signifikan antara extrovert dengan introvert adalah cara mereka mengembalikan energi. Meskipun anak introvert tetap bisa bersosialisasi dengan teman lain, mereka akan mudah merasa lelah setelah melakukan interaksi sosial. 

  • Kelompok pertemanan yang kecil dan erat

Dibandingkan dengan anak ekstrovert, anak-anak yang introvert mungkin memiliki lingkaran pertemanan yang lebih sempit. Akan tetapi, seluruh orang dalam lingkaran pertemanan itu benar-benar dianggap sebagai teman. Anak Anda akan memiliki hubungan yang sangat dekat dan dalam dengan mereka. 

Memiliki lingkaran pertemanan yang kecil bukan berarti anak Anda kesepian. Sebaliknya, kelompok pertemanan yang kecil itu justru sangat berharga bagi anak Anda dan anak Anda akan merasa lebih bahagia menghabiskan waktu bersama mereka, dibandingkan dengan teman-teman lain di luar kelompok tersebut. 

Masing-masing kepribadian memiliki sisi positif dan negatif. Sebagai orang tua, Anda tidak perlu khawatir mengenai kepribadian introvert pada anak. Seiring berjalannya waktu, bisa saja kepribadian anak Anda berubah dan berkembang secara bertahap. 

Apa Itu Kecerdasan Emosional dan Bagaimana Mengaplikasikannya?

orang dengan kecerdasan emosional yang baik dapat berkomunikasi yang baik dengan orang lain

Mungkin Anda sudah akrab dengan kecerdasan umum, yaitu sebuah kemampuan untuk belajar, menerapkan pengetahuan, dan menyelesaikan masalah. Namun, ini bukanlah satu-satunya jenis kecerdasan yang manusia miliki. Beberapa orang juga memiliki kecerdasan emosional, yaitu kemampuan seseorang dalam mengidentifikasi dan mengatur emosi diri sendiri dan orang lain. Kecerdasan emosional umumnya melibatkan sedikitnya 3 keterampilan, yaitu kesadaran emosional, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi emosi seseorang; kemampuan untuk memanfaatkan emosi tersebut dan menggunakannya untuk berpikir atau memecahkan masalah; dan kemampuan dalam mengelola emosi, yang terdiri dari mengatur emosi diri sendiri dan membantu orang lain menghadapi hal yang serupa. 

Komponen-komponen kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional adalah istilah atau konsep yang dipopulerkan oleh peneliti pada tahun 1990. Konsep ini berbeda dengan kecerdasan umum. Singkatnya, kecerdasan emosional adalah kemampuan dalam memahami dan mengatur emosi Anda sendiri. Mereka yang memiliki kecerdasan emosional juga memiliki keterampilan dalam mengerti dan memengaruhi emosi serta perilaku orang lain. Dengan pemahaman tersebut, bukan menjadi hal yang mengherankan apabila mereka yang memiliki kecerdasan emosional memiliki kesuksesan yang lebih dalam hidup. Ada 5 elemen dalam kecerdasan emosional, yaitu:

  • Kesadaran diri. Ini berarti Anda sadar terhadap perasaan dan motif diri sendiri. Orang-orang dengan kesadaran emosional sering menunjukkan kesadaran diri dalam level yang tinggi. Anda tahu bagaimana emosi Anda memengurahi diri sendiri dan orang lain, dan Anda tidak akan membiarkan emosi tersebut mengatur diri Anda. 
  • Regulasi diri. Orang-orang dengan kemampuan untuk melakukan regulasi diri tidak akan membuat keputusan-keputusan yang impulsif. Mereka akan berhenti sejenak dan berpikir tentang konsekuensi dari tindakan apa yang bisa didapatkan sebelum melakukan sesuatu. 
  • Motivasi. Orang-orang dengan kecerdasan emosional lebih produktif dan memiliki motivasi kuat. Mereka akan memikirkan hasil yang lebih besar, dan menilai bagaimana tindakan mereka dapat berkontribusi terhadap sukses jangka panjang. 
  • Empati. Orang-orang dengan kecerdasan emosional jarang yang memikirkan diri sendiri. Mereka akan berempati terhadap situasi diri sendiri dan orang lain. Mereka juga merupakan seorang pendengar yang baik, tidak mudah menghakimi, dan mengerti kebutuhan dan keinginan orang lain. Oleh karena alasan ini, orang-orang dengan kecerdasan emosional sering dipandang sebagai pribadi yang setia dan teman yang penyayang. 
  • Keterampilan sosial. Apabila Anda memiliki kecerdasan emosional, Anda akan lebih berkolaborasi dan bekerja dalam suatu kelompok. Anda dapat menjadi pemimpin yang baik karena kemampuan komunikasi yang kuat dan kemampuan dalam mengatur hubungan. 

Kecerdasan emosional memiliki banyak manfaat dalam hidup, namun yang paling penting adalah manfaat penerapannya dalam ruang lingkup pekerjaan. Faktanya, memiliki kecerdasan emosional dapat mengembangkan karir profesional yang dimiliki. Kemampuan dalam menerima kritik membangun tanpa mempersalahkan orang lain dapat membantu Anda tumbuh sebagai seorang karyawan dan berkembang di bidang yang sedang Anda jalani. Kecerdasan emosional juga bermanfaat di lingkungan kerja karena Anda jarang membuat keputusan buruk dan impulsif yang dapat memengaruhi kinerja Anda. Anda akan menggunakan logika dan pemikiran untuk mempertimbangkan konsekuensi dari sebuah keputusan sebelum memberikan reaksi. Kecerdasan emosional merupakan hal paling dasar dari kesuksesan sebuah pekerjaan. Orang-orang dengan kecerdasan emosional memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatasi stres, memecahkan masalah yang kompleks, dan bekerjasama dengan orang lain. Beberapa orang terlahir dengan kecerdasan emosional ini. Namun, kecerdasan ini dapat dipelajari. Kemampuan untuk mengerti diri sendiri dan memahami emosi orang lain dapat memberikan dampak yang positif terhadap hubungan Anda, dan membantu Anda untuk sukses di lingkungan kerja.