8 Jenis Limbah Medis yang Perlu Diketahui

limbah medis

Pernah mendengar istilah limbah medis? Limbah medis merupakan sisa-sisa produk yang dihasilkan oleh rumah sakit, puskesmas, klinik, serta fasilitas kesehatan lain baik berupa biologis maupun non biologis.

Limbah medis ini bisa berupa darah, jarum suntik, cairan tubuh, kain kasa, infus, dan sebagainya. JIka tidak dikelola dengan baik tentu bisa mengontaminasi lingkungan.

Jenis-jenis Limbah Darah

Sebenarnya sebagian besar atau sekitar 85 persen limbah dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan berupa sampah pada umumnya. Namun, sekitar 15 persen sisanya merupakan limbah berbahaya yang harus dikelola dnegan baik agar tidak menjadi sumber penyakit.

Menurut WHO, ada beberapa jenis sampah medis, yaitu:

  • Limbah Patologis

Limbah patologis merupakan sampah berupa jaringan manusia, organ tubuh, hingga bagian tubuh lainnya yang dihasilkan setelah melakukan prosedur operasi.

Limbah jenis ini tergolong ke dalam risiko bahaya tinggi. Jika tidak diolah dengan hati-hati. Sampah medis patologi ini harus diautoclaf terlebih dahulu sebelum keluar dari unit patologi. Bahkan limbah ini juga harus diberikan label biohazard.

  • Limbah Infeksius

Limbah infeksius merupakan sampah yang mengandung darah ataupun cairan tubuh yang berasal dari hasil operasi maupun sampel laboratorium.

Limbak infeksius juga bisa berasal dari alat sekali pakai seperti selang infus maupun kain kasa.

Sampah ini disebut limbah infeksius karena darah atau cairan tubuh manusia bisa mengandung virus, bakteri atau sumber penyakit lain yang kemungkinan menularnya tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik bisa menginfeksi orang lain atau lingkungan.

  • Limbah Kimia

Ada juga limbah kimia seperti cairan reagen atau sisa cairn disinfektan yang digunakan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lain.

  • Limbah Benda Tajam

Di rumah sakit atau fasilitas kesehatan juga terdapat beberapa alat atau benda tajam yang digunakan sekali pakai saja, seperti jarum suntik, pisau bedah, silet, dna sebagainya.

Bekas dari benda tajam sekali pakai ini harus dikelola dengan sangat hati-hati. Biasanya sampah benda tajam ini akan dimasukkan ke dalam kotak berwarna kuning terang yang ditulis khusus sebagai benda tajam.

  • Limbah Sitotoksik

imbah sitotoksik merupakan sisa produk atau buangan barang-barang beracun yang berbahaya dan dapat memicu kanker abhkan mutasi gen. Salah satu contohnya adalah obat yang digunakan untuk pasien kemoterapi.

  • Limbah Farmasi

Limbah farmasi juga harus dikelola dengan baik agar tidak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sampah farmasi ini berupa oabt yang sudah habis masa pakainya, obat yang tidak layak konsumsi atau yang sudah terkontaminasi.

Ada pula vaksin yang sudah tidak terpakai lagi. Nah, semua itu akan termasuk dalam kategori sampah atau limbah farmasi.

  • Limbah Radioaktif

Limbah radioaktif merupakan sampah yang berasal dari prosedur radiologi, seperti MRI, CT Scan, hingga rontgen. Sampah ini berupa cairan, bahan, atau alat yang sudah terpapar dan dapat memancarkan gelombang radioaktif. Biasanya sampah ini juga diberikan kode warna untuk membantu membedakannya.

  • Limbah Biasa

Limbah biasa sama seperti sampah biasa yang berasal dari aktivitas harian di rumah sakit. Bisa berupa sampah dapur, sisa makanan, bungkus plastik medis, dan sebagainya.

Limbah medis ini tentu dikelola dengan baik dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika sampah medis ini dibuang begitu saja justru bisa menyebabkan bahaya dan menjadi sumber penyakit bagi orang lain dan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *