Dokter Anak di Bogor: Siloam Hospital

dokter anak di Bogor

Siloam Hospitals merupakan salah satu jaringan fasilitas kesehatan terbesar yang ada di Indonesia. Tak kurang dari 30 rumah sakit tersebar di nusantara. Satu di antara rumah sakit tersebut adalah Siloam Hospitals Bogor. Rumah sakit ini ditunjang oleh fasilitas dan dokter yang andal, termasuk dokter anak di Bogor.

Di bagian yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, rumah sakit yang terletak di tengah-tengah Kota Bogor ini ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai. Untuk rawat inap, misalnya, tak kurang dari 17 tempat tidur untuk membantu membuat pasien selalu merasa nyaman selama di rumah sakit. Begitu pula ruang NICU atau neonatal intensive care unit yang dilengkapi dengan tiga tempat tidur beserta alat penunjang lainnya.

Khusus pelayanan anak di Siloam Hospitals Bogor menyediakan diagnosis klinis menyeluruh untuk membantu mengidentifikasi penyakit yang menyerang anak.

Selain itu, rumah sakit ini juga menyediakan berbagai perawatan medis dengan antibiotik, pengobatan antiviral, atau terapi lain sesuai dengan kebutuhan pasien.

Pun demikian, semua itu berkesinambungan dengan tim medis mereka yang akan selalu memastikan bahwa pasien anak menerima perawatan dan kasih sayang yang diperlukan selama berada di lingkungan rumah sakit.

Pelayanan bagian anak ini setidaknya menjangkau kedokteran anak umum, bedah pediatrik umum, neonatologi kardiologi anak, kedokteran gigi anak, hingga onkologi anak. Adapun dokter anak di Bogor yang melayani pasien di Siloam Hospitals antara lain:

  • dr. Valencius Sunandar, SpA

Dokter yang satu ini biasa memberikan pelayanan medis di Siloam Hospital Bogor setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu saja. Untuk rawat jalan online, jadwalnya setiap pukul 16.00 sampai 17.30 WIB (Senin dan Rabu), serta pukul 11.30 sampai 13.00 WIB pada hari Sabtu.

  • dr. Melisa Anggraeni, Mbiomed, SpA

Hampir setiap hari kerja, ditambah hari Sabtu, dokter Melisa akan dengan senang hati membantu pasien anak yang datang ke Klinik Anak Siloam Hospital Bogor.

Salah satu dokter anak di Bogor ini bisa ditemui kecuali hari Jumat. Adapun jadwalnya pada pukul 17.00 sampai 20.00 WIB (Senin), pukul 12.00 sampai 15.00 WIB (Selasa, Rabu, Kamis), dan pukul 08.00 sampai 11.30 WIB di hari Sabtu.

  • dr. Leny Angkawijaya, SpA

Yang bersangkutan bisa ditemui di Siloam Hospital Bogor pada setiap hari kerja, yakni Senin sampai Jumat. Di hari Senin, Kamis, dan Jumat, jadwal praktiknya dimulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB.

Sementara pada hari Rabu dan Jumat dimulai lebih pagi, yaitu pukul 09.00 WIB dan selesai pukul 12.00 WIB. Jadwal ini juga berlaku untuk konsultasi online.

  • dr. Jenny Br. Ginting, Sp.A (K)

Sama seperti dokter Leny, dokter Jenny juga ada di rumah sakit setiap hari kerja. Praktik dimulai pagi hari, pukul 08.00 sampai 10.00 WIB di hari Selasa dan Kamis, serta pukul 09.00 sampai 11.00 WIB pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.

  • dr. Arvan Martovan, SpA

Dokter anak di Bogor satu ini membuka layanan praktik spesialis anak di Siloam Hospitals Bogor hanya pada hari Rabu di jam 16.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB.

  • dr. Analysa Bogar, SpA

Tak berbeda dengan dokter sebelumnya, dokter Analysa juga cuma punya jadwal satu hari di Siloam Hospitals Bogor. Tepatnya praktik yang dijalani dokter anak di Bogor ini setiap hari Sabtu pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.

***

Itulah deretan dokter anak di Bogor yang bisa memberikan pertolongan medis dan/atau konsultasi kesehatan di Siloam Hospitals Bogor. Anda bisa langsung mendatangi rumah sakit yang terletak di Jl. Pajajaran No. 27, Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor atau konfirmasi kehadiran, sekaligus melakukan janji temu dengan dokter melalui nomor telepon (0251) 8303 900 atau melalui laman website resmi mereka.

Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Bayi Sering Ngulet

Bayi sering ngulet

Meregangkan otot dan persendian agar lebih rileks disebut juga dengan ngulet. Kebiasaan ini umumnya dimiliki oleh orang dewasa, namun juga tidak jarang dilakukan oleh anak bayi. Bayi sering ngulet biasanya dimulai pada usia 2 hingga 3 bulan. 

Beberapa orang tua terkadang khawatir dengan kebiasaan ini karena pada kondisi tertentu bayi bisa menggeliat hingga menangis dan badannya melengkung. Lalu, apakah kebiasaan ini membahayakan dan harus diwaspadai orang tua?

Pada umumnya, ngulet bagi bayi adalah hal yang wajar karena hal ini adalah salah satu perkembangan dari motorik pada bayi. Ngulet membantu bayi untuk mengubah posisinya dan memperkuat otot-otot tubuhnya.

Namun, para orang tua harus lebih peka jika ngulet terlalu sering dilakukan oleh bayi. Pada beberapa kondisi, ngulet atau menggeliat juga disertai dengan tangisan, buang angin, atau muka menjadi merah. Hal ini dapat menjadi penyebab kondisi tertentu yang sedang dialami oleh bayi.

Penyebab Bayi Sering Ngulet

Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah frekuensi menggeliat yang dilakukan oleh bayi dan kondisi lain yang mengikutinya. Beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi sering ngulet, antara lain: 

  1. Bayi mengalami perut kembung

Bayi dapat mengalami perut kembung karena beberapa hal seperti ASI berlebihan, susu formula, MPASI yang tidak cocok, dan gas berlebihan pada perut. Jika mengalami hal ini, bayi cenderung akan sering menggeliat. Hal ini dilakukannya untuk membuat perut menjadi nyaman.

  1. Tubuh lelah

Aktivitas tertentu atau posisi gendongan yang tidak tepat dapat membuat bayi merasa lelah. Untuk mengatasi rasa lelah, bayi sering ngulet untuk meregangkan otot dan punggungnya. Selain menggeliat, bayi yang mengalami kelelahan juga akan cenderung menangis.

  1. Kesulitan bersendawa

Sulit bersendawa akan membuat perut menjadi tidak nyaman. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh bayi. Ngulet merupakan reaksi yang diberikan oleh bayi ketika mengalami kesulitan sendawa sehingga membuat gas pada usus besar dapat keluar. Menggeliat karena kesulitan bersendawa pada bayi biasanya juga disertai dengan buang angin.

  1. Tidur terlalu lama

Waktu tidur yang terlalu lama dapat menjadi salah satu penyebab bayi sering ngulet. Terlalu lama tidur dapat membuat otot menjadi tegang dan tubuh tidak nyaman, sehingga dengan ngulet bayi dapat menjadi lebih rileks. Menggeliat juga membuat rasa lelah yang dirasakan oleh bayi keluar dari tubuh.

  1. Sulit buang air besar dan masalah pada pencernaan

Bayi yang baru lahir juga bisa mengalami sulit buang air besar dan masalah pada pencernaan. ASI yang terserap tidak sempurna menyebabkan bayi kesulitan mencerna makanannya dan mengalami sembelit sehingga sulit BAB. Jika mengalami kondisi ini, bayi akan merasa tidak nyaman sehingga bayi sering ngulet disertai dengan tangisan.

  1. Nyeri pada pusar

Penyebab bayi sering ngulet selanjutnya adalah mengalami infeksi pada pusar. Selain menggeliat, gejala lain yang muncul jika bayi sedang mengalami infeksi pusar adalah pusar bengkak, berwarna kemerahan, serta mengeluarkan cairan dengan bau yang tidak nyaman.

Mengatasi Bayi Sering Ngulet

Apabila bayi terlalu sering menggeliat atau ngulet dan disertai dengan kondisi lainnya, maka para orang tua harus segera menemukan penyebab dari kondisi tersebut. Jika sudah menemukan penyebab bayi sering ngulet, maka orang tua dapat mengatasinya sesuai dengan penyebab yang terjadi. Beberapa cara untuk mengatasi bayi sering ngulet antara lain:

  • Perhatikan ASI dan MPASI bayi

Jika penyebab bayi sering menggeliat adalah karena sembelit atau masalah pencernaan, maka orang tua harus memperhatikan asupan ASI atau MPASI yang dikonsumsi oleh bayi. Hindari makanan yang menyebabkan masalah pencernaan dan membuat perut bayi menjadi tidak nyaman.

Hindari juga memberikan bayi makanan dalam porsi yang berlebihan. Porsi makan yang terlalu banyak akan membuat perut begah sehingga bayi akan sering melakukan ngulet.

  • Pijatan lembut

Saat bayi sering ngulet dikarenakan tubuh yang lelah atau mengalami otot tegang, berikan bayi pijatan lembut yang dapat membuatnya rileks. Pijatan juga dapat membuat bayi merasa lebih nyaman sehingga tidak mengalami ngulet yang berlebihan. Disarankan untuk menggunakan jasa profesional untuk melakukan pijat pada bayi karena organ bayi dapat dikatakan masih lunak sehingga memerlukan penanganan khusus.

  • Berikan gendongan yang nyaman

Beberapa posisi gendongan dapat membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga menyebabkan bayi sering ngulet. Pilih gendongan yang nyaman, tepat, dan sesuai dengan bentuk tubuh serta umur bayi.

  • Atur waktu tidur bayi

Salah satu penyebab bayi sering ngulet adalah tidur yang terlalu lama. Batasi waktu tidur bayi dan jika bayi tertidur dalam waktu yang terlalu lama, coba bangungkan bayi dengan lembut.

Memberikan ASI sebelum tidur juga mempengaruhi lama tidur bayi. Hindari memberikan ASI yang berlebihan sebelum bayi tidur agar waktu tidurnya berada dalam batas wajar.

Jika frekuensi bayi sering ngulet sudah dalam batas tidak wajar, diikuti dengan tangis yang berlebihan, serta bayi tampak kesakitan, segera konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Jangan biarkan bayi terus mengalami hal ini karena dapat menimbulkan masalah yang lebih parah.