Rekomendasi Dokter Kulit di Tangerang dan Jadwal Praktiknya

dokter kulit di Tangerang

Mencari dokter kulit di Tangerang bukanlah hal yang sulit. Sebab, terdapat lebih dari 25 dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin di Tangerang yang berpengalaman dan profesional.

Dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin ini tersebar di beberapa rumah sakit besar di wilayah Tangerang. Berikut rekomendasi dan jadwal praktiknya. 

Jadwal praktik dokter kulit di Tangerang

RS Awal Bros Tangerang

RS Awal Bros Tangerang terletak di Jalan MH Thamrin Nomor 3, Cikokol, Pinang, Kota Tangerang. RS Awal Bros Tangerang memiliki 4 dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin dengan jadwal praktik sebagai berikut:

dr. Andiati Silviana, SpKK

  • Selasa: 09.00-13.00

dr. Martha Saulina, SpKK

  • Jumat: 14.30-16.00
  • Sabtu: 17.00-18.30

dr. Rini Rasianti Permatasari, SpKK

  • Sabtu: 09.00-12.00

dr. Shalina Sebayang, SpKK

  • Senin: 09.00-13.00
  • Rabu: 09.00-13.00

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dokter serta tindakan medis yang diinginkan, kamu bisa menghubungi call center RS Awal Bross Tangerang di nomor (021) 55758888.

RS Mulya Tangerang

RS Mulya juga merupakan salah satu rumah sakit cukup terkenal di Tangerang dan memiliki pelayanan medis yang cukup lengkap, seperti poliklinik spesialis penyakit kulit dan kelamin.

Berikut jadwal praktik dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin di RS Mulya Tangerang.

dr. Subiyanto Widagdo, SpKK, FINSDV-FAADV

  • Jumat: 09.00-12.00
  • Sabtu: 18.30-20.00

dr. Fiedya Wati Kusuma, SpKK

  • Senin: 14.00-17.00
  • Rabu: 14.00-17.00

dr Frien Refla Syarief, SpDV

  • Senin: 10.00-12.00
  • Selasa: 10.00-12.00
  • Kamis: 10.00-12.00
  • Jumat: 10.00-12.00

Untuk informasi mengenai jadwal dokter yang lebih akurat, kamu bisa menghubungi call center RS Mulya Tangerang di nomor (021) 7322445 atau dengan mendatangi langsung di alamat Jalan KH Hasyim Ashari Nomor 18, Pinang, Kota Tangerang. 

RS St. Carolus Summarecon Serpong

RS St. Carolus Summarecon Serpong ini berlokasi di Jalan Gading Golf Boulevard Kav 08 Gading Serpong, Tangerang.

Selain memiliki fasilitas medis yang lengkap, RS St Carolus Summarecon Serpong juga memiliki dokter spesialis yang lengkap, seperti dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin. Berikut jadwal praktiknya.

dr. Lusiyanti, M.Med, SpKK

  • Selasa: 16.00-19.00
  • Kamis: 16.00-19.00
  • Sabtu: 10.00-14.00

dr. Ratna Widyani, SpDV

  • Sabtu: 17.00-19.00

dr. Sylvia Tan, SpKK

  • Senin: 09.00-11.00
  • Rabu: 10.00-12.00
  • Jumat: 13.00-15.00

Informasi terkait jadwal dokter serta pelayanan medis lainnya, kamu bisa menghubungi call center RS St. Carolus Summarecon Serpong di nomor (021) 54220811.

RSUD Kota Tangerang

RSUD Kota Tangerang juga memiliki dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin dengan jadwal tiga kali dalam seminggu. Berikut jadwalnya:

dr. Denti Rahmani Santihe, SpKK

  • Selasa: 07.30-14.00
  • Kamis: 07.30-14.00
  • Jumat: 07.30-14.00

Untuk mengetahui informasi seputar jadwal dokter dan juga layanan medis lainnya, kamu bisa menghubungi call center RSUD Kota Tangerang di nomor (021) 29720200 atau dengan mendatangi langsung di alamat Perumahan Modernland, Jalan Pulau Putri Raya, Kota Tangerang.

Mayapada Hospital Tangerang

Mayapada Hospital Tangerang memiliki tiga dokter spesialis kulit dan kelamin yang sudah berpengalaman. Berikut jadwal praktik masing-masing dokter.

dr. Febrina Felicia Somba, SpKK

  • Senin: 10.00-13.00
  • Rabu: 10.00-13.00
  • Jumat: 10.00-13.00

Dr. dr. Sukmawati Tansil Tan, SpKK

  • Senin: 08.00-10.00
  • Selasa: 12.00-14.00
  • Kamis: 12.00-14.00
  • Sabtu: 12.00-14.00

dr. Caroline Budiman, SpKK

  • Selasa: 15.00-17.00
  • Rabu: 15.00-17.00
  • Jumat: 15.00-17.00

Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut terkait jadwal dan tindakan medis lainnya, kamu bisa menghubungi whatsapp Mayapada Hospital Tangerang di nomor 082114123910 atau dengan menghubungi call center Mayapada Hospital Tangerang di nomor (021) 55781888.

RS Hermina Tangerang

RS Hermina Tangerang memiliki tiga dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpengalaman. Berikut ini jadwal praktik masing-masing dokter.

dr. Inge Mailiza Marpaung, SpKK

  • Senin: 17.00-19.00
  • Kamis: 09.00-11.00
  • Sabtu: 09.00-13.00

dr. Tomy Martin, SpKK

  • Senin: 13.00-15.00
  • Selasa: 17.00-20.00
  • Rabu: 09.00-12.00
  • Kamis: 13.00-15.00
  • Jumat: 17.00-20.00
  • Sabtu: 14.00-16.00

dr. Prima Kartika Esti, SpKK

  • Senin: 08.00-12.30
  • Selasa: 13.00-16.00
  • Rabu: 13.00-16.00

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dokter kulit dan kelamin di RS Hermina Tangerang, kamu bisa menghubungi nomor (021) 55772525 atau dengan datang langsung di alamat Jalan KS Tubun Nomor 10, Tangerang.

Itu dia beberapa rekomendasi dokter kulit di Tangerang yang bisa jadi referensi. Untuk informasi lebih update terkait jadwal dokter kulit di Tangerang, kamu bisa menghubungi masing-masing call center rumah sakit atau dengan menggunakan aplikasi kesehatan SehatQ.

Promo Perawatan Gigi untuk Tangani 7 Masalah Ini

Anda tengah melihat promo perawatan gigi yang menarik, namun masih ragu untuk mengambilnya? Sebaiknya, hilangkan segala keraguan tersebut dan daftarkan diri Anda di promo perawatan gigi tersebut. 

Selain biayanya yang lebih murah, promo perawatan gigi juga dapat mencegah bahkan menangani berbagai permasalahan gigi yang Anda alami. Alhasil, gigi dan mulut Anda lebih sehat sehingga segala aktivitas harian tidak terganggu. Produktivitas Anda dapat melesat lebih baik. 

Dengan rutin bertemu dokter gigi serta mendapatkan pemeriksaan dan perawatan gigi yang baik, Anda bisa terhindari dari berbagai risiko masalah gigi dan mulut. Tentunya, masalah tersebut bukan hanya gigi yang terasa nyeri ataupun berlubang, ya! Berbagai masalah gigi dan mulut di bawah ini wajib Anda ketahui. 

  1. Gigi Kuning 

Sejatinya gigi Anda seperti pakaian berwarna putih. Ia akan mudah berubah warna menjadi kuning jika sudah terlalu banyak noda makanan yang menempel. Menyikat gigi 2 kali sehari memang bisa membantu meminimalkan penempelan noda, namun tidak menghilangkan kemungkinan gigi menjadi kuning. Manfaatkanlah promo perawatan gigi untuk melakukan perawatan pemutihan gigi. Dokter gigi Anda bisa menggunakan zat pemutih dan lampu khusus untuk mengembalikan warna gigi Anda supaya berkilau lagi. 

  1. Erosi Gigi 

Erosi gigi merupakan kondisi hilangnya struktur gigi yang disebabkan oleh asam yang menyerang permukaan gigi luar. Tanda dan gejala erosi gigi dapat berkisar dari kepekaan hingga masalah yang lebih parah, seperti retak. Erosi gigi lebih sering terjadi daripada yang diperkirakan orang, tetapi juga dapat dengan mudah dicegah dengan melakukan perawatan gigi secara rutin kepada tenaga profesional dan terpercaya. 

  1. Gigi Sensitif 

Jika Anda sering merasa sakit atau ketidaknyamanan pada gigi akibat permen, udara dingin, minuman panas, minuman dingin atau es krim itu tandanya Anda mengalami gigi sensitif. Jangan mau terus merasakan kondisi tersebut. Gigi sensitif sejatinya bisa dirawat. Ini karena gigi sensitif bisa terjadi karena ada keretakan gigi atau abses gigi yang perlu ditangani oleh dokter gigi. Anda bisa memanfaatkan promo perawatan gigi untuk menangani masalah gigi yang satu ini. 

  1. Gigi Berongga 

Rongga atau lubang kecil di gigi bisa disebabkan karena adanya plak yang menumpuk di gigi Anda, kemudian menghancurkan kulit luar gigi secara perlahan. Jika dibiarkan, rongga ini akan membuat kerusakan gigi yang parah. Anda bisa mencegah kerusakan tersebut dengan mendapatkan perawatan berupa penambalan dari dokter gigi. Jangan lupa untuk lebih rajin membersihkan gigi dengan menyikat dan melakukan kumur-kumur dengan pasta gigi ataupun obat kumur yang mengandung fluoride

  1. Impaksi Gigi 

Impaksi gigi merupakan kondisi ketika gigi dewasa tumbuh dengan letak yang salah sehingga membentur bagian gusi ataupun jaringan lunak lainnya. Jika Anda mendaftarkan diri ke promo perawatan gigi, dokter biasanya akan menganjurkan untuk mengangkat gigi yang mengalami impaksi tersebut agar tidak mengganggu saraf dan menimbulkan rasa sakit yang tidak berkesudahan. 

  1. Gigi Berantakan 

Melihat ada promo perawatan gigi untuk merapikan gigi? Jangan ragu untuk mengambilnya. Perawatan tersebut bisa membuat gigi Anda terlihat lebih teratur sehingga secara fungsi dan penampakan akan lebih baik. Yang dimaksud dengan gigi berantakan, antara lain gigi yang bengkok, menonjol ke depan, bertumpuk, ataupun terlalu berjarak antara gigi yang satu dengan gigi yang baik. Masalah gigi ini bisa ditangani dengan menggunakan kawat gigi, pelurus gigi, ataupun penahan. 

  1. Gingivitis 

Gingivitis merupakan kondisi peradangan pada gusi. Ini terjadi umumnya karena ada penumpukan plak di gigi karena kebiasaan menyikat dan membersihkan gigi yang buruk. Gingivitis dapat membuat gusi membengkak dan berdarah saat Anda menyikat atau membersihkan gigi dengan benang. Gingivitis yang tidak diobati bahkan dapat menyebabkan periodontitis, infeksi yang lebih serius. Karena itu jika memang memiliki keluhan ini dan melihat promo perawatan gigi, jangan ragu untuk mendaftarkan diri. 

*** 

Jangan sampai masalah gigi membuat kondisi kesehatan Anda menurun, baik secara mental maupun fisik. Perawatan gigi memang relatif mahal. Namun jika dibiarkan tidak dirawat, harga yang harus Anda bayar untuk biaya penanganan akan lebih besar. Lagipula jika memang ada promo perawatan gigi, biaya untuk menangani berbagai masalah di atas bisa lebih terjangkau, bukan?

Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Bayi Sering Ngulet

Bayi sering ngulet

Meregangkan otot dan persendian agar lebih rileks disebut juga dengan ngulet. Kebiasaan ini umumnya dimiliki oleh orang dewasa, namun juga tidak jarang dilakukan oleh anak bayi. Bayi sering ngulet biasanya dimulai pada usia 2 hingga 3 bulan. 

Beberapa orang tua terkadang khawatir dengan kebiasaan ini karena pada kondisi tertentu bayi bisa menggeliat hingga menangis dan badannya melengkung. Lalu, apakah kebiasaan ini membahayakan dan harus diwaspadai orang tua?

Pada umumnya, ngulet bagi bayi adalah hal yang wajar karena hal ini adalah salah satu perkembangan dari motorik pada bayi. Ngulet membantu bayi untuk mengubah posisinya dan memperkuat otot-otot tubuhnya.

Namun, para orang tua harus lebih peka jika ngulet terlalu sering dilakukan oleh bayi. Pada beberapa kondisi, ngulet atau menggeliat juga disertai dengan tangisan, buang angin, atau muka menjadi merah. Hal ini dapat menjadi penyebab kondisi tertentu yang sedang dialami oleh bayi.

Penyebab Bayi Sering Ngulet

Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah frekuensi menggeliat yang dilakukan oleh bayi dan kondisi lain yang mengikutinya. Beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi sering ngulet, antara lain: 

  1. Bayi mengalami perut kembung

Bayi dapat mengalami perut kembung karena beberapa hal seperti ASI berlebihan, susu formula, MPASI yang tidak cocok, dan gas berlebihan pada perut. Jika mengalami hal ini, bayi cenderung akan sering menggeliat. Hal ini dilakukannya untuk membuat perut menjadi nyaman.

  1. Tubuh lelah

Aktivitas tertentu atau posisi gendongan yang tidak tepat dapat membuat bayi merasa lelah. Untuk mengatasi rasa lelah, bayi sering ngulet untuk meregangkan otot dan punggungnya. Selain menggeliat, bayi yang mengalami kelelahan juga akan cenderung menangis.

  1. Kesulitan bersendawa

Sulit bersendawa akan membuat perut menjadi tidak nyaman. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh bayi. Ngulet merupakan reaksi yang diberikan oleh bayi ketika mengalami kesulitan sendawa sehingga membuat gas pada usus besar dapat keluar. Menggeliat karena kesulitan bersendawa pada bayi biasanya juga disertai dengan buang angin.

  1. Tidur terlalu lama

Waktu tidur yang terlalu lama dapat menjadi salah satu penyebab bayi sering ngulet. Terlalu lama tidur dapat membuat otot menjadi tegang dan tubuh tidak nyaman, sehingga dengan ngulet bayi dapat menjadi lebih rileks. Menggeliat juga membuat rasa lelah yang dirasakan oleh bayi keluar dari tubuh.

  1. Sulit buang air besar dan masalah pada pencernaan

Bayi yang baru lahir juga bisa mengalami sulit buang air besar dan masalah pada pencernaan. ASI yang terserap tidak sempurna menyebabkan bayi kesulitan mencerna makanannya dan mengalami sembelit sehingga sulit BAB. Jika mengalami kondisi ini, bayi akan merasa tidak nyaman sehingga bayi sering ngulet disertai dengan tangisan.

  1. Nyeri pada pusar

Penyebab bayi sering ngulet selanjutnya adalah mengalami infeksi pada pusar. Selain menggeliat, gejala lain yang muncul jika bayi sedang mengalami infeksi pusar adalah pusar bengkak, berwarna kemerahan, serta mengeluarkan cairan dengan bau yang tidak nyaman.

Mengatasi Bayi Sering Ngulet

Apabila bayi terlalu sering menggeliat atau ngulet dan disertai dengan kondisi lainnya, maka para orang tua harus segera menemukan penyebab dari kondisi tersebut. Jika sudah menemukan penyebab bayi sering ngulet, maka orang tua dapat mengatasinya sesuai dengan penyebab yang terjadi. Beberapa cara untuk mengatasi bayi sering ngulet antara lain:

  • Perhatikan ASI dan MPASI bayi

Jika penyebab bayi sering menggeliat adalah karena sembelit atau masalah pencernaan, maka orang tua harus memperhatikan asupan ASI atau MPASI yang dikonsumsi oleh bayi. Hindari makanan yang menyebabkan masalah pencernaan dan membuat perut bayi menjadi tidak nyaman.

Hindari juga memberikan bayi makanan dalam porsi yang berlebihan. Porsi makan yang terlalu banyak akan membuat perut begah sehingga bayi akan sering melakukan ngulet.

  • Pijatan lembut

Saat bayi sering ngulet dikarenakan tubuh yang lelah atau mengalami otot tegang, berikan bayi pijatan lembut yang dapat membuatnya rileks. Pijatan juga dapat membuat bayi merasa lebih nyaman sehingga tidak mengalami ngulet yang berlebihan. Disarankan untuk menggunakan jasa profesional untuk melakukan pijat pada bayi karena organ bayi dapat dikatakan masih lunak sehingga memerlukan penanganan khusus.

  • Berikan gendongan yang nyaman

Beberapa posisi gendongan dapat membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga menyebabkan bayi sering ngulet. Pilih gendongan yang nyaman, tepat, dan sesuai dengan bentuk tubuh serta umur bayi.

  • Atur waktu tidur bayi

Salah satu penyebab bayi sering ngulet adalah tidur yang terlalu lama. Batasi waktu tidur bayi dan jika bayi tertidur dalam waktu yang terlalu lama, coba bangungkan bayi dengan lembut.

Memberikan ASI sebelum tidur juga mempengaruhi lama tidur bayi. Hindari memberikan ASI yang berlebihan sebelum bayi tidur agar waktu tidurnya berada dalam batas wajar.

Jika frekuensi bayi sering ngulet sudah dalam batas tidak wajar, diikuti dengan tangis yang berlebihan, serta bayi tampak kesakitan, segera konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut. Jangan biarkan bayi terus mengalami hal ini karena dapat menimbulkan masalah yang lebih parah.

Obat Ranitidine untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Obat ranitidine

Obat ranitidine merupakan obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter. Ranitidine mengobati sejumlah penyakit, seperti tungkak lambung, gastroesophageal reflux disease (GERD), esofagitis erosif, atau sindrom Zollinger – Ellison. 

Penyakit-penyakit tersebut berkaitan dengan produksi asam lambung berlebih. Lalu bagaimana dengan keamanannya bagi ibu hamil dan menyusui?  

Ranitidine bagi ibu hamil dan menyusui

Dalam kondisi tertentu ranitidine diperbolehkan dikonsumsi ibu hamil dan menyusui. Untuk mengetahui kapan kondisi aman untuk mengonsumsinya, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai keamanan ranitidine bagi ibu hamil dan menyusui : 

  1. Ibu hamil

Berdasarkan US Food and Drug Administration (FDA), ranitidine masuk dalam kategori B bagi ibu hamil. Artinya, pernah dilakukan penelitian pada hewan dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada risiko yang ditimbulkan. Akan tetapi, tidak dilakukan penelitian langsung ke ibu hamil. 

Pada dasarnya, selama kehamilan disarankan untuk mengobati penyakit tanpa mengonsumsi obat-obatan. Dokter mungkin akan meringankan gejala asam lambung dengan cara membatasi makanan berlemak tinggi dan pedas. Dokter juga akan menyarankan tidur dengan posisi kepala naik setinggi 10-20 cm sehingga lebih tinggi dari posisi perut. Cara ini diharapkan menghentikan asam lambung naik ke tenggorokan. 

Akan tetapi, jika cara-cara tersebut tidak berhasil, obat seperti ranitidine mungkin akan diresepkan.  

  1. Ibu menyusui

Obat ranitidine diketahui dapat meningkatkan kadar prolaktin pada ibu menyusui. Belum ada data tentang efek samping khusus bagi ibu menyusui. Akan tetapi, terdapat kadar ranitidine yang ikut keluar bersama ASI, namun dalam jumlah kecil dan tidak berbahaya bagi bayi. Jika bayi Anda prematur, konsultasikan kondisi Anda terlebih dahulu ke dokter.  

Sebuah studi menunjukkan dosis ranitidine pada ASI kurang dari dosis yang biasanya diberikan pada bayi baru lahir. Meskipun demikian pada tahun 2020 ranitidine dikeluarkan dari pasar Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya karena dinilai sebagai pemicu kanker. 

Efek ranitidine bagi penderita penyakit tertentu

Ranitidine tidak akan bekerja optimal bahkan menimbulkan efek samping buruk pada penderita penyakit tertentu. Berikut ini beberapa penderita penyakit tertentu yang tidak disarankan mengonsumsi ranitidine:  

  • Penyakit ginjal 

Penderita penyakit ginjal tidak dapat membuang sisa metabolisme obat ranitidine dengan baik. Kadar ranitidine yang tersisa di dalam tubuh akan menyebabkan berbagai efek samping. 

  • Penyakit hati

Sebagian besar metabolisme obat terjadi di hati. Jika hati bermasalah, maka metabolisme ranitidine akan terganggu. Kadar ranitidine di dalam tubuh pun akan meningkat. 

  • Penyakit porfiria akut 

Penderita porfiria akut tidak diperbolehkan mengonsumsi ranitidine karena dapat memicu serangan porfiria akut berikutnya. 

  • Kanker lambung 

Ranitidine mengurangi kadar asam di dalam perut, namun berbeda halnya dengan penderita penyakit kanker lambung, meskipun keduanya sama-sama berkaitan dengan saluran pencernaan. Obat ini tidak mengobati kanker. 

Efek ranitidine bagi anak-anak dan lansia

Anak-anak dan lansia memiliki metabolisme berbeda dari tahapan umur lainnya. Berikut ini keamanan dan efektivitas ranitidine bagi anak-anak dan lansia. 

  • Anak-anak

Obat ranitidine belum dapat dipastikan aman dan efektif bagi anak-anak berusia di bawah 1 bulan untuk kondisi apapun. 

  • Lansia

Fungsi ginjal pada lansia berbeda dengan kondisinya saat masih muda. Oleh karena itu, metabolismenya pun melambat. Akibatnya, lebih banyak kadar ranitidine yang tertahan di dalam tubuh dalam waktu lama. Efek samping pun dapat meningkat. Dalam kasus yang jarang terjadi, ranitidine dapat menyebabkan kebingungan, agitasi, depresi, dan halusinasi. Efek samping tersebut paling sering terjadi pada lansia yang menderita penyakit kronis. 

50+ Daftar Dokter Kandungan Surabaya dan Tips Memilihnya

Memilih dokter kandungan terbaik yang dekat dengan tempat tinggal Anda bukanlah proses yang mudah.

Dokter spesialis kandungan atau dikenal obgyn ini bertugas untuk memeriksa kehamilan, membantu persalinan, sampai perawatan setelah melahirkan. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengunjungi dokter kandungan untuk memeriksakan kesehatan reproduksi Anda  

Jika Anda saat ini tinggal di Surabaya dan membutuhkan referensi dokter kandungan, berikut ini daftar dokter kandungan Surabaya dan tempat mereka berpraktik.

Daftar dokter kandungan Surabaya 

Nama dokter kandungan SurabayaTempat praktik
Dr. dr. Aditiawarman, Sp.OG(K)FMRS Darmo Tegalsari Surabaya 
dr. Agung Sunarko Putra, Sp.OGRSIA Kendangsari MERR Mulyorejo, Surabaya
Dr. dr. Agus Sulistyono, Sp.OG(K)RSIA Putri Surabaya
dr. Agustini Rizky Dhiniharia, Sp.OGRSIA Kendangsari MERRMulyorejo, Surabaya
dr. Ali Mahmud, Sp.OG(K)RSU Haji Surabaya
Dr. dr. Amang Surya Priyanto, Sp.OG(K)FMASNational Hospital Wiyung
dr. Amir Fahad, Sp.OGRSI Jemursari Wonocolo
dr. Andra Kusuma Putra, Sp.OGRSIA Lombok Dua Dua Wonokromo 
dr. Andre Christian Widya, Sp.OGRS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Wonokromo 
dr. Ariefandy Pambudi, Sp.OGRS Darmo Tegalsari 
dr. Arif Tunjungseto, Sp.OGRS Premier Surabaya
dr. Azami Denas Azinar, Sp.OGRSIA Putri Surabaya
dr. Baksono Winardi, Sp.OG(K)RS Islam A. Yani Surabaya
dr. Bambang Sukaputra, Sp.OGRSIA Lombok Dua Dua Lontar
Dr. dr. Benedictus Triagung Ruddy Prabantoro, Sp.OG(K)RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ)
dr. Benson Koesmarsono, Sp.OGRSAL Dr. Ramelan Surabaya
dr. Brahmana Askandar Tjokroprawiro, Sp.OG(K)RS Premier Surabaya
dr. Budi Harjanto, Sp.OGRS PHC Surabaya
dr. Candra Damayanti, Sp.OGRSIA Lombok Dua Dua Lontar
dr. Danu Maryoto Teguh, Sp.OG(K)RSIA NUN Surabaya
dr. Dewi Arofah, Sp.OGRSIA Putri Surabaya
dr. Diana Suyono, Sp.OGRS Mitra Keluarga Kenjeran
dr. Dwi Meinindah, Sp.OGRS Mitra Keluarga Surabaya
dr. Dwi Pangarsa Wisnumurti, Sp.OGRS Royal Surabaya
dr. Dwinanto Ananda Muttaqin, Sp.OGRS Pura Raharja Gubeng
dr. Eddy Zarkaty Monasir, Sp.OGRSU Haji Surabaya
dr. Edwin Budipramana, Sp.OGRSIA NUN Surabaya
dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OGRS PHC Surabaya
dr. Ernawati Widodo, Sp.OGSiloam Hospitals Surabaya
Prof. dr. Erry Gumilar Dachlan, Sp.OG(K)FMRS Mitra Keluarga Surabaya
dr. Fathimah Zahra, Sp.OGRSI Jemursari
dr. Franciskus Imam, Sp.OGRS Gotong Royong Surabaya
dr. Fransiscus Octavius Hari Prasetyadi, Sp.OG(K)National Hospital
dr. Fredy Yumingto Nurbi, Sp.OGRS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ)
dr. Gatut Hardianto, Sp.OGRSIA Kendangsari MERR
dr. Gregorius Agung, Sp.OG(K)RS Premier Surabaya
dr. Hanifa Erlin Darmayanti, Sp.OGRSIA Putri Surabaya
dr. Hari Nugroho, Sp.OGRS Manyar Medical Centre
dr. Harnoprihadi Noorlaksmiatmo, Sp.OGRS PHC Surabaya
dr. Harris Armadhi, Sp.OGRS Pura Raharja Gubeng
Dr. dr. Harry Kurniawan Gondo, Sp.OG(K)FM, SH, MHUMSiloam Hospitals Surabaya
dr. Hartatiek Nila Karmila, Sp.OGRS PHC Surabaya
dr. Harya Narottama, Sp.OGRS Wijaya Surabaya
dr. Hendera Henderi, Sp.OGNational Hospital
dr. Hendra Brahmantyo Ratsmananda, Sp.OGRSU Haji Surabaya
dr. Hendrik Juarsa, Sp.OGRSIA Lombok Dua Dua
dr. Henky Mohamad Masteryanto, Sp.OGRS Manyar Medical Centre
dr. Herlangga Pramaditya, Sp.OGRSI Jemursari
dr. Heru Sutjahja Ariwibawa, Sp.OGRSU Bunda Surabaya
dr. Imam Djoko Mulyawan, Sp.OGRS Surabaya Medical Service
dr. Iman Rachmanto, Sp.OGRS Islam Darus Syifa
dr. Ira Anggreyani Rasjad, Sp.OGSiloam Hospitals Surabaya
dr. Istanti Siti Rahmawati Hartiwi, Sp.OGRSIA Cempaka Putih Permata Surabaya
dr. Jimmy Yanuar Annas, Sp.OG(K)RS Universitas Airlangga
dr. Johannes Harman, Sp.OGRS Darmo
dr. Johannes Hartono, Sp.OGRS Adi Husada Undaan Wetan
dr. Johnny Rindiarto Tjokroadiredjo, Sp.OGRS William Booth Surabaya
Dr. dr. Ketut Edy Sudiarta, Sp.OGRSAL Dr. Ramelan Surabaya
dr. Khanisyah Erza Gumilar, Sp.OGRS Universitas Airlangga
dr. Krispranoto, Sp.OGRS Bhakti Rahayu Surabaya
dr. Laurencia Wonodihardjo, Sp.OGRS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ)
dr. Manggala Pasca Wardhana, Sp.OGSiloam Hospitals Surabaya
dr. Marinus Frederikus Nugroho Sugiharto, Sp.OG, M.BiomedRS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ)
dr. Marsianto, Sp.OGRS Al-Irsyad Surabaya
dr.  Maya Sri Kamaroekmi, Sp.OG(K)FERRS Husada Utama Surabaya
dr. Mohammad Dwinanda Junaedi, Sp.OGRSI Jemursari
dr. Muhammad Ardian Cahya Laksana, Sp.OGRS Universitas Airlangga
Prof. dr. Muhammad Dikman Angsar, Sp.OGRS Islam A. Yani Surabaya
dr. Ninuk Dwi Ariningtyas, Sp.OGRS Wiyung Sejahtera
dr. Nurlaella Iswan Nusi, Sp.OGRS Mitra Keluarga Kenjeran
Dr. dr. Poedjo Hartono, Sp.OG(K)RS Premier Surabaya
dr. Primandono Perbowo, Sp.OG(K)RS Adi Husada Undaan Wetan
dr. Putri Kencana Purwanto, Sp.OG, M.BiomedRSIA Lombok Dua Dua
dr. Relly Yanuari Primariawan, Sp.OG(K)FERRS Darmo
dr. Renie Widiyanti, Sp.OGSiloam Hospitals Surabaya
dr. Renny, Sp.OGRS William Booth Surabaya
dr. Retina Indanwati, Sp.OGRSIA Lombok Dua Dua
dr. Rianto, Sp.OGRS Pura Raharja
dr. Rini Yulianti, Sp.OGRS Islam Darus Syifa
dr. Sianty Dewi, Sp.OGRSIA Putri Surabaya
dr. Sitti Riza Rina, Sp.OGRSIA Kendangsari MERR
dr. Sofuan Effendi, Sp.OGRS Bhakti Rahayu Surabaya
dr. Sonny Iwan Santoso, Sp.OGRS Adi Husada Undaan Wetan
dr. Tonny Ertiatno, Sp.OG(K)RSIA NUN Surabaya
dr. Tri Hastono Setyo Hadi, Sp.OGRSIA Lombok Dua Dua
dr. Wasis Nupikso, Sp.OGRS Royal Surabaya
dr. Widyastuti Pranoto, Sp.OGRS Bhakti Rahayu Surabaya

Tips memilih dokter kandungan Surabaya terbaik

Ada banyak dokter kandungan Surabaya yang dapat Anda pilih. Tetapi jika Anda masih bingung untuk menjatuhkan pilihan pada satu orang dokter, Anda dapat menggunakan tips berikut ini:

1. Mintalah rekomendasi orang terdekat 

Sebelum memutuskan dokter kandungan Surabaya mana yang akan Anda pilih, mintalah rekomendasi dari orang terdekat, seperti keluarga atau teman yang memiliki pengalaman dalam masa kehamilan dan melahirkan terlebih dahulu. 

Tanyakan kepada mereka kenapa memilih dokter kandungan tersebut dan apa yang mereka sukai dari dokter tersebut, ya. 

2. Lakukan konsultasi dengan beberapa dokter kandungan

Untuk menemukan dokter yang nyaman dan sepaham dengan Anda. Tak ada salahnya, Anda mendatangi beberapa dokter kandungan agar bisa mendapatkan perbandingan. 

Apalagi saat ini konsultasi bisa dilakukan secara online. Setelah itu, tentukan mana yang paling membuat nyaman, sabar, dan runut dalam menjawab setiap pertanyaan Anda saat konsultasi.  

3. Jarak yang dapat ditempuh 

Selain faktor kepribadian sang dokter, jarak tempat dokter berpraktik juga harus Anda perhatikan. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan dari masa kehamilan sampai persalinan.

Akan lebih baik jika memilih dokter kandungan yang tak jauh dari tempat tinggal Anda. Sehingga, bila terjadi keadaan darurat di masa kehamilan, akan dengan mudah mengunjungi dan mendapatkan penanganan.

4. Jenis kelamin 

Sebenarnya, baik dokter pria maupun wanita, keduanya sama baiknya. Semua keputusan tergantung dari Anda. Apalagi saat ini ada banyak dokter kandungan Surabaya terbaik yang dapat Anda pilih. 

Yang paling penting, ketahui dengan teliti rekam catatan, sertifikasi, dan pengalaman sang dokter sebelum memilih dokter kandungan, ya.

Cataflam Tablet

Cataflam tablet merupakan obat yang dapat meredakan nyeri, peradangan, dan sendi kaku akibat artritis. Selain itu, obat tersebut juga dapat digunakan untuk meredakan sakit gigi, nyeri haid, dan nyeri akibat operasi.

Cataflam tablet merupakan salah satu obat yang hanya diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati. Obat tersebut mengandung kalium diklofenak dan digolongkan sebagai obat antiinflamasi (NSAID). Cataflam tablet dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 70.000,00 dan tersedia dalam kemasan 1 box yang berisi 5 strip sebanyak 10 tablet (50 mg). Obat tersebut diproduksi oleh Novartis.

Informasi Zat Aktif

Sesuai dengan proses kerja obat dalam tubuh, obat yang mengandung kalium diklofenak memiliki status berikut:

  • Absorpsi

Cataflam tablet dapat diserap dengan cepat dan pada sebagian besar tubuh. Namun, penyerapannya bisa ditunda oleh makanan.

  • Distribusi

Cataflam tablet dapat mengikat protein hampir 100 persen.

  • Metabolisme

Cataflam tablet dapat menjalani metabolisme jalur pertama dengan kadar 60 persen obat tidak mengalami perubahan ketika mencapai peredaran darah.

  • Ekskresi

Cataflam tablet dapat diekskresikan melalui urine sebanyak 40 hingga 60 persen.

Aturan Pakai

Jika Anda ingin menggunakan Cataflam tablet, Anda perlu gunakan obat tersebut sesuai arahan dokter. Berikut adalah dosis yang digunakan pasien:

  • Anak-anak

Dosis maksimal yang digunakan anak-anak (yang berusia 14 tahun ke atas) adalah 100 mg per hari.

  • Dewasa

Dosis yang digunakan orang dewasa ditentukan oleh kondisi berikut:

  • Nyeri dan osteoarthritis

Dosis yang digunakan untuk kondisi tersebut adalah 100 hingga 150 mg yang dikonsumsi dua hingga tiga kali per hari.

  • Migrain

Dosis awal untuk kondisi tersebut adalah 50 mg, dan konsumsi sebanyak 50 mg (2 jam setelah dosis awal). Jika perlu, Anda dapat menggunakan obat tersebut dengan dosis 50 mg pada interval 4 hingga 6 jam.

  • Rheumatoid arthritis

Dosis yang digunakan untuk kondisi tersebut adalah 225 mg per hari.

  • Spondylitis ankilosa

Dosis yang digunakan untuk kondisi tersebut adalah 125 mg per hari.

Anda perlu menelan obat tersebut secara utuh dan jangan dikunyah. Anda perlu menyimpan obat tersebut pada suhu di bawah 30 derajat Celsius dan jangan terpapar secara langsung oleh sinar matahari.

Efek Samping

Cataflam tablet dapat menimbulkan berbagai efek samping, antara lain sakit kepala, diare, maag, mual, muntah, asma, nyeri dada, dan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Perhatian Khusus

Cataflam tablet tidak dapat dikonsumsi jika pasien memiliki kondisi berikut:

  • Alergi terhadap kalium diklofenak.
  • Riwayat alergi setelah menggunakan aspirin atau NSAID lain.
  • Hamil di trimester ketiga.
  • Luka pada dinding lambung atau usus.
  • Penumpukan plak di dalam arteri.
  • Gagal ginjal atau hati.
  • Gagal jantung.
  • Penyakit jantung iskemik.
  • Akan atau telah menjalani operasi bypass jantung.

Penggunaannya dengan Obat Lain

Cataflam tablet juga tidak dapat digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan tertentu seperti:

  • Aspirin

Mengkonsumsi obat tersebut dengan aspirin dapat menimbulkan luka pada saluran pencernaan dan meningkatkan risiko perdarahan.

  • Kortikosteroid

Mengkonsumsi obat tersebut dengan kortikosteroid dapat menimbulkan luka pada saluran pencernaan dan perdarahan.

  • Diuretik

Mengkonsumsi obat tersebut dengan diuretik dapat menimbulkan kerusakan ginjal.

  • Phenytoin

Mengkonsumsi obat tersebut dengan phenytoin dapat menimbulkan keracunan pada tubuh.

Berkonsultasi dengan Dokter Terlebih Dahulu

Sebelum Anda mengkonsumsi Cataflam tablet, Anda perlu tanya ke dokter apakah obat tersebut aman untuk digunakan atau tidak. Setiap orang bisa mengalami efek yang berbeda pada tubuh.

Kesimpulan

Cataflam tablet merupakan salah satu obat yang dapat digunakan jika Anda mengalami nyeri akibat artritis. Meskipun demikian, Anda perlu perhatikan aturan pakai dan efek samping yang bisa timbul pada tubuh. Untuk informasi lebih lanjut tentang Cataflam tablet, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Yang Perlu Diketahui Seputar Cara Melihat Keperawanan Wanita

Pemeriksaan cara melihat keperawanan wanita atau pemeriksaan vagina adalah sebuah tindakan inspeksi alat kelamin wanita untuk mencari tahu dan menentukan apakah seorang wanita pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya. Seperti yang pernah ditunjukkan dalam tinjauan sistematis seputar pemeriksaan keperawanan, pemeriksaan ini tidak berdasarkan indikasi klinis ataupun nilai-nilai ilmiah karena tampilan hymen atau selaput dara bukanlah sebuah indikasi yang dapat diandalkan bahwa seseorang pernah melakukan hubungan seksual atau tidak, dan hingga saat ini tidak ada pemeriksaan medis yang dapat membuktikan riwayat hubungan seksual lewat vagina. 

Budaya dan keperawanan

Selain itu, praktek cara melihat keperawanan wanita dianggap sebagai suatu tindakan yang menentang hak asasi manusia, yang dapat memiliki konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang bagi kesehatan psikologis maupun sosial wanita. Di dalam beberapa budaya, keperawanan dianggap sebagai normal sosial penting yang menghubungkan antara kemurnian seksual dengan rasa hormat seorang wanita, keluarganya, dan komunitas atau lingkungan tempat tinggal seorang wanita berada. Keperawanan dianggap sebagai sebuah nilai berharga yang harus terus dijaga hingga seorang wanita masuk ke jenjang perkawinan.  Di beberapa kesempatan di Indonesia, metode cara melihat keperawanan wanita telah dilakukan dengan paksa sebagai salah satu syarat administratif untuk masuk suatu universitas ataupun lembaga tertentu. Tes keperawanan ini tidak hanya eksklusif ditemukan di Indonesia saja, tetapi di negara lain seperti Afghanistan, Mesir, dan bahkan Amerika Serikat. Pada tahun 2016, seorang anggota dewan di Mesir meminta tes keperawanan sebagai syarat untuk masuk universitas guna mengurangi dan mencegah hubungan seksual di luar nikah. Selain itu, meskipun secara resmi dilarang di Afghanistan, praktek cara melihat keperawanan wanita tetap dilakukan di banyak daerah, dan dilandasi karena desakan atau keinginan dari anggota keluarga. 

Kaidah etika

Keperawanan bukanlah sebuah kondisi medis yang membutuhkan diagnosa dan perawatan. Praktek cara melihat keperawanan wanita tidak menyediakan manfaat klinis apapun bagi pasien, dan bahkan memiliki dampak buruk bagi wanita, seperti risiko rasa tidak nyaman atau nyeri, terutama apabila pemeriksaan dua jari sebagai cara melihat keperawanan wanita dilakukan. Evaluasi atau pemeriksaan ini juga dapat menyebabkan kecemasan, depresi, gangguan stres pasca trauma, terutama apabila dilakukan tanpa persetujuan atau kemauan seorang wanita. Dalam beberapa kasus, seseorang dapat dirugikan karena pemeriksaan selaput dara secara klinis menentukan bahwa selaput dara robek, atau tidak memiliki pemeriksaan selaput dara untuk mendokumentasikan bahwa dirinya masih perawan. Kedua situasi tersebut dapat mengakibatkan kerugian sosial, dengan seorang wanita menjadi tidak layak untuk dinikahi karena dianggap sudah tidak perawan atau karena tidak dapat menunjukkan sertifikat dirinya tidak perawan. Dalam situasi tersebut, orangtua dan keluarga dapat menghakimi wanita tersebut, dan bahkan dalam kasus yang lebih ekstrim, seorang wanita dapat kehilangan nyawanya akibat bunuh diri atau dibunuh oleh keluarga atas nama “honour killing” atau pembunuh demi kehormatan. 

Selain itu, melakukan cara melihat keperawanan wanita lewat tes keperawanan tanpa persetujuan atau kemauan seseorang merupakan tindakan kekerasan seksual. Pada banyak kasus, meskipun diminta oleh pasien, tes keperawanan tidak bersifat sukarela, dan lebih bersifat tuntutan sosial. Seorang wanita tidak membutuhkan tes keperawanan untuk membuktikan dirinya masih perawan atau tidak. Namun, seorang wanita membutuhkan tes keperawanan guna meyakinkan orang lain bahwa dia masih perawan. Tes keperawanan ini, dalam banyak kasus, hanya bermanfaat untuk orang lain, dan bukan untuk wanita tersebut sendiri. 

Pahami Tujuan Pengenalan Air Saat Berenang pada Anak

Berenang bukanlah hal yang mudah jika belum terbiasa. Saat akan mengajarkan anak berenang, Anda perlu terlebih dahulu mengenalkan air pada anak Anda. Hal ini penting, karena ada banyak tujuan pengenalan air ketiak mengajarkan anak berenang. 

Dengan mengenalkan air pada anak, Anda tidak hanya melatih anak untuk berolahraga, tetapi juga mengembangkan kemampuan mereka dalam hal berenang. Dengan begitu, kondisi kesehatan mereka pun akan semakin terjaga nantinya. 

Apa tujuan pengenalan air dalam berenang?

Sebelum anak bisa menguasai berbagai gaya renang, Anda perlu terlebih dahulu melatih mereka agar terbiasa untuk berada di dalam air. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa asing ketika berada di dalam air dan bisa bergerak dengan lebih mudah. 

Inilah yang menjadi salah satu tujuan pengenalan air yang utama. Tanpa mengenalkan air terlebih dahulu, maka anak Anda akan kesulitan untuk mempelajari gaya-gaya renang. 

Mengenalkan air pada anak bisa menjadi langkah untuk mempersiapkan anak dalam belajar olahraga renang. Jika Anda tidak pernah mengenalkan tentang rasanya bergerak di dalam air pada anak Anda, maka mereka akan terus merasa asing ketika masuk ke dalam air. 

Selain itu, tak jarang anak yang belum terbiasa berenang merasa takut dengan air pada kolam. Karena itu, mengenalkan air pada mereka bisa membantu untuk mengatasi rasa takut tersebut. 

Tahap-tahap pengenalan air pada anak

Karena tujuan pengenalan air adalah adaptasi, anak Anda tidak akan langsung dilatih untuk mempelajari gerakan tertentu. Sebaliknya, adaptasi ini bisa dilakukan di kolam yang dangkal terlebih dahulu, untuk membiasakan mereka dengan air. 

Berikut ini beberapa tahap yang termasuk sebagai tahap pengenalan air pada anak: 

  • Membasahi tubuh

Anak Anda mungkin belum terbiasa berada di tempat yang membuat sekujur tubuh mereka basah. Mengenalkan air bisa membantu mereka merasa nyaman dengan tubuh yang basah. Caranya sangat mudah, yaitu dengan masuk ke dalam kolam renang. 

  • Teknik bernapas

Langkah lain yang menjadi bagian dari mengenalkan air pada anak ketika berenang adalah teknik untuk bernapas. Anda tentu tahu bahwa bernapas di dalam air berbeda dengan bernapas biasanya.

Anak Anda pasti belum terbiasa dengan hal ini. Melatih pernapasan untuk mempertahankan oksigen di dalam air bisa menjadi salah satu tujuan pengenalan air bagi anak. 

  • Menyelam

Ketika berenang, anak Anda akan dilatih untuk menyelam. Tapi, hal ini tidak akan bisa dilakukan bila anak Anda belum terbiasa dengan air. 

Di sinilah peran pengenalan air menjadi penting. Di tahap ini, anak Anda akan dilatih untuk menyelam. Menyelam tidak harus dilakukan dengan cara yang kompleks, cukup dengan memasukkan tubuh sepenuhnya ke dalam air selama beberapa detik saja. 

  • Menjaga keseimbangan

Berdiri di dalam air tentu akan terasa berbeda dengan berdiri di daratan. Anak Anda mudah kehilangan keseimbangan. 

Di tahap pengenalan air, anak akan dibiasakan agar mampu menjaga keseimbangan mereka di dalam air. Hal ini akan memberikan keterampilan bagi tubuh anak dalam bermobilitas secara keseluruhan. 

  • Keamanan dalam air

Di tahap pengenalan air, anak juga perlu diinformasikan mengenai bahaya yang bisa terjadi ketika berenang. Misalnya bahaya jika mengalami kram tiba-tiba, atau melakukan teknik pernapasan yang salah. 

Melalui upaya pengenalan air, anak akan menjadi lebih familiar dengan air itu sendiri. Adaptasi menjadi tujuan pengenalan air yang utama ketika melatih anak untuk berenang.

Kenali Ciri Klimakterium, Fase Menopause pada Wanita

Semua wanita akan mengalami fase klimakterium, yakni sebuah proses peralihan dari masa reproduksi ke masa tua (senium) atau bisa juga disebut menopause. Dalam fase klimakterium, biasanya akan disertai dengan perubahan-perubahan baik secara fisik maupun psikis. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, bisa menimbulkan penurunan kesehatan. 

klimakterium

Masa klimakterium pada wanita terbagi menjadi tiga fase, yakni pra menopause, menopause hingga pasca menopause. Dalam setiap fase, terdapat perubahan yang berbeda-beda disertai dengan munculnya kesehatan dan penyakit. Untuk itu, penting bagi wanita untuk mengetahui fase klimakterium agar bisa mempersiapkan momen ini sehingga terhindar dari beberapa penyakit yang mungkin bisa muncul.

Apa itu klimakterium?

Klimakterium adalah proses berhentinya menstruasi karena fungsi ovarium mulai menghilang yakni sudah berhenti menghasilkan sel telur. Pada masa ini, pembentukan hormon wanita seperti estrogen dan progesteron juga akan berkurang. 

Terjadinya menopause pada wanita tidak bisa dipastikan waktunya, karena setiap wanita mengalami perubahan yang berbeda-beda. Ada yang secara tiba-tiba berhenti, ada juga yang prosesnya secara bertahap. Proses ini biasanya memakan waktu selama 2-3 tahun hingga akhirnya menstruasi benar-benar berhenti. 

Fase klimakterium

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, klimakterium sendiri terbagi menjadi beberapa tahapan, yakni pra menopause, menopause, dan pasca menopause.

  • Pra menopause

Tahapan ini akan berlangsung selama 4-5 tahun, ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur. Umumnya, wanita akan mengalami tahapan ini di usia 47 tahun, namun bisa saja lebih awal atau lambat. Meskipun menstruasi sudah tidak teratur, di tahapan ini masih ada kemungkinan untuk hamil.

  • Menopause

Di tahapan ini, proses menstruasi sudah berhenti secara permanen. Biasanya wanita akan menyadari setelah satu tahun dari haid terakhir.

  • Pasca menopause

Tahap[ ini biasanya terjadi satu tahun setelah mengalami menstruasi terakhir dan tidak mungkin untuk bisa hamil. 

Penyebab menopause

Menopause terjadi ketika ovarium sudah mulai berkurang fungsinya dan tidak lagi tanggap terhadap rangsangan hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisa. Hal ini membuat ovarium hanya melepaskan sedikit estrogen dan progesteron hingga akhirnya pelepasan sel telur berhenti sepenuhnya. 

Jika mengalami menopause dini, yakni sebelum usia 40 tahun, bisa saja disebabkan karena faktor, seperti:

  • Stres
  • Usia melahirkan
  • Keturunan
  • Penggunaan alat kontrasepsi
  • Kebiasaan merokok
  • Asupan gizi

Ciri-ciri alami klimakterium 

Saat berada di fase klimakterium, wanita akan mengalami perubahan baik secara fisik maupun psikisnya. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kondisi ini tentunya akan membuat kesehatan makin menurun. 

Ciri fisik

  • Mengalami hot flushes, yakni rasa panas di bagian leher, dada hingga wajah yang dirasakan selama beberapa menit. Biasanya, hal ini juga akan disertai dengan gejala kepala pusing, tubuh lemah, detak jantung cepat dan sering berkeringat saat malam hari.
  • Sering buang air kecil karena saluran kemih sudah tidak elastis lagi
  • Kulit menjadi lebih kering
  • Rambut mudah rontok
  • Vagina akan lebih kering dan akan menimbulkan rasa kurang nyaman saat berhubungan intim. Hal ini karena terjadi penipisan jaringan pada dinding vagina.
  • Libido jadi menurun
  • Mudah lelah
  • Sering mengalami kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar)
  • Kulit tidak elastis lagi karena jaringan kolagen yang makin berkurang

Ciri psikologis

  • Cepat tersinggung dengan hal-hal kecil
  • Mengalami depresi
  • Ada perasaan risau dan cemas
  • Sering lupa akan sesuatu dan sulit berkonsentrasi

Itu dia beberapa ciri fisik dan psikis seorang wanita sedang berada pada fase klimakterium. Sebaiknya bicarakan masalah ini pada pasangan agar perubahan-perubahan yang terjadi bisa dilalui dengan baik dan terhindar dari penyakit.

Setelah Katakan “I Do”, Ini Tes Kesehatan Pra Nikah yang Harus Dilakukan

Menikah adalah suatu momen yang sangat istimewa bagi siapa pun. Ketika Anda sudah memutuskan untuk menikah dengan seseorang, dan bersedia untuk menghabiskan sisa hidup Anda dengan seseorang tersebut, penting untuk mengetahui pasangan dari A sampai Z, termasuk status kesehatan pasangan Anda.

Oleh karena itu, sebelum resmi menikah Anda dan pasangan disarankan untuk melakukan tes kesehatan pra nikah untuk membantu mempersiapkan diri dengan baik. Nah, berikut beberapa jenis tes yang perlu Anda dan pasangan lakukan sebelum menikah.

Beberapa tes kesehatan pra nikah

  1. Tes golongan darah

Tidak semua orang dapat mendonorkan darahnya kepada semua orang. Oleh karena itu penting untuk mengetahui golongan darah satu sama lain. Karena golongan darah tertentu tidak compatible satu sama lain dan dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan. Atau biasa terjadi ketidakcocokan rhesus.

Golongan darah Anda bisa A, B, O, atau AB, tetapi ada komponens lain yang disebut sebagai faktor rhesus. Faktor rhesus bisa positif atau negatif. Jadi, jika seorang wanita dengan rhesus negatif menikah dengan suami dengan rhesus positif, ada kemungkinan 50% bayinya akan menjadi positif rhesus. Dalam kasus ini, jika tindakan pencegahan tidak dilakukan selama kehamilan, ini dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.

  1. Tes kesuburan

Sebagian besar pasangan ingin langsung  memiliki bayi setelah menikah. Oleh karena itu ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apakah tubuh Anda subur dan layak untuk bereproduksi. Anda dan pasangan harus melakukan tes ini, karena pria bertanggung jawab atas setengah dari semua kasus infertilitas. Tes kesuburan meliputi analisis mani, uji hormonal, scan USG panggul untuk memastikan keadaan organ reproduksi internal dan sebagainya.

  1. Riwayat kesehatan genetik

Baik itu diabetes atau penyakit jantung, ada baiknya untuk mengetahui riwayat keluarga satu sama lain karena hal itu dapat mempengaruhi anak Anda dan kesehatan masa depan Anda.

  1. HIV dan PMS

Hal pertama yang Anda lakukan tes kesehatan pra nikah adalah memeriksa kemungkinan adanya infeksi seumur hidup seperti HIV, hepatitis B dan C serta herpes, serta yang dapat disembuhkan seperti gonore, sifilis, vaginosis bakterial, infeksi jamur, Chlamydia, dan lainnya. Statistik menunjukkan bahwa 50% anak muda akan terkena infeksi menular seksual atau IMS dan tidak menyadarinya.

  1. Tes talasemia

Thalassemia dapat menyebabkan bayi lahir cacat pada masa depan. Oleh karena itu, Anda harus menjalani tes ini sebelum menikah.

  1. Status kesehatan mental

Kesehatan mental yang baik dari kedua pasangan penting untuk pernikahan yang bahagia. Beberapa kondisi kesehatan mental dapat diturunkan kepada keturunan, oleh karena itu penting bagi Anda dan pasangan untuk mengetahui hal ini terlebih dahulu.

  1. Tes penyakit kronis

Semua penyakit kronis yang ada dapat mempengaruhi hasil akhir kehamilan. Pasangan yang akan menikah harus mengetahui status hipertensi dan diabetes mereka.

  1. Tes genotype

Penting untuk melakukan tes kesehatan pranikah jenis genotype untuk menghindari memiliki anak dengan penyakit sel sabit. Penyakit sel sabit dikaitkan dengan cacat pada sel darah merah dan seumur hidup, seringkali mengakibatkan penyakit serius.

Jika Anda dari genotip AA, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tetapi Anda AS, Anda adalah pembawa gen sel sabit dan perhatian harus diberikan untuk mengetahui apakah pasangan Anda juga bukan AS. Jika ya, ada kemungkinan 50% Anda akan memiliki anak dari genotipe SS.

Karena begitu pentingnya melakukan tes kesehatan pra nikah, maka Anda dan pasangan sangat disarankan untuk melakukan beberapa tes tersebut. Hal ini untuk menghindari beberapa kemungkinan penyakit bawaan atau pun penyakit yang bisa muncul karena faktor kesehatan tertentu. Dengan tes ini diharapkan kemungkinan tersebut dapat diminimalisir dan diatasi sebelum terjadi.